Selasa, 21 Maret 2023

Imam Besar Al Azhar Sheikh Ahmed Al Tayyeb

Mengutip situs pemerintah Mesir, Al Tayyeb yang lahir pada 1946 menjadi Imam Besar Al-Azhar ke-48 sejak 19 Maret 2010.

Gelar Imam Besar Al Azhar merupakan gelar bergengsi di dunia Islam Sunni dan jabatan prestisius di Mesir.

Orang yang menyandang gelar ini dianggap sebagian umat Islam (Sunni) sebagai orang yang memiliki otoritas tertinggi dalam pemikiran Islam Sunni dan fikih. Grand Syekh Al-Azhar memiliki pegaruh yang besar di dunia Islam.

The Royal Islamic Strategic Studies Centre yang berbasis di Amman, Jordania, memasukan Al Tayyeb sebagai Muslim berpengaruh di dunia dalam daftar The 500 Most Influential Muslim tahun 2018.

Ini bukan kali pertama bagi Al Tayyeb, pada 2017 lalu dia juga berada di urutan teratas sebagai Muslim paling berpengaruh setelah sebelum-sebelumnya yakni pada 2016, 2015, dan 2014 menduduki posisi kedua.

Sebelumnya, Al Tayyeb pernah menjabat sebagai presiden Universitas al-Azhar dan Mufti Agung Mesir.

Al Tayyeb merupakan profesor Ilmu Agama Islam. Ia juga fasih berbicara bahasa Inggris dan Prancis. Ia sering menerjemahkan referensi dari bahasa Prancis ke bahasa Arab.

Al Tayyeb memiliki banyak tulisan di bidang fikih, ilmu syariat, dan tasawuf. Ia lahir di distrik Elmsrashda, Kegubernuran Qena di Mesir Hulu, dengan garis keturunan keluarga Sufi.

Al Tayyeb menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar. Ia mendapatkan gelar Sarjana Doktrin dan Filsafat pada 1969. Setelah itu, ia memiliki gelar magister dan doktoral untuk bidang filsafat Islam pada 1971 dan 1977.

Mengutip situs Nahdlatul Ulama (NU) Indonesia, Al Tayyeb diangkat menjadi dosen tetap di Universitas Al-Azhar setelah menyelesaikan gelar doktoral.

Sejak saat itu, Al Tayyeb tidak hanya mengajar di Al-Azhar, tapi juga di kampus-kampus luar Mesir.

Beberapa kampus tempat ia mengajar antara lain Universitas Islam Internasional di Islamabad Pakistan, Universitas Emirat, Universitas Qatar, dan Universitas Imam Muhammad bin Sa`ud di Riyadh, Arab Saudi.

Al Tayyeb, bersama Paus Fransiskus, juga sempat menandatangani Dokumen Persaudaraan Manusia, yang juga dikenal sebagai Deklarasi Abu Dhabi di Uni Emirat Arab.

Dokumen itu menggarisbawahi nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan kebebasan beragama.

Al Tayyeb juga menganggap dirinya sebagai aktivis dialog antar-agama yang mendorong toleransi dan perdamaian antar-umat bergama.


 

Syeikh Al-Azhar: Perpecahan bawa dampak buruk bagi dunia Islam

 

Erric Permana


BOGOR


    Grand Syeikh Al-Azhar Ahmad Thayyib berharap KTT Ulama Sedunia yang diselenggarakan di Istana Bogor, Jawa Barat bisa mengatasi perbedaan pendapat dan menyatukan umat Islam. 

Menurut Thayyib, perbedaan mengenai konsep dan pemahaman keagamaan yang terjadi saat ini membawa dampak buruk bagi Islam. 

Thayyib menilai fenomena ini dialami umat Islam dan menyebabkan umat menjadi terpecah belah.

“Jika ada kelompok yang mengatakan bahwa kepercayaan mereka lah yang paling benar dan pemikiran orang lain adalah pemikiran yang tidak tepat, maka ini sangat berbahaya karena mereka justru terpecah belah, ada yang Salafi, Sufi, Modernis, mereka masing-masing bermusuhan dan menganggap kelompok lainnya kafir,” ujar Ahmad Thayyib di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Bahkan, kata Thayyib, perbedaan tersebut menjadikan umat Islam menjadi lemah serta menyebabkan konflik yang menumpahkan darah antar sesama saudara. 

