Sabtu, 25 Maret 2023

Besarkan keikhlasan kita

 


Penting !!

Jangan berkecil dengan Jumlah

Jangan membesarkan perbuatan, tetapi besarkan keikhlasan kita. 

Maka sesuatu yang kecil dan sedikit itu lebih punya nilai.

Kelemahan Terbesar Kelompok "Toleran"


Kelemahan terbesar kelompok yang mengaku 'toleran' adalah, mereka cenderung diam dan kompromistis ketika terjadi 'ketidakadilan sosial' oleh pemerintah (karena dinilai mendukung toleransi), terutama pada masyarakat kecil, petani dan nelayan.


Yang kemudian, isu ketidakadilan sosial ini diserukan justru oleh kelompok yang sering dianggap sebagai kelompok (pendukung) 'intoleransi' karena posisi mereka sebagai oposisi. 


Akibatnya, tak terhindarkan muncul stigma bahwa kelompok 'toleran' itu tak peduli 'keadilan sosial'. stigma yang tentunya salah kaprah, karena 'keadilan sosial' adalah bagian dari toleransi itu sendiri.

Doa Ibu Lebih Mulia dari Doa Ulama Besar Sekalipun


Di Hadromaut ( Yaman ) , Setiap orang yg datang menghadap Habib Salim atau Habaib Sepuh yg Alim di Tarim untuk minta di doakan, selalu mendapat pertanyaan yang sama :

" Apakah kamu masih memiliki permata (Ibu ) di rumahmu ? "


Jika jawabnya , masih Maka beliau dengan halus mengatakan :

" Tahukah, bahwa doa ibu untukmu , lebih mulia & Makbul dari pada Doa seorang Wali Besar sekalipun ? "


Rasulullah ﷺ bersabda : " Orang tua adalah pintu surga yg paling tengah , maka jangan sia-siakan pintu itu atau jagalah ia ." (HR. TIRMIDZI).

 

Ibu adalah pintu Surga bagi anak-anaknya dan Ayah adalah jembatan menuju kepadanya Air susu Ibu yg kita minum adalah saripati makanan hasil jerih payah , keringat Ayah yg mencari nafkah untuk keluarga Karena itu Muliakan Mereka .  

Mau keluar rumah ? Jangan lupa cium tangan Ibu & Ayah


Bila kita sudah bekerja berkeluarga, atau tidak tinggal serumah, sering-seringlah mengunjunginya. Bila tidak memungkinkan , Telponlah , agar hatinya ridha , atas seluruh jerih payah & setiap tetesan susu yg telah menjadi darah daging kita.


Setidaknya , memberikan  Perhatian kepadanya di Masa Tuanya , jangan melawannya... Kesuksesan kita dalam belajar..dalam bekerja..tidak terlepas dari DOA seorang Ibu . Perbaiki hubunganmu dengan Ibu , kau akan mendapatkan ketenangan & kedamaian..


DOA Ibu menembus langit ke-7...tidak terhalang oleh apapun ... Muliakanlah ibumu , surga menantimu..


Semoga ALLAH Ta'ala Meridhai & selalu memberikan Rahmat + barokah kepada ke-2 orang  tua & keluarga kita tercinta.


آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

KISAH LUCU dari TANAH PAPUA


Konon, suatu ketika ada sebuah desa di pelosok Papua sana yang penghasilan utamanya adalah pisang. Banyak sekali pisang enak yang dihasilkan dari tanah subur di desa tersebut. Selain manis, besar-besar, dan konon khasiatnya sangat bagus untuk kesehatan.


Itulah mengapa, penduduk di sana banyak yang menggantungkan hidup dari hasil jualan pisang. Tapi, karena daerahnya terpencil, mereka harus menjual pisang tersebut ke kota dan menempuh jarak 30 km-an. Dengan infrastruktur yang masih belum bagus, mereka harus jalan kaki, mengarungi sungai, dengan membawa satu dua tandan pisang per orang.


