Minggu, 26 Maret 2023

Melihat Politik Palestina dengan Jernih

Oleh  : Ismail Amin Pasannai 

JERNIH– Ada dua faksi yang paling berpengaruh di Palestina. Fatah (Gerakan Nasional Pembebasan Palestina) dan HAMAS (Gerakan Perlawanan Islam). Dua faksi ini memiliki ideologi yang berbeda. Fatah berideologi nasionalis sekuler, HAMAS berideologi Islam. Fatah mendukung ide dua negara, HAMAS berkeras Israel harus dibubarkan.


Di era Yasser Arafat, berkat pengaruhnya, kedua faksi berbeda haluan ini bisa disatukan. Setidaknya, perseteruan keduanya bisa diminimalisasi. Namun begitu Yasser Arafat wafat, kongsi kedua faksi ini pecah. Pada pemilihan legislatif tahun 2006, secara mengejutkan, HAMAS memenangkan pemilu secara mutlak, sehingga Ismail Haniyah sebagai ketua Biro Politik HAMAS yang diangkat menjadi Perdana Menteri. Kemenangan HAMAS menunjukkan bahwa rakyat Palestina mendukung perjuangan HAMAS, termasuk menolak eksistensi Israel.


Bagi AS dan negara-negara Barat, kemenangan HAMAS adalah kabar buruk bagi rencana perdamaian Palestina-Israel. HAMAS menolak mengakui Israel tanpa syarat. Karena itu, diprovokasilah Fatah untuk menolak hasil pemilu.


Meski secara de facto Ismail Haniyah adalah PM Palestina, namun tidak pernah bisa menjalankan tugas politiknya dengan normal. Sebab penolakan Fatah atas kemenangan HAMAS membuat kedua faksi ini berseteru bahkan saling adu senjata. Perang saudara dengan saling mengokang senjata dari kedua faksi ini tidak bisa dihindari.


Puncaknya, tahun 2007, Mahmud Abbas selaku presiden Palestina memecat Ismail Haniyah termasuk sejumlah tokoh HAMAS dari kabinet. Rakyat Jalur Gaza yang mendukung HAMAS menolak pemecatan tersebut, dan tetap mengakui Ismail Haniyah sebagai perdana menteri.


Pemerintahan Palestina pun terbagi dua, Tepi Barat dikuasai Fatah, dan Jalur Gaza dikuasai HAMAS. Oleh Barat, karena HAMAS menolak berdamai dengan Israel dan tidak mengakui Israel sebagai negara, HAMAS pun disebut sebagai organisasi teroris dan blokade terhadap Jalur Gaza pun dimulai. Jalur Gaza menjadi penjara terbesar di dunia, dengan dua juta lebih ‘tahanan’. Akibat blokade oleh Israel, Jalur Gaza disebut oleh PBB sebagai wilayah tidak layak huni. Semua serba kekurangan, baik pangan maupun akses air bersih.


Ternyata, nasib Tepi Barat di bawah Fatah yang mengakui Israel, tidak lebih menyenangkan. Israel memanfaatkan kelemahan Fatah dengan terus melakukan pencaplokan (aneksasi) terhadap bagian-bagian Tepi Barat. Termasuk ambisi menguasai sepenuhnya Yerusalem untuk dijadikan ibukota. Sampai tahun 2017, 237 pemukiman telah didirikan Israel di Tepi Barat dengan menampung sekitar 580.000 pemukim.


Sadar saling tikam hanya membuat Palestina makin lemah, dan memberikan keuntungan pada Israel, Fatah mengajukan rekonsiliasi ke HAMAS. Keduanya sepakat bersatu, dan mengadakan pemilu pada 22 Mei 2021. Kesepakatan yang membuat AS dan Israel merinding. Keduanya khawatir HAMAS memenangkan pemilu, atau minimal, Fatah menghentikan upaya diplomasi dan memilih mengikuti arus perlawanan HAMAS.


Fatah sadar, menempuh jalur diplomasi dan memilih melunak hanya membuat Israel ngelunjak dan tidak memberi keuntungan apa-apa bagi rakyat Palestina. Solusinya, persatuan dan membangun pemerintahan bersama.


Situasi panas saat ini di Tepi Barat dan Jalur Gaza, terkait dengan upaya Israel menghambat dan menghalangi pelaksanaan pemilu yang tinggal sepekan lagi.


