Selasa, 11 April 2023

Bersyukurlah, Masih Banyak Orang yang Tak Seberuntung Kita

 


Bersyukurlah, Masih Banyak Orang yang Tak Seberuntung Kita





Tausyiah Habib Ahmad Al Habsyi tentang Sholawat

 


Berikut Ceramah Beliau :




LAGU INDONESIA RAYA

 





Indonesia, tanah airku

Tanah tumpah darahku

Di sanalah aku berdiri

Jadi pandu ibuku

Indonesia, kebangsaanku

Bangsa dan tanah airku

Marilah kita berseru

Indonesia bersatu!


Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku

Bangsaku, rakyatku, semuanya

Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya

Untuk Indonesia Raya


Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!

Tanahku, negeriku yang kucinta

Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!

Hiduplah Indonesia Raya!


Stanza II


Indonesia, tanah yang mulia

Tanah kita yang kaya

Di sanalah aku berdiri

Untuk selama-lamanya


Indonesia, tanah pusaka

Pusaka kita semuanya

Marilah kita mendoa

"Indonesia bahagia!"


Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya

Bangsanya, rakyatnya, semuanya

Sadarlah hatinya, sadarlah budinya

Untuk Indonesia Raya


Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!

Tanahku, negeriku yang kucinta

Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!

Hiduplah Indonesia Raya!


Stanza III


Indonesia, tanah yang suci

Tanah kita yang sakti

Di sanalah aku berdiri

Menjaga ibu sejati


Indonesia, tanah berseri

Tanah yang aku sayangi

Marilah kita berjanji

"Indonesia abadi!"


Selamatlah rakyatnya, selamatlah putranya

Pulaunya, lautnya, semuanya

Majulah negerinya, majulah pandunya

Untuk Indonesia Raya


Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!

Tanahku, negeriku yang kucinta

Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!

Hiduplah Indonesia Raya!

dr. Devina Nova Estikaratri : Apa itu Diabetes?

 



Diabetes menyimpan banyak potensi bahaya kesehatan. Beberapa diantaranya dijelaskan dr. Devina Nova Estikaratri





Karya Sederhana untuk Sehari-hari

 


Karya yang bisa langsung di praktekan di rumah




Wujudkan Kepedulian Kita Kepada Palestina

 



Umat Islam harus bangkit melawan perundungan Amerika Serikat dan negara lainnya.



Jubir PBB : Konpriasi di Balik Perang Irak, Libya dan Suriah

 




Kondisi Suriah Sebelum Konflik Meletus

oleh : Mufti Agung Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni

Di Suriah tak pernah terjadi perserteruan antar kabilah. Negara kami aman, penduduknya ramah. Sambutan mereka terhadap tamu sangat luar biasa. Kami sambut dengan baik warga Irak pada 2003, rakyat Palestina sejak 1960-an, dan bagaimana kami perlakukan baik orang Lebanon pada 2006, atau warga Kuwait saat perang dengan Irak.

Mereka yang tinggal di Damaskus, akan merasa seolah ia penduduk asli. Dan tiba-tiba, Arab Spring memporak-porandakan semua.

Suriah, sejak awal, adalah satu dari sekian negara dengan stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan yang tinggi. Sistem sosialnya yang sangat teratur di antara segenap elemennya. Suriah merupakan potret negara percontohan yang sukses merekatkan unsur masyarakat yang berbeda, baik etnis, suku, mazhab, dan agama.

Dan, ketahuilah, alhamdulillah, sejak awal, Suriah termasuk negara paling aman di dunia. Suriah adalah negara yang tak ada fakir miskin, tak ada orang kelaparan. Orang bisa tinggal di suriah dengan biaya hidup termurah di dunia.

Warga menikmati kondisi itu. Pendidikan gratis dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi strata tiga (doktoral). Kesehatan gratis, baik untuk bedah atau selain bedah. Listrik semigratis. Warga bisa mendapatkan fasilitas-fasilitas dengan mudah dan gratis berkat subsidi negara. Tapi, yang terjadi sudah terjadi. 



Republika: Syekh, banyak bertebaran fatwa wajib jihad di Suriah. Bagaimana menurut Anda?


Syekh: Saya yakin, fatwa semacam ini salah kaprah. Bertentangan dengan ruh Islam. Fatwa jihad di Suriah yang dikeluarkan sejumlah kalangan itu, tak sejalan dengan prinsip dan kaedah jihad yang diperintahkan agama.

Islam datang untuk mempertahankan kelangsungan hidup umat manusia, bukan malah sebaliknya, yaitu membunuh mereka.

Islam hadir untuk membawa umat manusia tinggal di Surga, dan bukan neraka. Tak pernah sekalipun Islam datang untuk membunuh.

Ajaran-ajaran Islam yang luhur memperlihatkan, bagaimana perempuan yang mengurung kucing divonis masuk neraka, sementara ini lebih mulia lagi, konteksnya adalah manusia.

Bagaimana dengan dampak puluhan, ratusan, hingga ribuan korban yang meninggal akibat fatwa itu? Entah anak-anak, perempuan, lansia, dan seterusnya. Islam menjaga keutuhan nyawa.

Jihad yang disyariatkan oleh Allah SWT melawan penguasa, itu hanya sebatas memastikan agar manusia bisa memeluk dan menjalankan agama dengan baik (Lihat QS al-Anfaal [8]: 39).

Lantas apakah kita akan menamakan perang yang membunuhi umat Islam sendiri itu sebagai jihad?

Mereka sama-sama bersyahadat. Ada ribuan masjid di sini, pesantren, dan madrasah. Bagaimana itu disebut jihad?

Jihad diperbolehkan bila kita umat Islam diperangi oleh musuh yang memerangi negara kita. Ini wajib hukumnya bentuk bela negara. (Lihat QS al-Hajj [22]: 39). Bagaimana bisa jihad memerangi sesama Mukmin dan Muslim dinamakan jihad?

Saya tanya anda satu pertanyaan penting. Jika kita yakin Zionis Israel telah merebut Masjid al-Aqsha dan Palestina, mengapa kita tidak alihkan jihad tersebut ke sana?

Mereka tak menembakkan satu peluru pun untuk kemerdekaan Palestina. Bagaimana mereka membolehkan jihad di Suriah, sementara mereka tidak mengeluarkan fatwa mendesaknya jihad membebaskan al-Aqsha?

Apakah agama itu ditentukan dengan standar manusia? Atau agama adalah syariat Allah yang wajib kita sikapi hati-hati?

Lirik Sholawat Tarhim Subuh







Simak lirik Shalawat "Tarhim" beserta terjemahannya 

Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk 

Yâ imâmal mujâhidîn yâ Rasûlallâh 

Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk 

Yâ nâshiral hudâ yâ khayra khalqillâh 

Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk 

Yâ nâshiral haqqi yâ Rasûlallâh 

Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk 

Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan nilta mâ nilta wal-anâmu niyâmu 

Wa taqaddamta lish-shalâti fashallâ kulu man fis-samâi wa antal imâmu 

Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman 

Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman wa sai’tan nidâ ‘alaykas salâm 

Yâ karîmal akhlâq yâ Rasûlallâh 

Shallallâhu ‘alayka wa ‘alâ âlika wa ashhâbika ajma’în 


Terjemahnya: 

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu 

Duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah 

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu 

Duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik 

Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu 

Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah 

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu 

Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari 

Dialah Yang Maha Melindungi 

Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur 

Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu dan engkau menjadi imam 

Engkau diberangkatkan ke Sidratul Muntaha karena kemulianmu 

dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu 

Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah 

Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.






Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More