Sampai di pasar kota, pisang itu sudah langsung ada penadahnya. Laris manis. Uang pun didapat. Dan, masyarakat desa itu pun segera pulang ke kampungnya lagi. Namun sebelum pulang, ada satu tradisi mereka untuk membawa oleh-oleh ke rumah. Dan... yang paling dinanti oleh keluarga mereka sebagai oleh-oleh biasanya adalah PISANG GORENG.


Ya.. jauh-jauh mereka ke kota, jualan pisang, untuk kemudian membeli oleh-oleh pisang goreng. Uang hasil jualan pisang sebagian dipakai untuk membeli pisang goreng.


Ada yang merasa aneh atau lucu dengan kisah tadi? Sebagian teman-teman saya tertawa mendengar kisah itu. Jauh-jauh ke kota jualan pisang kok bawanya oleh-oleh pisang juga? Kenapa tidak menggoreng sendiri? Aneka tanggapan muncul saat tahu kisah ini.


Tapi...


Sesaat kemudian, tawa itu berubah jadi hening, ketika saya mengatakan bahwa INILAH YANG TERJADI PADA SEBAGIAN BESAR ORANG INDONESIA!


Air diambil dari Indonesia, diolah jadi Aqua, dijual lagi ke kita, dan uangnya diambil Danone, perusahaan dari luar negeri.


Sepatu keren dibuat orang Indonesia, dibawa ke luar diberi cap Nike, dan dijual lagi ke Indonesia dengan harga berkali lipat, dan ada yang bangga memakainya.


Kopi-kopi terbaik di Indonesia, dibeli dan diolah Sturbucks, dibeli dengan harga berkali lipat oleh orang Indonesia. Dan bangga nongkronk ngopi di sana.


Kisah di atas saya dapatkan dari teman-teman yang menginisiasi gerakan Beli Indonesia. Sebuah gerakan untuk mendukung dan bangga menggunakan produk Indonesia. Bahkan, meski lebih mahal tapi kualitasnya belum sebagus produk asing, jika kita mau memakai dan membelinya, 250 juta penduduk Indonesia akan lebih sejahtera. Produk sendiri, digunakan sendiri, ekonominya dinikmati masyarakat Indonesia.


Ayo kita wujudkan cita cita PROKLAMATOR kita yaitu BERDIKARI (berdiri dikaki kita sendiri )


Pakai Produk Sendiri Jika Kita Bisa Mandiri, bisa MENGEMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD Indonesia Akan Mengatur Dunia.


Kisah Anak dan Ayahnya


Postingan ini adalah tentang apa yang terjadi di rumah tangga..


Putranya tidak suka tinggal di rumah, karena ayahnya selalu ‘ngomel’;

"Nak,  kamu meninggalkan ruangan tanpa mematikan kipas angin.

"

“Matikan TV. Jangan biarkan menyala di ruangan di mana tidak ada siapa-siapa menontonnya..


“Simpan pena di tempatnya,  itu jatuh ke bawah meja ”


Putranya tidak suka ayahnya mengomelinya untuk hal-hal kecil ini..


Tapi dia harus mentoleransi hal-hal ini sejak kecil, ketika dia bersama keluarganya di rumah yang sama.


Datanglah hari ini, dimana dia mendapat undangan untuk wawancara kerja...


“Dia membatin dalam hatinya, Begitu saya mendapatkan pekerjaan itu, saya akan meninggalkan kota ini. Tidak akan ada lagi  omelan dari ayah saya..


 "Begitulah pikirannya.


Ketika dia hendak pergi untuk wawancara, sang ayah menyarankan:

“Nak, jawablah pertanyaan yang diajukan kepadamu tanpa ragu-ragu. 

Bahkan jika engkau tidak tahu jawabannya, sebutkan itu dengan percaya diri.. ” Ayahnya memberi uang yg lebih banyak daripada yang sebenarnya dibutuhkan untuk menghadiri wawancara..


Putranya tiba di pusat wawancara..