Sayangnya, di Indonesia, menyikapi situasi terkini di Palestina, isunya jadi kemana-mana. Tidak sedikit yang malah membela Israel dengan membangun narasi berbasis teologi, bahwa Palestina adalah wilayah yang dijanjikan Tuhan untuk orang-orang Yahudi. Ada juga yang membuat isu, tindakan HAMAS melancarkan serangan roket bahkan sampai menyasar Tel Aviv adalah tindakan sepihak HAMAS yang tidak merepresentasikan sikap rakyat Palestina. Mereka malah membenarkan HAMAS adalah organisasi teroris yang sejak awal tidak pernah didukung rakyat Palestina.


Kalau tidak didukung rakyat Palestina, mengapa HAMAS bisa menang mutlak di pemilu 2006, dan mengapa AS dan Israel menolak pemilu tahun ini diadakan jika menyertakan HAMAS?


Kekhawatiran AS dan Israel HAMAS bakal menang pemilu itu berbasis data. Bahwa dukungan rakyat Palestina pada HAMAS dan faksi-faksi perlawanan lainnya makin menguat.


Ada juga yang menyebut, serangan Israel ke Jalur Gaza, hanya bentuk pembelaan diri. Rakyat Palestina sendiri yang memprovokasi. Penyerangan ke Masjid Al-Aqsa pun dimaklumi dengan alasan, provokatornya yang lari ke dalam masjid.


Tolong perbanyaklah baca. Kejadian hari ini di Palestina bukan serba tiba-tiba, semuanya adalah akumulasi hari-hari bahkan tahun-tahun sebelumnya sampai puluhan tahun lalu yang dimulai dari berdatangannya orang-orang yang tidak jelas identitasnya ke tanah Palestina dan membangun koloni-koloni dengan lebih dulu melakukan perampasan tanah, genocida dan penjajahan.


Membangun negara baru di atas perampasan, pembunuhan massal dan pengusiran adalah kejahatan kemanusiaan. Tidak ada dalil teologis satu pun yang membenarkan. Apa pun agamanya. Tidak harus jadi muslim untuk membela rakyat Palestina. Jangan bertindak bodoh, ketika di Palestina mau bersatu dan makin sadar pentingnya persatuan dalam menghadapi musuh, kita di Indonesia malah gontok-gontokan.


Mari dukung rekonsiliasi Fatah-HAMAS. dan pelaksanaan pemilu Palestina. Panjang umur perjuangan. [ ]


* Ketua Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran

Di depan Ulama Iran, Kyai NU Perkenalkan Pemikiran Hasyim Asyari


 TRIBUN-TIMUR.COM - Pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Surabaya Dr. KH. Ahmad Gazali, MA dihadapan sejumlah ulama dan cendekiawan muslim Iran memperkenalkan peran Hadratussyekh Hasyim Asy'ari dalam dunia Islam pada persentase makalah "Peran Hadratussyekh Hasyim Asy'ari dalam Kemerdekaan RI" di Al-Mustafa International University, Qom Republik Islam Iran, Sabtu (8/12/2018).


Dalam penyampaiannya, tenaga pengajar di UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut mengatakan Hadratussyekh Hasyim Asy'ari tidak hanya menunjukkan peran besarnya dalam upaya kemerdekaan dan menjaga kemerdekaan RI.


Ismail Amin, Mahasiswa Indonesia di Al-Mustafa International University, Iran


Hadratussyekh Hasyim Asy'ari juga menjaga keutuhan masyarakat dunia Islam khususnya perannya dalam mencegah rezim al-Saudi merusak makam Nabi Muhammad SAW yang dapat memicu kemarahan umat Islam seluruh dunia.


"Surat Hadratussyekh Hasyim Asy'ari kepada raja Abdul Aziz al-Saud meminta agar empat mazhab resmi Islam tetap harus mendapat tempat di Saudi dan makam Rasulullah saw jangan sampai dihancurkan sebagaimana nasib Pemakaman Baqi, sampai sekarang masih ada. Yang menunjukkan, peran dan pemikiran Hadratussyekh tidak hanya mencakup negara Indonesia saja, namun juga melampaui batas teritorial negara, yaitu dunia Islam secara umum," ujarnya.


