Jumat, 24 Maret 2023

Buya Arrazy berbicara tentang Sikap Prabowo

 


Hops.ID - Beredar video pendakwah Buya Arrazy Hasyim mengaku tak memilih Presiden Jokowi di Pilpres 2019. Dia mengaku memilih calon lain yaitu Prabowo Subianto.


Video pernyataan Buya Arrazy itu viral setelah diunggah di Youtube Abi Nuril Official.


"Kalau boleh saja jujur saya tidak memilih bapakn presiden dan wakil presiden. Tapi saya memilih mencols yang sekarang sudah jadi menteri," kata Buya Arrazy, dikutip Hops.ID pada Jumat 8 April 2022.


Namun Buya Arrazy mengaku sempat menyesal dan kesal karena yang ia dukung menjadi menteri musuhnya sendiri.


"Ketika berita dimana-dimana menyebutkan yang saya coblos mau menjadi menteri, dalam hati merenung dalam. Antara kesal tapi bertanya-tanya, apakah hati dia lebih bening daripada hati saya yang kata orang ustaz dan buya," kaya Buya


"Apakah hati dia lebih salamah lebih terbebas dari dendam dan kesal daripada saya yang memimpin tarikat dan dzikir. Ternyata disitulah jawabannya," lanjutnya.


Video pernyataan Buya Arrazy pun mendapatkan respon dari netizen. Mereka menyatakan hal yang sama.


"Mantap kobarkan kejujuran sejati,,, sama saya juga memilih PRABOWO," tulis warganet.


"Saya juga begitu. Sama2 sejalan apa2 yg buya katakan. sekarang beliau jadi mentri. Semoga Allah menjawab yg kita inginkan," kata warganet.


"Alhamdulillah kita masih mempunyai orang-orang hebat. Hidup NKRI," kata warganet.

Kawruh Jawa " AYO PODO DIWOCO "


Sedijono Agus


  Manungso kuwi dititah podho, Nanging yen masalah bondo dijatah bedo 


  Mulo menungso iku wajibe mung upoyo karo ndungo. 


  Entuk rejeki sepiro atine sing nrimo

  Ora usah meri karo konco sak podho-podho..


  Akeh wong stres... !                 

  Mergo uripe ora beres... !

                                                  

  Rino wengi mung mburu dunyo 

  Njur lali karo agomo  


  Ojo podho ngersulo mundhak gelis tuwo,

  Wong yen nrimo uripe dowo

  Wong suloyo uripe rekoso... 

                                                                                                                                                            

Wong sing sabar, rejekine bakal jembar. 

Wong yen ngalah, uripe bakal barokah. Sopo sing jujur, uripe bakal makmur.


 Sopo sing tlaten, tembe mburi bakal panen.

Wong sing sombong,  Amale bakal kobong...

                                                                                                                        

Zamane wis zaman tuwo, Akeh manungso wis angel ditoto tuntunane agomo.

 Senengane malah podho gawe duso

 Tumindak duso saben dino podho ora kroso..

 Sithik-sithik ora ketoro, Suwe-suwe dadi cetho,

 Koyo wong tumindak duso dilakoni saben dino,

 Duso Kadhang-kadhang ora kroso,        

 Mergo pancen wis kulino,  

 Sing podho ati-ati lan waspodo,

 Menowo siro ngobrol karo Konco

          

 Ngrasani tonggo ngujah alane wong liyo,

 Kadhang ra rumongso awake gawe duso...

 Ayo mumpung durung telat... !

 Enggal-enggal podho tobat... !


 Timbang ning akherat siro mbesok nompo adzab. 

 Mung duso sepele kang ora dirasakke,

 Nanging gedhe akibate marang awake dhewe.


 Mumpung isih urip, Ngibadaho kanti tertib.

 Ngelingono yen wes mati, Ora bakal iso bali.


 Mumpung isih waras, Ibadaho kanti ikhlas.

  Mumpung isih longgar, Ibadaha kanti sabar.


 Ngelingono yen wis loro, Ora biso opo-opo

 Ngelingono yen wis repot, Ibadah rasane abot...            


Cekap semanten Pituture Pinisepuh Jowo  Mugi wonten manfaatipun Kangge Pepenget kito sedoyo

Ampun supe di getok tularno nang konco2 sedoyo. 

 Aamiiin.