“Imam Khattabi dalam bukunya mengatakan bahwa jangan terlalu ekstrem dalammelakukan sesuatu, kita harus berada di posisi tengah, karena ekstrem itu tidak pernah baik,” tambah dia. 

Pembahasan mengenai Wasathiyah Islam yang dibahas dalam KTT Ulama Sedunia ini juga menurut dia merupakan topik yang sangat penting karena Wasathiyah merupakan konsep dasar dari agama Islam. 

“Seolah tidak ada yang bisa hal yang baru dibicarakan lagi, karena sudah sering dibahas. Topik yang lama tetapi selalu diperbaharui merupakan konsep dari Wasathiyah atau konsep yang merupakan dasar Islam bahwa agama Islam merupakan agama yang jalan tengah,” jelas Thayyib. 

Wawancara eksklusif Grand Mufti Ahlusunnah Al-Azhar Mesir DR. Ahmad Thayyib dengan channel Nil Mesir.

 

 Wartawan : Bagaimana ajaran Syiah menurut Anda??

Dr. Thayyib : Tidak ada masalah dengan ajaran Syiah. 50 tahun lalu, Syaikh Syaltut berfatwa bahwa Syiah adalah mazhab kelima dalam Islam dan sama seperti mazhab-madzab Islam yang lain.

Wartawan : Anak-anak kita akan menjadi Syiah. Apa tindakan kita?

DR Thayyib : Biar saja mereka menjadi Syiah. Apakah kita akan menyalahkan orang yang berpindah mazhab dari Hanafi ke Maliki? Mereka (yg menjadi Syiah) hanya berpindah dari mazhab keempat ke mazhab kelima.

Wartawan : Orang Syiah menjadi kerabat kita. Mereka menikah dengan anak-anak kita.

DR Thayyib : Apa masalahnya? Pernikahan antar mazhab itu dibolehkan.

Wartawan : Kabarnya Alquran mereka berbeda dengan Alquran kita.

DR Thayyib : Itu omong kosong. Tidak ada perbedaan antara Alquran kita dan mereka. Bahkan rasmul khat mereka sama dengan Alquran kita.

Wartawan : 23 ulama dari sebuah negara (Saudi) berfatwa bahwa Syiah adalah kafir dan rafidhi.

DR Thayyib : Hanya Al-Azhar yang bisa berfatwa untuk muslimin. Fatwa mereka (ulama Saudi) tidak kredibel.

Wartawan : Lalu bagaimana dengan perselisihan Syiah-Sunni yang dikemukakan mereka?

DR Thayyib : Perselisihan itu adalah politik luar negeri yg ingin memecah belah Syiah dan Sunni.

Wartawan : Saya punya pertanyaan serius. Syiah tidak menerima Abu Bakar dan Umar. Bagaimana bisa Anda menyebut mereka muslim?

DR Thayyib : Memang mereka tidak menerima. Tapi apakah meyakini Abu Bakar dan Umar termasuk prinsip agama Islam? Kisah tentang mereka berdua adalah kisah sejarah. Sejarah tidak berkaitan dgn prinsip akidah.

Wartawan yang terhenyak mendengar jawaban ini, lalu bertanya : Ada satu kritikan terhadap Syiah. Mereka berkata bahwa imam zaman mereka masih hidup semenjak 1000 tahun lalu.

DR Thayyib : Mungkin saja, kenapa tidak mungkin? Tapi tak ada alasan kita mesti berkeyakinan sama seperti mereka.

Wartawan : Mungkinkah bocah berusia 8 tahun menjadi imam? Syiah meyakini bahwa bocah berusia 8 tahun menjadi imam.

DR Thayyib : Kalau bayi dalam buaian bisa menjadi nabi [Nabi Isa as-red], tidak mengherankan bocah usia 8 tahun menjadi imam. Meski kita sebagai Ahlussunnah tidak meyakini hal ini. Tapi keyakinan ini tidak merusak keislaman mereka. Mereka tetap orang muslim.

Setelah mendengar wawancara di atas, Dr. Shojaei Fard, dosen ilmu mekanik di Universitas Elm va Shanat, berkata : “Wawancara ini sangat menarik untuk saya. Saya berusaha menghubungi Syaikh Thayyib untuk berterima kasih kepadanya. 