Lebih lanjut, KH. Ahmad Gazali menyebut Hadratussyekh Hasyim Asy'ari merupakan tokoh Islam pertama yang menyatakan bahwa NKRI sah secara fikih Islam, sehingga membela NKRI sama kedudukannya dengan jihad dalam Islam yang dibuktikannya dengan fatwa jihad yang dikeluarkannya pada 14 September 1945 untuk mendukung proklamasi dan wajib berjihad mempertahankannya.


"Pandangan KH. Hasyim Asy'ari tentang nasionalisme tidak bertentangan dengan Islam sudah diamalkannya jauh sebelum proklamasi dikumandangkan. Ketika penjajahan Jepang, ia mengeluarkan fatwa haram hukumnya melakukan seikeirei (membungkuk ke arah Istana kaisar Jepang), yang mengakibatkan ia dipenjara dan disiksa tentara Jepang." Lanjut ulama NU Jatim tersebut.


Pemikiran-pemikiran Hadratussyekh menurut KH. Ahmad Gazali yang konsisten dan bersikukuh menjaga toleransi antar umat beragama demi terciptanya kedamaian dan keamanan di NKRI terus dilanjutkan oleh anggota-anggota NU sampai sekarang.


"Saat ini, kita berhadapan dengan fakta merebaknya paham-paham radikal dan fundamentalis yang mengatasnamakan Islam, yang berpotensi mengancam keutuhan bangsa, yang karena itu NU berdiri dibarisan terdepan bersama dengan ormas Islam moderat lainnya akan berdiri menghadapinya," tegasnya.


Dibagian lain pemaparannya, sang Kyai menyebut secara kulutural NU tidak jauh berbeda dengan Syiah yang merupakan mazhab terbesar di Iran. Mengutip perkataan Gusdur, NU adalah Syiah minus imamah.


"Tradisi yang berkembang dan dipraktikkan warga NU itu banyak yang sama dengan tradisi masyarakat Syiah, seperti meramaikan peringatan maulid, haul dan senang ziarah kubur," ungkap KH Ahmad Gazali.


Ditambahkan oleh Prof. Dr. Ali Mufradi, MA, "Salah satu teori masuknya Islam ke Nusantara, adalah dibawa oleh pedagang Gujarat Persia yang bermazhab Syiah.


"Fakta yang menunjukkan hal tersebut adalah tradisi pembelajaran Alquran yang berkembang di Nusantara termasuk metode pemberian harakat dan tanda baca pada huruf-huruf Alquran adalah sama dengan yang digunakan oleh masyarakat muslim Persia,” ujarnya.


“Begitu juga dengan tradisi perayaan Tabut di Sumatera, yang dipengaruhi oleh tradisi Syiah dalam memperingati kesyahidan Imam Husain di Karbala." Jelas Guru Besar Fakultas Adab UIN Sunan Ampel Surabaya.


Pada sesi tanya jawab, KH. Ahmad Ghazali menjawab pertanyaan dari seorang dosen Iran yang menanyakan bagaimana pemikiran Hadratussyekh Hasyim Asy'ari terhadap perjuangan Palestina dan berdirinya Israel.


"Hadratussyekh telah wafat sebelum Israel berdiri, namun jika melihat keterlibatan Hadratussyekh di dunia internasional dan gagasan-gagasannya mempersatukan umat Islam, maka tentu Hadratussyekh akan berpihak dan memberi dukungan pada perjuangan rakyat Palestina, dan itu juga yang dipegang oleh NU sampai hari ini," jelas KH Ahmad Ghazali.


"NU sebagaimana bangsa Iran, terus menyatakan dukungan pada bangsa Palestina dan menuntut rezim Zionis untuk mengembalikan hak-hak rakyat Palestina," ungkapnya.


Di bagian akhir penyampaiannya, KH Ahmad Gazali mengkritik perpustakaan-perpustakaan Iran yang menurutnya tidak menyimpan satupun naskah tulisan ulama-ulama Indonesia baik berbahasa Arab maupun berbahasa Indonesia, sementara perpustakaan di Mekah, menyimpan banyak kitab-kitab yang ditulis ulama nusantara.


"Sebelum kemenangan revolusi Islam di Iran saya sudah banyak melahap buku-buku karya Imam Khomeini dan Baqir Sadr. Hal inipun seharusnya diikuti oleh ulama-ulama di Iran agar dengan membaca pemikiran ulama-ulama Indonesia, Iran lebih bisa mengenal masyarakat muslim Indonesia lebih dekat," tegasnya.