Menjadikan Ancaman sebagai Peluang ala Jokowi


Tadi siang saya berbicara dengan teman, yang juga pengurus KADIN. Ada yang menarik dari pembicaraan tadi. Bahwa Jokowi itu tahu menempatkan posisi dengan tepat dan membaca situasi dengan smart.  Makanya setiap masalah datang, tidak disikapinya dengan rasa takut dan kawatir. Kalau orang lain meliat setiap persoalan adalah ancaman namun bagi Jokowi itu adalah peluang. Coba kamu perhatikan. Ada UU Ormas yang tidak pernah bisa direvisi sehingga pemerintah menjadi lemah dihadapan Ormas. Ada juga UU antiteror yang membuat aparat lemah dihadapan teroris. Tetapi ketika terjadi Aksi 411 dan 212, yang hampir membuat kekuasaanya berderak, justru tidak membuat dia kawatir. Keadaan itu dijadikan momentum baginya untuk menagih janji moral politik kepada elite politik untuk mengubah UU Ormas lewat Perpu dan mengubah UU anti teror. Dan berhasil tanpa ada restriksi apapun dari DPR. Bayangkan UU tersebut tidak pernah berhasil di ubah oleh SBY dan di era Jokowi selesai perubahannya dengan negara semakin kuat.


Kemudian, ketika rupiah melemah, semua panik. Para oposan menjadikan ini sebagai amunisi menyerang Jokowi. Keadaan dibiarkan begitu sajak bulan agustus. Ketika sudah memanas, maka Jokowi tampil mengambil sikap.  Apa sikapnya. ? Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di era sebelumnya. Yaitu menaikan tarif Pajak Penghasilan (PPh) 22 untuk barang impor. Bukan untuk satu dua komoditi tapi 1.147 komoditi. Ini bukan lagi deregulasi tapi revormasi perdagangan. Benar benar market regulated. Dampaknya barang impor akan mahal dan mendorong lahirnya peluang  investasi industri substitusi impor di Indonesia.


Cukup ? belum. Masih ada lagi kebijakan keras. Semua pengusaha tambang baik mineral maupun migas tidak boleh lagi melakukan ekspor tanpa LC. Semua harus menggunakan LC agar mudah dimonitor. Jadi kalau dokumen PEB ( Pemberitahaun Barang untuk ekspor )   tanpa code LC maka beacukai akan mem banned barang itu dikapalkan keluar negeri. Semua devisa yang dihasilkan harus kembali ke Indonesia. Kalau tidak bisa maka harus ditempatkan di bank perwakilan BI di luar negeri.  Sangsinya bagi yang ngeyel adalah pengurangan quota ekspor. Masih ngeyel lagi maka pemerintah akan tingkatkan Domestic Market Obligation. Engga bisa lagi ekspor.  Mau marah ? ini UUD sesuai pasal 33. 


Cukup ? belum. DPR dipaksa harus mendukung kebijakan fasilitas SWAP dua mata uang. Bukan hanya untuk nasabah besar tetapi juga untuk nasabah kecil. Sehingga semua eksportir yang menukar devisanya ke rupiah dijamin oleh asuransi resiko ( hedging) atau kemungkinan terjadi pelemahan rupiah. Jadi tidak perlu lagi ada rekening dollar yang menumpuk di bank. Semua dikuasai negara.  Andaikan tidak terjadi pelemahan rupiah sampai batas psikologi tidak mungkin kebijakan keras ini dapat dilaksanakan. Maklum para spekulan pemain hedge fund engga bisa lagi seenakna menikmati bisnis rente dari pluktuasi rupiah. Andaikan tidak ada perang dagang yang dicetuskan oleh AS, engga mungkin Jokowi bisa membuat kebijakan tarif pajak impor yang revolusioner itu. Andaikan tidak ada pengurasan devisa tidak mungkin Jokowi punya alasan kuat memaksa devisa ekspor kembali ke Indonesia. Selalu ada peluang dibalik setiap masalah.


Teman saya dengan pandangan kosong berkata kepada saya “ Oposan tidak pernah mengenal Jokowi secara pribadi. Sehingga mudah terprovokasi oleh keadaan yang dikira merugikan politik bagi Jokwi. Namun nyatanya itu menjadi senjata Jokowi untuk memaksa terjadinya perubahan, tanpa ada yang bisa menolak. “ Saya hanya tersenyum.  Orang baik itu selalu ikhlas. Buah ikhlas itu adalah hikmah disetiap masalah yang datang. Dan orang baik tahu membaca hikmah. Apa itu ? Hikmah itu adalah pesan cinta dari Tuhan agar kita berubah lebih baik karena masalah. Bukannya mengutuki masalah.