Melalui telpon saya berkata kepada beliau, “Anda membela Syiah dengan sangat baik. Bahkan seorang ulama Syiah pun mungkin tidak akan melakukan pembelaan serupa. Minimal dia akan bersikap hati-hati. Tapi Anda berani mengatakan bahwa keyakinan kepada Abu Bakar dan Umar bukan bagian dari prinsip Islam”

“Syaikh Thayyib berkata, “Saat Ayatullah Khamenei menghadapi Amerika dengan teguh dan membuat mereka bertekuk lutut dalam masalah nuklir, dan di sisi lain, Sayyid Hasan Nasrullah melawan Zionis dengan berani dan mengalahkan mereka dalam perang 33 hari, saya melihat mereka sebagai kebanggaan Islam. 

Amerika dan kawan-kawan nya berniat mencitrakan mereka sebagai Syiah radikal dan menyebut Syiah sebagai rafidhi dan nonmuslim demi mengambil kebanggaan ini dari Dunia Islam.

.Supaya para pemuda kita merasa bahwa kebanggaan ini milik Islam, saya telah mengadakan 8 acara televisi untuk mengatakan bahwa Syiah adalah muslim, Syiah tidak berbeda dengan kita, dan Syiah adalah salah satu mazhab Islam.”

SELAMAT PAGI MAULAKU

 


DUHAI PENGHULU KASIH SAYANG

   SELAMAT PAGI IMAMKU

WAHAI IMAM YANG KESEPIAN

   AKU JAUH DARIMU

NAMUN KAU TETAP DEKAT DENGANKU

   KAN KUMULAI HARIKU BERSAMAMU

SESUNGGUHNYA ENGKAU DEKAT DENGANKU

   DOSAKU YANG MELALAIKANKU SEBAGAI SEORANG PENANTI

   KARENA KELALAIAN SEORANG PECINTA MENGHILANGKAN HASRAT....

JIKA KAU RIDHO ATASKU....

SEBUAH KEBAIKAN YANG TAK LAYAK BAGIKU

   DAN JIKA MATAMU TENGGELAM DALAM AIR MATA....

ITU ADALAH KESALAHANKU


YA ALLOH TUNJUKKAN PADAKU KEADILANNYA

   AKU TELAH HABIS,DAN JIWAKU DI AMBANG BATAS

SELURUH DUNIA   MENINGGALKANKU.... KECUALI ENGKAU

AKU BERJANJI PADAMU

   TAK AKAN LAGI AKU MENJADI PENYEBAB TUMPAHNYA BUTIRAN AIR MATAMU

   NAMUN SETIA PADA SUMPAH INI AMATLAH SULIT

DAN ITU AKAN MELALAIKAN CINTAKU PADAMU

MAKA... TOLONG LINDUNGI DAN MAAFKAN AKU


 SETIAP PEKAN ENGKAU MENANGIS DUA KALI UNTUKKU

SETIAP PEKAN ENGKAU MEMOHONKAN AMPUN DUA KALI UNTUKKU

   PENANTIAN DAN KERINDUANMU MELEBIHI PENANTIAN DAN KERINDUANKU PADAMU

JADI UNTUK MENYUDAHI MANGKIRKU DARIMU

   KETIKA AKU MENYATAKAN AKU ADALAH SEORANG PECINTA YANG PENUH GAIRAH

TAPI IZINKAN AKU UNTUK MENYERTAIMU WAHAI YANG SELALU LUPUT DARI PERHATIAN

   JANGAN SAMPAI ENGKAU MENGATAKAN PADAKU " TELAH KAU AMBIL KESEMPATANMU"

DOAKAN  AKU AGAR BISA MEMBUATMU RIDHO

   AKU MEMOHON DEMI KEMURAHAN HATIMU

   TOLONGLAH AKU....

SEHINGGA AKU TIDAK MENJADI PENYEBAB ENGKAU MENETESKAN AIR MATA

   TOLONGLAH AKU...

SEHINGGA AKU TIDAK MENJADI PENYEBAB KESEPIAN YANG BERKEPANJANGAN

KELUAR DARI "RUMAH DIRI"

 

    Manusia memerlukan tangan-tangan gaib untuk dapat membebaskannya dari kuil diri atau dari penyembahan diri yang tiada disadari. 

     Tangan-tangan gaib itu adalah para Nabi dan para wali-Nya yang suci. 

     Kita perlu banyak berdo’a dan bertawassul kepada orang-orang suci.

    Sebuah dialog Nabi saw dengan seorang yang bernama Majasyi’.