Disebutkan, rombongan guru besar dan dosen UIN Sunan Ampel Surabaya yang dikepalai oleh Dr. KH. Ahmad Gazali berada di Iran dari 1-11 Desember 2018 dalam rangka mengikuti short course dan international research di Al-Mustafa International University Qom. Selain berada di Qom, rombongan juga mengunjugi kota besar lain di Iran seperti di Esfahan dan Teheran. (*)



Penulis: CitizenReporter | Editor: Arif Fuddin Usman

Hindarilah Dosa

 


『HINDARI DOSA ❗』


✨ AMIRUL MUKMININ AS ✨


【توقوا الذنوب فما من بليةٍ ولا نقص رزقٍ إلا بذنبٍ، حتى الخدش والنكبة والمصيبة فإن الله تعالى يقول: (وَمَاۤ أَصَـٰبَكُم مِّن مُّصِیبَةࣲ فَبِمَا كَسَبَتۡ أَیۡدِیكُمۡ وَیَعۡفُوا۟ عَن كَثِیرࣲ)】


"Hindarilah berbuat dosa. Karena bencana apapun dan berkurangnya rezeki, bahkan goresan atau memar serta musibah itu terjadi oleh sebab melakukan dosa. Allah SWT berfirman :


{ وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٖ فَبِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِيكُمۡ وَيَعۡفُواْ عَن كَثِيرٖ }


"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)." [Surat Asy-Syura (42) Ayat 30]

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit


『KEUTAMAAN MENJENGUK ORANG SAKIT』


✨ RASULULLAH SAW ✨


【من عاد مريضاً فله بكل خطوة خطاها حتى يرجع إلى منزله سبعون ألف ألف حسنة، ومحى عنه سبعون ألف ألف سيئة ويرفع له سبعون ألف ألف درجة ويوكل به سبعون ألف ألف ملك يقعدونه في قبره ويستغفرونه إلى يوم القيامة】


"Barangsiapa menjenguk orang sakit, maka untuk setiap langkah yang dia ambil hingga dia kembali ke rumahnya, baginya tujuh puluh juta kebaikan, tujuh puluh juta keburukan akan dihapus darinya, dan dia akan diangkat tujuh puluh juta derajat, dan tujuh puluh juta malaikat mewakili dan mendudukkannya di kuburnya serta meminta ampunan sampai hari kiamat."


Kisah Pemuda yang Menyeberangi Sungai Penuh Buaya

 


Alkisah, hiduplah seorang raja bersama putrinya yang berusia 17 tahun. Sang Raja berniat untuk mencarikan suami bagi putrinya. Ia menginginkan menantu yang gagah yang kelak bisa menjadi pengganti dirinya. Ia pun mengadakan sayembara yang boleh diikuti seluruh pemuda dari dalam negeri maupun luar negeri. Isi sayembara itu adalah "Barang siapa yang memenangkan lomba renang yang aku adakan berhak menikahi anakku dan menjadi penggantiku!"


Berbondong-bondonglah seluruh pemuda ke pusat kerajaan untuk mengikuti sayembara. Lomba renang? Siapa takut?


Saat hari perlombaan, Sang Raja berkata dalam pidatonya, "Hmmm... Kayaknya kalau lomba renang saja nggak seru yaa... Gimana kalau di sungai ini kita tambahan buaya yang kelaparan!" Ia pun memerintahkan pelayannya untuk mendatangkan 100 buaya kelaparan ke dalam sungai. Seluruh peserta lomba yang awalnya sudah percaya diri menjadi ciut. Ketika lomba dimulai, tidak ada satu pun yang terjun ke sungai.


Sang Raja paham akan ketakutan para peserta. Ia pun mendatangkan motivator-motivator handal yang memberikan semangat bagi para peserta. Setelah para peserta diberi motivasi, lomba pun kembali di mulai. Tidak berbeda seperti sebelumnya, tidak ada satu peserta pun yang mau melawan 100 ekor buaya yang sedang kelaparan.



Hampir saja Sang Raja putus asa, tiba-tiba ia melihat seorang peserta terjun ke sungai. Di sungai itu ia berusaha menghindari caplokan buaya. Loncat kesana kemari hingga badannya lebam dan penuh luka. Singkat cerita, ia sampai di tepi sungai satunya dalam keadaan hidup walaupun badannya babak belur.