Dia memperhatikan bahwa tidak ada penjaga keamanan di gerbang. Meskipun pintunya terbuka, gerendelnya menonjol keluar, hal itu bisa membuat orang masuk melalui pintu menjadi tertabrak. 

Dia meletakkan gerendel kembali dengan benar, menutup pintu dan memasuki kantor.


Di kedua sisi jalan dia bisa melihat tanaman bunga yang indah.  Air mengalir di pipa selang dan tidak terlihat seseorang di mana pun. Airnya meluap di jalan setapak. 

Dia mengangkat selang dan meletakkannya di dekat salah satu tanaman dan melangkah lebih jauh.


Tidak ada seorang pun di area resepsionis. Namun, ada pemberitahuan yang mengatakan bahwa wawancara berada di lantai pertama. Dia perlahan menaiki tangga.


Cahaya yang dinyalakan tadi malam masih menyala pukul 10 pagi. Dia ingat peringatan ayahnya "Mengapa kamu meninggalkan ruangan tanpa mematikan lampu" Dan dia masih bisa mendengarnya sekarang. Dia merasa sedikit jengkel oleh pikiran itu, namun dia mencari saklar dan mematikan lampu.


Di lantai atas di aula besar dia bisa melihat banyak calon duduk menunggu giliran.

Dia melihat banyaknya pelamar, hatinya bertanya-tanya apakah dia punya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan itu.


Dia pun memasuki aula dengan sedikit gentar dan menginjak tikar yg bertuliskan *Selamat Datang" yang ditempatkan di dekat pintu. 

Diperhatikannya bahwa tikar itu terbalik.. spontan saja dia meluruskan matras, walaupun dengan sedikit kesal. 


Dia melihat bahwa dalam beberapa baris di depan ada banyak orang yang menunggu giliran, sedangkan barisan belakang kosong, tetapi sejumlah penggemar berlari di atas deretan kursi itu.

Dia mendengar kipas angin, Dia mematikan kipas yang tidak diperlukan dan duduk di salah satu kursi yang kosong..


Dia melihat banyak pria memasuki ruang wawancara dan segera pergi dari pintu lain. Jadi tidak mungkin ada yang bisa menebak apa yang ditanyakan dalam wawancara.


Ketika tiba gilirannya, Dia pergi dan berdiri di hadapan pewawancara dengan sedikit gemetar dan pesimis..


Sesampainya didepan meja,  pewawancara langsung mengambil sertifikat, dan tanpa bertanya, mereka langsung berkata "Kapan Anda bisa mulai bekerja?"


Dia terkejut dan berpikir, "apakah ini pertanyaan jebakan, atau sebuah sinyal bahwa saya telah diterima untuk pekerjaan itu?" 

Dia bingung.


Apa yang kamu pikirkan?" Tanya sang bos.

“Kemudian melanjutkan kata2nya..Kami tidak mengajukan pertanyaan kepada siapa pun di sini. 

Karena dengan mengajukan hanya beberapa pertanyaan, kami tidak akan dapat menilai siapa pun. 

Tes kami adalah untuk menilai sikap orang tersebut..

 Kami melakukan tes tertentu berdasarkan attitude para kandidat..


Kami mengamati setiap orang melalui CCTV. 

Untuk mengamati apa saja yg dilakukannya, ketika melihat  gerendel di pintu, pipa selang yg mengalir air, keset selamat datang, kipas atau lampu yang tidak berguna..


Anda adalah satu-satunya yang melakukan itu. 

Itu sebabnya kami memutuskan untuk memilih Anda ”


Hatinya terharu, dia ingat ayahnya..

Dia yg selalu merasa jengkel terhadap disiplin dan omelan ayahnya ayahnya. Sekarang  menyadari bahwa omelan dan disiplin yg ditanamkan ayahnya yang telah membuat dia diterima pada pekerjaan yg diinginkannya..

Kekesalan dan kemarahannya pada ayahnya seketika sirna..


Ayah, ma'afkan anakmu, demikian bisiknya..😥


Dia memutuskan akan meminta maaf kpd ayahnya, dia akan membawa ayahnya melihat tempat kerjanya..