       Seseorang bernama Majasyi’ datang kepada Rasulullah saw dan bertanya kepada beliau, 

   “Wahai Rasulullah, bagaimana jalan menuju pengenalan kepada Allah (al-Haq)?”

    Rasul saw menjawab, 

  “Pengenalan diri (nafs)”

     Majasyi bertanya lagi, 

   “Wahai Rasulullah, bagaimana cara menyesuaikan diri dengan Allah?”

    Rasulullah saw menja­wab, 

    “Menyelisihi ego (nafs)”

    Orang itu bertanya lagi, 

    “Wahai Rasulullah, bagaimana jalan menuju keridhaan Allah?”

    Jawab Nabi, 

    “Membenci ego (nafs)”

     Dia bertanya lagi, 

   “Wahai Rasu­lullah, bagaimana cara untuk sampai kepada Allah?”

     Jawab Nabi, 

   “Hijrah dari ego (nafs)”.

    Orang itu masih bertanya lagi:    

    “Wahai Rasulullah bagaimana jalan untuk taat kepada Allah”

     Jawab Nabi, 

   “Menentang ego (nafs)”.

   Majasyi bertanya lagi, 

   “Wahai Rasulullah, bagaimana cara berdzikir kepada Allah?”

      Jawab Nabi, 

   “Melupakan ego (nafs)”

    Dia terus bertanya lagi, 

  “Wahai Rasu­lullah, bagaimana cara mendekat kepada Allah?”

   Jawab Nabi, 

“Menjauhi ego (nafs)”

     Dia bertanya lagi, 

   “Wahai Rasu­lullah, bagaimana cara berakraban dengan Allah?”

    Nabi menjawab, 

    “Melepaskan diri dari ego (nafs)”.

    Sampai pada akhirnya orang itu bertanya lagi,   

   “Wahai Rasulul­lah, bagaimana jalan untuk mencapai-Nya”

    Rasulullah saw menjawab,   

    “Memohon pertolongan kepada Allah di dalam mengatasi ego (nafs)”

HAL SEPÉLÉ

 

Seorang   wanita   muda tengah   duduk santai    di dalam bis   yang   melaju   ke tengah  kota.

Di  satu pemberhentian bis  ,   seorang wanita   tua  yang   cerewet dan   berisik   naik   ke dalam bis  dan   duduk di   samping wanita   muda tadi.

Tas  -  tas bawaannya   yang   berat   dia tumpuk   begitu saja   di  atas kursi,

Membuat wanita   muda   itu   harus menggeser duduknya sambil   setengah   terjepit   di antara  tas - tas berat   dan jendela   bis.

Seorang pemuda   yang duduk   di bangku   sebelah melihat   kejadian   itu dengan   kesal  , dan  bertanya kepada   wanita muda   itu,

 "  Kenapa   kamu   tidak bicara   saja  , katakan   pada wanita   tua   itu bahwa   kamu  jadi  terganggu..."

Wanita   muda itu   menjawab sambil tersenyum   :

"Aku  rasa   tidak   perlu bersikap   kasar dan   beradu argumentasi untuk   sesuatu yang   sepele seperti  ini.

Perjalanan bersama   kita  ini   terlalu singkat.

Saya juga akan turun di perhentian bis berikutnya di depan nanti"

Jawaban wanita   muda tadi   sangat pantas   untuk ditulis   dengan huruf   emas :

"  Kita   tidak  perlu   berdebat untuk   sesuatu yang   sepele. Perjalanan   kita bersama   amat singkat.  "

Kalau   kita   tahu   bahwa perjalanan   hidup   ini   begitu   singkat

Maka   kita   tidak   akan   mau   membuang tenaga   dengan terus   mengeluh  , merasa   tidak puas  ,  bersikap mencari  -  cari kesalahan...

Karena   semua hanya membuang waktu   kita   di perjalanan   yang   singkat ini.

Apakah seseorang sudah   melukai bahkan Menghancurkan hatimu  ??

Tetaplah tenang  , perjalanan hidupmu   terlalu singkat.

Apakah seseorang Sudah Mengkhianati mu  ,   mengejek kamu  ,   menipu atau   bahkan menghina kamu   ??

Tetaplah tenang  ,  maafkan mereka  ,  karena perjalanan   hidup   kita sangat   singkat.

Apapun masalah   yang dibuat   oleh orang   lain kepada   kita  , mari   kita   selalu   ingat   perjalanan  hidup   kita sangat   singkat.