Raja bergegas menemui pemuda tersebut untuk memberi selamat atas kegigihannya (dan kenekatannya). "Selamat anak muda! Kamu memenangkan perlombaan ini! Katakan apa permintaanmu! Menikahi anakku besok? Atau dinobatkan sebagai penggantiku besok? Katakan saja!" Kata Raja dengan penuh kekaguman.


Anak muda itu menggeleng, ia menolak semua tawaran Raja. "Saya hanya minta satu hal, Baginda. Saya hanya ingin tahu siapa yang mendorong saya ke sungai tadi!"


Sang Raja heran. "Untuk apa kamu ingin tahu siapa yang mendorongmu? Siapa yang peduli? Yang penting kan sekarang kamu berhak menikahi anakku dan menjadi penggantiku."


"Saya ingin berterima kasih pada orang yang telah mendorong saya. Kalau bukan karena dia, saya tidak akan sampai di sini dan memenangkan lomba ini."

-----


Manusia seringkali takut untuk memulai sesuatu. Walaupun sudah ada ribuan motivator yang mencoba mengajak kita untuk masuk ke pintu keberhasilan, faktanya, orang biasa akan takut untuk berjalan masuk ke pintu itu karena harus melewati ratusan "buaya kelaparan". Terkadang orang harus didorong untuk melewati buaya kelaparan itu supaya dia bisa masuk ke pintu keberhasilan.


https://www.kompasiana.com/

Kreator: Aisyah Nawangsari Putri


Peringatan Seabad PSHT di Lapangan Siwa Candi Prambanan



 PSHT.OR.ID -  Ribuan pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berkumpul untuk merayakan usia PSHT yang telah menginjak 100 tahun.  Ratusan pesilat dari berbagai daerah di Tanah Air terlihat antusias menghadiri kegiatan yang digelar dari siang hingga malam hari di Lapangan Siwa Candi Prambanan, Sleman, Jumat (2/9/2022). Dalam usianya yang sudah seabad, diharapkan cabor silat Indonesia bisa mendunia.


Adapun peringatan satu abad PSHT diisi oleh kegiatan coaching clinic yang menghadirkan atlet martial art, Suwardi yang merupakan jembolan dari PSHT. Suwardi berharap, nantinya akan ada junior-junior dari perguruan silatnya yang bisa meneruskan jejak dirinya di seni bela diri campuran.

Sementara itu, Ketum PSHT Muhammad Taufiq berharap, PSHT bisa terus berkiprah dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia, terutama di cabor silat yang tengah berjuang untuk bisa menembus olimpiade.

Pada kesempatan malam puncak itu, anak-anak down syndrome yang tergabung dalam organisasi POTADS DIY berkesempatan menampilkan atraksi pencak silat yang dihadiri oleh lebih dari 2.000 orang meliputi Panitia Penyelenggara, Pengisi Acara, Jajaran Pengurus Pusat PSHT, warga PSHT serta tamu undangan

1 Abad PSHT, Simak Fakta PSHT Mulai Dari Sejarah Hingga Tujuannya

 VOX TIMOR - Perayaan satu abad Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) secara masif di Indonesia.


Sebanyak 700 personel disiagakan untuk mengamankan puncak perayaan 1 Abad Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Madiun, Jawa Timur.


Puncak perayaan 1 abad akan digelar pada Kamis 1 September 2022 di Padepokan Agung PSHT.


PSHT merupakan sebuah singkatan dari Persaudaraan Setia Hati Terate.


Singkatan resmi dari Persaudaraan Setia Hati Terate adalah SH Terate, di mana SH Terate didirikan oleh Ki Hajar Harjo Utomo pada tanggal 2 September 1922 silam di Desa Pilangbango, Kota Madiun.


Itu artinya, pada tahun 2022 ini SH Terate akan genap berusia 100 tahun atau 1 Abad. 



Dikenal dengan nama resmi SH Terate, PSHT adalah 10 Perguruan Historis pendiri IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta.


Oleh karena itu, SH Terate ini mendapatkan kedudukan khusus dalam AD/ART IPSI, yaitu sebagai Perguruan Historis yang memiliki keanggotaan secara otomatis di pusat. 


Perlu diketahui, pendekar SH Terate disebut Warga SH Terate, di mana Warga SH Terate terdiri dari 3 tingkatan yaitu Warga SH Terate Tingkat 1, Warga SH Terate Tingkat 2, dan Warga SH Terate Tingkat 3.