Alasan Prabowo mau Menjadi Menhan

 


Jakarta/ detik.com - Publik bertanya-tanya apa sebenarnya alasan Prabowo mau menerima tawaran Jokowi menjadi Menteri Pertahanan. Prabowo kini menjelaskan logika politik yang membawanya legowo mendukung pemerintahan Jokowi.

"Saya tidak mengerti kenapa banyak yang nanya begitu? Apakah rival dalam kompetisi itu harus jadi lawan? Coba waktu kita di sekolah kita adu lari kemudian kalah apakah kita gebuk-gebukan kan tidak, itu IQ yang sangat rendah," kata Prabowo di podcast Deddy Corbuzier, seperti dikutip Minggu (13/6/2021).


"Beliau ingin jadi presiden itu kan untuk mengabdi untuk Indonesia. Saya juga mau berbakti untuk Indonesia, Kalau sama-sama mau mengabdi untuk Indonesia kenapa harus melawan kan lebih baik dua-duanya kerja sama untuk Indonesia, untuk Merah Putih," sambung Prabowo menegaskan pertimbangannya.


Prabowo lantas mengungkap sejumlah sejarah rival politik yang kemudian bekerja sama. Salah satunya tentang William H Seward, yang merupakan mantan rival Presiden Amerika Serikat ke-16 Abraham Lincoln.


"Abraham Lincoln begitu dia menang dia memilih satu lawan beliau, Seward, lawan dia sudah 20 tahun dia pilih jadi secretary of state di kabinet dia. Dia bertanya kepada Abraham Lincoln saya tahu Anda tidak suka saya tapi Abraham Lincoln menjawab kita berdua mengabdi untuk Amerika Serikat. Saya belajar oh begitu, negara besar ya begitu, jadi tidak ego," ungkap Prabowo.


"Saya yakin Bapak Jokowi merah putih, bapak Pancasila karena itu saya mendukung Bapak," tegas Prabowo.


Prabowo memahami banyak kekecewaan dari pendukungnya. Bahkan dia menduga pendukung Jokowi pun banyak yang kecewa.


"Kalau kecewa pasti ada lah, manusiawi. Tapi istilahnya kita kan komitmennya untuk mengabdi untuk Merah Putih. Dan saya kira di Pak Jokowi di lingkungannya banyak yang tidak setuju saya jadi Menteri Pertahanan," kata Prabowo.


"Ya kita harus berani untuk menjelaskan, saya jelaskan ke pengikut saya. Saya cerita ke pengikut saya dari partai saya saya jelaskan karena banyak yang keras itu kan justru dari partai saya," jelas Prabowo.


Empati Seorang Presiden Jokowi

Diambil Dari FB komunitas alumni ITB untuk Jokowi


Empati.

( Revolusi mental ).


Teman yang punya usaha kontraktor pengerukan sungai ciliwung bercerita kepada saya.  Waktu JOKOWI sebagai Gubernur DKI. Dia pernah diajak blusukan oleh Jokowi ke pemukiman kumuh dibantaran kali. Ketika itu Jokowi masuk kesalah satu rumah penduduk karena kebetulan dipaksa oleh pemilik rumah untuk mampir. Alasannya orang tuanya yang lagi sakit ingin bersalaman dengan Jokowi. Karena ukuran rumah sangat kecil hanya muat 4 orang maka yang masuk kedalam rumah itu hanya Jokowi, ajudan dan termasuk teman itu. Yang lain menunggu diluar. Dirumah itu tidak ada korsi tamu. Para tamu hanya duduk dilantai beraalaskan tikar lusuh.


Pemilik rumah menyuguhkan minuman. Ketika teman itu hendak minum, dia mencium bau sabun pada gelas itu.Dia batal minum.Dia tahu bahwa gelas itu tidak bersih. Dia perhatikan gelas yang lain juga sama karna nampak membayang kesan kotor. Benarlah, para ajudan juga melakukan hal yang sama dengan teman ini, tidak jadi minum. Namun Jokowi dengan tersenyum sambil berbicara dengan pemilik rumah, menghabiskan minuman itu. Tidak ada kesan diwajah Jokowi ragu minum air itu.


Yang membuat saya terkejut,  lanjut cerita teman,  adalah sikap Jokowi ketika saya tanya “ Apakah bapak merasakan aroma sabun pada gelas itu" Dengan tersenyum Jokowi berkata " Air dengan gelas beraroma sabun adalah inspirasi saya untuk berbuat karena cinta. Pemimpin tidak akan merasakan ini kalau dia hanya berada dikantor atau di istana. Selanjutnya Jokowi mengatakan bahwa ketika dia merasakan aroma sabun pada gelas itu, hatinya menjerit karena inilah yang dirasakan oleh sebagian besar rakyatnya setiap hari yaitu kelangkaan air bersih. Air adalah esensi kehidupan dan negara gagal menjaga yang esensi itu.  