Dia pulang ke rumah dengan bahagia..


Apapun yang ayah katakan kpd kita,  hanyalah untuk kebaikan kita..

Semua bertujuan untuk memberi kita masa depan yang cerah!


Batu karang tidak akan menjadi patung yang indah dan berharga, jika itu menahan rasa sakit dari  pahat yang memotongnya.


Agar kita menjadi pribadi  yang indah, maka kita perlu menerima dan mematuhi peringatan..

Memahat kebiasaan baik dari perilaku buruk yg muncul dari diri kita sendiri...


Ibu mengangkat anak di pinggangnya untuk memeluk, memberi makan dan untuk membuatnya tidur..


Tetapi ayah mengangkat anak itu ke pundaknya untuk membuatnya melihat dunia yang tidak bisa diihatn anaknya..


Ayah dan ibu adalah pahlawan dan guru kehidupan..

Petunjuk dan kasih sayangnya mendampingi kita sepanjang kehidupan..


Perlakukanlah mereka dengan baik..

Hal ini akan menjadi  contoh dan bimbingan dari generasi ke generasi berikutnya, sebagai estafet kehidupan..


Apa Perbedaan Ibu dan Ayah?


1. Ibumu yang pertama kali mencintaimu saat kamu membuka matamu, ayahmu yang mencintaimu tanpa menampakkannya dengan matanya (sehingga kamu memusuhinya)


2. Ibumu yang membawamu ke dunia, ayahmu yang mengenalkan dunia padamu ( sehingga kamu marah)


3. Ibumu yang memberimu kehidupan, ayahmu yang mengajarimu tentang kehidupan ( sehingga dia memberatkanmu)


4. Ibumu yang membawamu dalam rahimnya selama 9 bulan, ayahmu memikulmu sepanjang umurmu ( tapi kamu tidak sadar).


5. Ibumu menjerit saat melahirkan dan kamu tidak mendengarkannya, ayahmu menjerit setelah itu ( sehingga kamu mengeluh)


6. Ibumu menangis saat kamu sakit, ayahmu sakit saat kamu menangis.


7. Ibumu memastikan kamu tidak lapar, ayahmu mengajarimu agar kamu tidak lapar.


8. Ibumu membawamu di perutnya, ayahmu memikulmu di atas panggungnya.


9. Ibumu sumber kerinduan, ayahmu sumber kebijakan.


10. Ibumu menanggung tanggung jawab, ayahmu menanamkan padamu bagaimana kamu bertanggung jawab.


11. Ibumu melindungimu dari jatuh, ayahmu mengajarimu bagaimana bangun dari jatuh.


12. Ibumu mengajarimu cara berjalan, ayahmu mengajarimu bagaimana kamu menjalani kehidupan.


13. Ibumu cermin kesempurnaan dan keindahan, ayahmu cermin kenyataan dan keseriusan.


14. Kasih sayang ibumu kamu rasakan sejak kamu lahir, kasih sayang ayahmu kamu rasakan saat kamu jadi ayah.


15. Ibumu tidak bisa dinilai dengan harga, ayahmu tidak akan diulangi oleh waktu

Pengakuan Terbaru Jokowi Soal Freeport

Jokowi mengakui beberapa hal tentang kisruh Freeport itu :


“Ketika saya ngotot untuk mendapat kembali hak kita di Freeport, ada banyak orang menakut-nakuti saya”, aku Jokowi.  “Kata orang-orang, jika saya keras kepala soal Freeport, saya bisa jatuh. Bisa lengser saya. Jika saya melawan Freeport, Amerika bisa marah. Negara itu bisa membuat chaos di Indonesia. Jika melawan Amerika, maka siapapun presidennya akan jatuh. Jadi supaya aman, saya harus ikut maunya Freeport”,  tutur Jokowi.