Di SH Terate tidak dikenal istilah guru dan murid seperti di perguruan silat lainnya, namun di SH Terate para "guru/pelatih" dipanggil dengan sebutan "mas/mbak pelatih". Sedangkan yang dilatih dipanggil dengan sebutkan "adik".


Hal ini segaris dengan konsep Persaudaraan yang telah dianut oleh SH Terate. 


Siapapun yang ingin menjadi anggota PSHT atau SH Terate seseorang harus menjalani latihan terlebih dahulu.


Setidaknya ada 4 tahapan yang harus dilalui seorang siswa SH Terate untuk menjadi Seorang Warga, yaitu Siswa Tingkat Sabuk Polos, Siswa Tingkat Sabuk Jambon, Siswa Tingkat Sabuk Hijau, dan Siswa Tingkat Sabuk Putih.


Kemudian setelah melewati tahapan diatas, maka barulah seorang siswa dapat disahkan sebagai anggota PSHT atau Warga SH Terate. 


Sebagai tambahan informasi, SH Terate tidak hanya mengajarkan pencak silat sebagai bela diri.


Namun lebih dari itu, di SH Terate juga diajarkan olahraga, kesenian, kerohanian, dan tentunya juga tentang persaudaraan.


Tujuan utama dari PSHT adalah Mendidik Manusia Berbudi Pekerti Luhur Tahu Benar dan Salah, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta ikut memayu hayuning bawono. 


Masih dilansir dari berbagai sumber, saat ini PSHT di Ketuai oleh Kangmas Drs R Murjoko, HW dan Sekretaris Umumnya Kangmas Ir Tono Suharyanto.


Selain itu, di organiasi SH Terate ada juga yang disebut Dewan Pusat, yaitu lembaga tertinggi organisasi yang bertugas untuk menjaga ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate.


Seperti itulah penjelasan tentang beberapa fakta PSHT.***


Editor: Oktavianus Seldy Berek

Menag: Mereka yang Bukan Saudaramu Dalam Iman Adalah Saudaramu Dalam Kemanusiaan


JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar serah terima jabatan dari Menteri Agama periode Oktober 2019 – Desember 2020 Fachrul Razi kepada penggantinya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Serah terima jabatan berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.


Menag yang akrab disapa Gus Yaqut ini menegaskan komitmennya untuk menjadi menteri semua agama. Menurutnya, tidak boleh ada perbedaan perlakuan dan diskriminasi bagi semua agama di Indonesia.


“Tidak boleh ada perbedaan, tidak boleh ada diskriminasi bagi semua agama di Indonesia,” tegas Gus Yaqut di Jakarta, Rabu (23/12).


Melalui Kemenag, dia ingin menjadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi. Caranya, dengan menumbuhkan sikap saling menghormati antar pemeluk, antar mereka yang berbeda keyakinan. “Mereka yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan,” tuturnya mengutip ungkapan Sayyidina Ali.


“Toleransi tingkat tinggi ini harus diteladankan dari Kementerian Agama. Saya tidak ingin dari Kemenag justru muncul cara-cara diskriminatif antara satu dengan lainnya,” tambah Ketua Umum GP Ansor ini.


Gus Yaqut ingin menjadikan Kemenag sebagai kementerian semua agama. Menag akan berusaha mengembalikan agama pada fungsinya yang mendamaikan. “Kita kembalikan agama pada fungsinya yang mendamaikan, sebagai jalan untuk melakukan resolusi konflik atas semua persoalan,” ujarnya.


“Kita akan menolak gerakan yang ingin menjadikan agama sebagai sumber konflik dan perpecahan. Semua harus berangkat dari Kemenag ini,” tandasnya.

Oleh karena itu, dia meminta kerjasama jajarannya dalam mewujudkan cita-cita ini. Hal itu menurutnya harus dibuktikan dengan kinerja dan pengabdian kepada bangsa dan negara.


Kepada Fachrul Razi, Menag menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas legacy yang telah diwariskan. “Mari kita tingkatkan warisan dari Pak Fachrul yang sudah sangat luar biasa. Mari kita pertahankan dan kita buat lebih baik lagi,” tandasnya.


Hadir dalam kesempatan ini, Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi beserta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama.

Berita Okezone

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More