Mereka yang tinggal di daerah kumuh menghadapi masalah kesehatan, pendidikan, perumahan, kesempatan berusaha, lingkungan dan lain sebagainya. Kehidupan mereka sudah ada sejak negeri ini merdeka.  Mengapa ? karena selama ini negara tidak hadir ditengah tengah mereka. Negara terlalu jauh untuk dijangkau dan menjangkau. Akibatnya keadilan sosial semakin jauh dan jauh. Sebagai orang yang lahir dari keluarga miskin, saya dapat merasakan suasana hati Jokowi melihat kegetiran dihadapanhya. Karena Jokowi juga lahir dari keluarga miskin. Mungkin juga anda atau siapapun yang kini hidup lapang pernah merasakan kegetiran hidup dalam kemiskina seperti itu. Akan merasakan hal yang sama. 


Menanamkan empati terhadap keadaan lingkungan yang terbatas akan akses sosial , tidak mudah. Kalau anda tidak pernah merasakan getirnya hidup dipinggir kali. Tidak pernah merasakan getir di usir karena engga mampu bayar kontrakan. Tidak pernah merasakan getir karena  engga ada uang  bayar anak sekolah. Anda tidak akan merasa kekuatan empati dalam diri anda. Sulit bagi orang seperti Prabowo yang sedari kecil lahir dari keluarga bangsawan dan menikah dengan keluarga presiden akan merasakan kegetiran itu. Sulit bagi Sandi yang hidup dimanja oleh keluarga William yang konglomerat untuk merasakan kegetiran itu. Mungkin mereka peduli kepada orang miskin tapi untuk menjadi petarung bagi kaum miskin sangat sulit. Karena didalam GEN mereka tidak ada memori kegetiran. Jadi empatinya terukur.


Makanya ketika Jokowi mencalonkan diri sebagai Presiden, saya terpanggil mendukungnya karena tanggun jawab moral agar lahir pemimpin dari kaum bawah, yang akrab lahir batin dengan kemiskinan, sehingga dia akan jadi pembela orang miskin. Negeri kita kaya tetapi kita miskin pemimpin yang punya empati bagi simiskin. Kebanyakan hanya sebatar retorika namun tidak  bisa lari dari fakta yang kemaruk harta dan lupa kepada simiskin ketika berkuasa. Kalau Tuhan memberi rahmat kepada suatu kaum maka dipilihlah pemimpin yang lahir dari kaum duafa dan dia akan selalu dijaga Tuhan untuk melaksanakan keadilan Tuhan bagi simiskin. Saya percaya itu, makanya saya  membela Jokowi untuk kebaikan, agar indonesia lebih baik.

Tak Ada Tempat bergantung selain kepada-Nya


Yusuf

Saat saudara-saudara Yusuf ingin membuangnya ke dalam sumur,


Yusuf tertawa,


Salah seorang dari saudaranya berkata pada Yusuf,


"saat ini bukan tempatnya kau tertawa!",


Kemudian Yusuf berkata,


"Sebelum ini saya selalu berpikir, apa mungkin ada seseorang yang akan memusuhiku sebab saya mempunyai saudara-saudara yang kuat?


Dan saat ini Tuhan menjawab pertanyaanku melalui saudara-saudaraku sendiri, bahwa tak ada tempat bergantung selain kepada-Nya".

Dimana Kebenaran Anda Tempatkan?



Semua orang bilang ingin kebenaran. 

Tapi yang mencari kebenaran itu sedikit. 

Lebih sedikit lagi yang mengakui dan menerima kebenaran. 

Dan jauh lebih sedikit lagi yang mengamalkan kebenaran. 

Dan yang sangat sedikit itu yang istiqamah dalam kebenaran. 


di level manakah kita...???

HINDARI MARAH DAN JENGKEL



     Jangan suka marah, sebab suka marah dapat merusak harga diri dan perilaku, memperburuk interaksi dengan orang lain, mengacaukan kasih sayang, serta dapat memutuskan hubungan kedekatan.


     Jangan biasakan bersikap jengkel, karena itu merupakan pintu kesedihan, persoalan, perseteruan, membuat hati tertekan dan jiwa terasa sesak, membuat (keadaan semakin buruk, dan menyia-nyiakan umur. 


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More