“Tetapi saya tidak takut. Mengapa? Karena saya paham soal Freeport, yang tidak ada urusannya dengan negara lain, maka saya harus ngotot-ngototan. Berpuluh-puluh tahun, kita hanya mendapat royalti 1 persen. Padahal di bumi Papua itu, berton-ton emas ditambang dan dibawa keluar. Ini logika dari mana? Saya memerintahkan menteri saya. Kita harus mendapat royalty 10 persen. Sahamnya kita juga harus mendapat 51 persen. Apapun caranya, kita harus merebut hak kita”, tegas Jokowi.


“Lalu selama dua tahun terakhir, kita sudah ngotot-ngototan bernegoisasi dengan Freport. Mereka juga ngotot, kita juga ngotot. Tetapi kita harus terus maju. Selangkah pun kita tidak boleh mundur. Kita harus mendapat hak kita. Saya memberi waktu kepada Menteri dan pihak Freeport sampai Agustus tahun 2018 ini. Jika tidak rampung dan masih berbelit-belit, saya akan memakai cara lain”, ungkap Jokowi.


“Soal ditakut-takuti, saya sudah tiga kali makan bareng dengan Obama saat dia masih Presiden Amerika. Namun tak sekalipun dia mengungkit-ungkit soal Freeport. Pun sudah dua kali bertemu dengan Donald Trump. Sama juga. Trump tidak pernah menyinggung soal Freeport. Ternyata kita sendiri yang ribut soal Freeport. Obama dan Trump tenang-tenang saja. Mereka sama sekali tak pernah menyinggungnya. Jadi ini sebenarnya business to business. Tidak hubungannya dengan negara. Ini urusan bisnis”, beber Jokowi.


“Lalu siapa yang menakut-nakuti saya itu? Ya mereka para mafia. Orang-orang kita sendiri yang menakut-nakuti kita. Mereka ciptakan ketakutan agar saya tidak mengganggu lahan basah mereka. Dan itu harus dihentikan. Kita harus memakmurkan rakyat Papua dan Indonesia. Pemda Papua harus mendapat 10 persen saham. Biar Papua maju. Jadi kita harus menguasai saham Freeport 51 persen. Minimal 51%. Kalau bisa lebih”, kata Jokowi.


Dari pengakuan ngotot Jokowi di atas, saya semakin yakin bahwa Jokowi adalah sosok langka di republik ini. Dialah pemimpin Indonesia yang bernyali besar melawan ketidak-adilan. Ia benar-benar seorang pemberani demi rakyatnya. Ia rela ngotot dan berdarah-darah merebut kembali hak rakyat Indonesia yang telah digadaikan oleh pemerintah sebelumnya.


Jokowi mengaku bahwa dia mempunyai impian besar. Indonesia harus terus bekerja keras. Di tahun 2045, Indonesia akan masuk 4-5 besar sebagai negara terbesar perekonomiannya. Pendapatan perkapita 29.000 US Dollar atau Rp. 400 juta per tahun. Dan itu harus dicapai.


“Untuk mencapai impian itu, saya harus menyingkirkan segala rintangan. Saya harus memberi etos kerja yang baik bagi rakyat. Jadi saya harus turun langsung. Bekerja, bekerja dan bekerja. Seiring dengan itu, saya harus berperang menghancurkan para mafia dan para koruptor. Lawan saya juga ada dimana-mana,” tegas Jokowi.


“Sebenarnya setelah membubarkan HTI, saya masih ingin membubarkan ormas radikal lainnya. Mereka adalah penghalang kemajuan negara. Tetapi para menteri saya mengatakan: pelan-pelan Pak Presiden. Satu-satu Pak Presiden. Jadi bukan saya yang takut, tetapi orang-orang di sekitar saya”, tambah Jokowi.


Jokowi memang harus diakui sebagai pemberani. Nyalinya tinggi. Namun ia mengakui bahwa bernyali besar saja tidak cukup.  “Setiap keputusan yang diambil, selalu ada hitung-hitungannya”,  katanya. Ungkapan Jokowi ini menggambarkan bahwa dia seorang pecatur yang handal. Dia selalu menghitung langkah-langkah yang diambilnya.  “Ketika saya membuat keputusan mendadak, kita memang belum siap. Tetapi di sana juga belum siap. Jadi sama-sama tidak siap. Jika demikian kitalah yang mendapat keuntungan”,  aku Jokowi sambil ketawa.