Tidak   seorang pun   yang   tahu kapan perjalanan hidupnya   akan berakhir.

Tidak   ada orang   yang   tahu   kapan   dia akan   tiba   di perhentian   bis yang berikutnya.

Perjalanan hidup   kita bersama   sangat   singkat.

Mari   kita   saling memberikan kebahagiaan kepada   keluarga dan teman  -  teman kita.

Mari   kita   saling   menaruh hormat

Saling   berbuat baik   dan   saling memaafkan   satu   dengan yang   lain.

Mari   kita   isi hidup   ini  dengan   rasa   syukur, bahagia   dan selalu   berbuat baik   untuk sesama.

Hidup   adalah WAKTU

Hargai   waktu yang   tersisa  , jalani   hidup dengan   penuh rasa   syukur  dan kebahagiaan.

Selalu  lah berbuat   baik  , Selalu  lah   menolong sesamamu

Jangan   pernah bersikap   paling benar  ,   dan berhentilah membicarakan kejelekan   orang   lain   dan mengomel.

Nikmatilah hidup   dan   isi setiap   detik  , menit  , jam  , dan   hari  - harimu   dengan kebaikan terutama  :

Pasangan  , bersama keluarga  ,  ayah dan   ibumu  , anak  -  anakmu  , saudaramu  , handai  -  taulan  , teman temanmu.

Bahagiakan mereka    semua selagi    kamu masih    punya   waktu.

Lanjut   usia adalah  : KENISCAYAAN.

Tidak  ada  yang   bisa menolak   nature untuk   menjadi tua   ,  terjadi perubahan   anatomi.

Tapi   meski sudah   lansia  , kulit   berubah menjadi   keriput  ,  rambut kepala   menipis dan   memutih semua.

Namun   tetap berguna   bagi   diri   sendiri   dan   sesama  , yaitu  :

Lansia    yang senantiasa memancarkan aura   cerah   dan menarik   , energik    dan simpatik.

Jadilah   Lansia yang   memiliki   ke 6 hal   ini     :

Pikiran   yang tenang   Hati yang   damai Jauh   dari kepura   puraan

Tulus   ikhlas ketika   berbicara Memberi   sapaan  dengan hati   yang   tulus

Menerapkan hidup   berbagi Back   to  nature   ,  maka    pikiran dan   batin   kita   akan bersih   dari segala   energy negative.

Dari   hati   yang damai  , akan terpancar  aura yang   mampu menebarkan kesejukkan   dan kedamaian  , dimanapun   kita berada.

Jangan   simpan kebencian  , dendam  , kepahitan   dan kejelekan   orang   lain.

Lihatlah Kebaikan...Lupakan   Kesalahan..

Tetaplah menjadi   orang baik   sampai akhir   hidup...

Kalau   saya pernah menyakiti   hati saudaraku  / sahabatku meski   tanpa kusengaja  , saya  mohon dimaafkan

Bila   sahabat atau  saudaraku pernah menyakiti hatiku, aku sudah   maafkan semua......

K A R E N A

PERJALANAN hidup   KITA TERLALU SINGKAT.

Rapat RT.15/07 Dusun Majapahit setiap Bulan

 







Jadwal    :  Tiap tanggal 4 atau 5 setiap 1 bulan sekali                                                                                

Waktu     :  20.00 s.d 21.30                                                                                     

Tempat    : Keliling tiap rumah


Tujuan diadakannya rapat RT :

• Untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul di tengah warga.

• Menyampaikan satu atau beberapa informasi dari pemerintah desa.

• Mendapatkan masukan dari warga bila ada masalah yang terjadi.

• Menjalin kerja sama di antara warga untuk membentuk suatu sikap yang diinginkan kedepan.

• Menyampaikan masalah, keadaan tertentu, complain, dan lain-lain yang tidak bisa dilakukan secara terbuka selain melalui rapat.

• Memberi motivasi dan semangat kerja kepada warga melalui rapat.

• Sebagai alat silaturahmi dan koordinasi yang baik antara warga.


Penanaman Suket Odot sebagai Persiapan Awal

 


Progress penanaman Suket Odot persiapan awal untuk Pemeliharaan Kambing.
Sudah mulai tumbuh tunas-tunas baru.

Bibit Odot seharga Rp 80.000 per karung 

Tanah bengkok merupakan salah satu area penanaman suket odot.





Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More