Selain berani, Jokowi juga dikenal dengan kesederhanaannya. Ia sangat merakyat, berjabat tangan dengan banyak orang. Ia juga bersedia selfi dengan siapa saja. Bukti kesederhanaan Jokowi bisa dilihat dari pengakuan para pelayan makanan baik saat dia menjadi gubernur DKI Jakarta maupun saat dia sekarang menjadi Presiden.


Saat sibuk di tempat kerjanya di saat makan siang atau malam, Jokowi sering menelepon para pelayan makanan. Dia meminta agar makanannya diantar saja dalam satu piring. “Kasih nasi dan beberap lauk pauk di satu piring. Jangan terlalu banyak”, pinta Jokowi. Makanan pun diantar di dalam ruang kerjanya. Lalu para pelayan kembali ke tempatnya seraya menunggu panggilan dari Jokowi. Para pelayan pun menunggu. Pasti Pak Presiden akan menelopon lagi. Mungkin kurang ini, kurang itu, tambah ini, tambah itu. Tetapi apa yang terjadi?


Jokowi sama sekali tidak menelopon lagi. Ia tidak pernah meminta tambahan makanan, bumbu atau yang lainnya. Artinya apa? Dalam soal makanan, Jokowi amat sederhana. Ia memakan apa yang dihidangkan dalam satu piring. Ia tidak mengeluh. Ia tidak meminta tambahan ini dan itu. Dan itu kerap menjadi kebiasaan Jokowi. Luar biasa. Presiden yang amat sederhana.


Ah ternyata menjadi Presiden berat sekali. Seorang Presiden yang hebat, harus berani, ngotot, lihai berperang, mikirin selalu rakyat dan sederhana. 


A.L.

Pilihlah Karena Agamanya

 


Pilih pemimpin itu harus karena agamanya. Karena kalau buruk ia dalam kehidupan beragama, maka buruk pula ia dalam kehidupan kesehariannya, termasuk dalam hal memimpin masyarakat tentunya.


Memilih karena agamanya itu bukan:


AGAMANYA APA? tetapi

AGAMANYA BAGAIMANA?


Kalau Muslim, tapi suka memfitnah dan menghina, maka jangan pilih dia


Kalau Muslim, tapi suka berbuat onar, menggalang masa untuk berbuat anarkis makar, maka jangan pilih dia.


Kalau Muslim, tapi membenci pemerintah dan ingin menjatuhkannya, maka janganlah pilih dia.


Kalau Muslim, tapi lebih suka memanjangkan janggutnya daripada memanjangkan akalnya, maka jangan pilih dia.


Kalau Muslim, tapi lebih menyukai budaya Arab dan membenci budaya Indonesia serta ingin menghilangkannta, maka jangan pilih dia.


Kalau Muslim, tapi ia berniat buruk ingin menghapus Indonesia, mengganti konstitusi dan ideologi negara, maka janganlah pilih dia.


Pilihlah apapun agamanya, tapi ia menjalankan agamanya dengan baik dan sempurna.


Boleh Islam, Kristen, Hindu Katolik ataupun Budha.


Yang penting ia suka berbuat baik dan menolong sesama.

Yang penting ia tidak benci yang beragam, unik, dan berbeda.

Yang penting ia menghormati mereka yang beda paham, aliran, madzhab., keyakinan, dan agama.

Yang penting ia tidak korupsi, merampok harta negara.

Yang penting ia tidak berkhianat kepada negara dan bangsa 


PILIHLAH PEMIMPIN BERDASARKAN PENGAMALAN AGAMANYA. 

KALAU PENGAMALANNYA BAIK, MAKA IA JADI ORANG BAIK.

DAN ORANG BAIK HANYA AKAN DIPILIH OLEH ORANG BAIK-BAIK.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More