Tampilkan postingan dengan label DUNIA REMAJA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA REMAJA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juli 2023

Bagaimana Cara Mengajar Generasi Milenial?

 


Saat ini tidak sedikit guru yang mengeluh karena kurang mampu mengendalikan siswanya di kelas. Guru merasa jika kini siswanya sulit diatur, sulit memahami materi ajar padahal sudah disampaikan berulang-ulang, motivasi belajarnya rendah, sulit dinasehati dan lain sebagainya.


Satu hal yang perlu guru pahami adalah bahwa generasi siswa saat ini sangat berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya. Banyak para ahli yang mendefinisikan generasi ini dengan sebutan generasi milenial yaitu generasi kelahiran tahun 1980 keatas.


Pada intinya bukanlah nama generasinya tetapi yang perlu guru telaah lebih jauh adalah apakah perbedaan antara generasi milenial dengan generasi sebelumnya?.


Generasi sebelumnya yang disebut dengan generasi baby boomer (1946 — 1964) dan generasi X (1965 -1980) lahir tidak disertai dengan kecanggihan teknologi seperti saat ini sehingga generasi tersebut seringkali disebut dengan imigrant technology.


Kemajuan dunia saat ini dalam bidang teknologi informasi tentunya mempengaruhi pola pikir manusia karena sumber informasi yang terbuka lebar dan mudah diakses hanya dengan menggunakan gadget yang dimiliki, begitu pula halnya dalam dunia pendidikan.


Guru saat ini tidak bisa hanya sekedar ceramah seperti pada generasi sebelum milenial karena apa yang disampaikan oleh guru dengan mudah akan siswa dapatkan melalui jari-jari mereka di layar smartphonenya dan terkadang ada siswa yang meremehkan yang disampaikan oleh guru karena merasa sudah mengetahui informasi yang disampaikan.


Siswa yang hanya mendengar guru berbicara di depan kelas akan segera jenuh karena pada dasarnya mereka ingin mendapatkan sesuatu yang berbeda yang tidak akan mereka dapatkan di internet.


Siapa yang kita didik saat ini? mereka pembelajar abad 21, pemain game digital, pengguna komputer, mulai tidak menyukai TV karena YouTube lebih menarik, yang tidak bisa lepas dari gadget, mereka terbiasa dengan blog, Wikipedia, e-mail, media sosial, website, yang terkadang gurunya sendiri tidak menggunakan hal-hal yang demikian.


Lalu apa yang harus dilakukan oleh guru dalam mengajar siswa generasi milenial ini?, beberapa tipsnya:


Kenali siapa siswa Anda. Guru harus memiliki informasi selengkap mungkin mengenai siswanya karena informasi dimiliki akan menjadi sebuah modal untuk lebih mengetahui dunia siswanya. Misal: latar belakang keluarga, hobi, potensi yang dimiliki, waktu yang dihabiskan untuk bermain internet, waktu yang dimiliki untuk berinteraksi dengan keluarga dan informasi lain yang dapat membantu guru. Semakin dalam guru mengenal siswa akan lebih mudah untuk lebih mendekatkan diri/berinteraksi.

Sesuaikan gaya komunikasi. Cara berkomunikasi generasi milenial saat ini sudah berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi milenial lebih menyukai gaya komunikasi teks atau berbicara melalui dunia maya, dan suka membuat akun di beberapa media sosial seperti Twitter, Instagram, Facebook, Line, WeChat dan lain sebagainya. Bagi generasi ini, itulah gaya komunikasi yang lancar menurut mereka bukan lagi tatap muka secara langsung. Dan disini guru harus mampu mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan gaya tersebut tetapi tidak melupakan gaya berkomunikasi secara langsung. Guru harus mampu mendidik siswanya kapan mereka berkomunikasi secara online dan kapan waktu untuk berbicara secara langsung.

Libatkan siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu ciri dari generasi milenial adalah lebih kritis dalam menyikapi hal-hal baru. Melihat hal tersebut akan lebih sulit bagi guru menyampaikan materi dengan informasi yang hanya satu arah atau melalui metode ceramah, atau dengan kata lain Guru harus merubah dari memberitahu menjadi mencari tahu. Biarkan peserta didik mencari tahu materi yang akan disampaikan oleh guru, dengan kemudahan yang diberikan oleh teknologi saat ini akan mempermudah siswa untuk mencari hal-hal yang akan disampaikan oleh guru dan siswa akan lebih aktif mengikuti proses pembelajaran karena sesuai dengan gaya mereka.

Bantu siswa untuk berkreasi/kreatif. Guru harus membuka kesempatan bagi siswa untuk dapat lebih kreatif, hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode-metode pembelajaran yang bervariasi dan jika diperlukan dapat mengintegrasikan proses pembelajaran dengan teknologi. Selain itu dapat juga ditambahkan dengan permainan kreatif di dalam kelas, membuat proyek, melakukan eksperimen sederhana, menggunakan visualisasi dan hal-hal lain yang sekiranya dapat digunakan untuk memancing siswa dalam berkreasi.

Ajari siswa lebih berpikir. Berpikir kritis merupakan salah satu kebutuhan yang sangat mendasar dalam pendidikan Abad 21 khususnya dalam mempersiapkan siswa dalam menghadapi masa depan mereka yang akan sangat jauh berbeda dengan zaman kita saat ini. Bukan lagi saatnya siswa untuk menghafal/mengingat karena semua informasi di zaman ini sudah sangat mudah di dapatkan. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melatih anak berpikir kritis salah satunya dengan mengubah pola pertanyaan kepada siswa. Jangan menggunakan pertanyaan yang hanya membuat siswa mengingat tetapi gunakan pertanyaan 5 W + 1 H (what, who, why, where, when, how), kurangi memberikan jawaban secara langsung, dorong siswa mencari referensi sendiri, biasakan siswa mengeluarkan pendapat, dan berikan pilihan jawaban lebih dari satu. Dengan memiliki kemampuan berpikir kritis mereka akan memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi di masa yang akan datang, masa yang penuh dengan ketidakpastian.

Jumat, 30 Juni 2023

Apa Yang Dimaksud dengan Kpopers?

 

Pengertian Kpopers 

Kpopers adalah bahasa gaul untuk menyebut penggemar Selebritis yang berasal dari  Korea Selatan. Di dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Korea Foundation di dapatkan Hallyu Wave atau yang lebih dikenal dengan sebutan Budaya Korea punya penggemar sekitar 90 juta di seluruh dunia termasuk Indonesia. Saking dahsyat kekuatan Kpopers ini melebihi dukungan untuk industri musik sendiri.


Fakta Kpopers

Fakta unik seputar Kpoper yang wajib diketahui.


1. Celebrity Worship

Penggemar selebritis Korea ada yang sampai ke tahap celebrity worship yang artinya kondisi dimana seseorang sangat terobsesi dengan selebritis tersebut sampai masuk ketertarikan dengan kehidupan pribadinya. Sampai-sampai seorang Kpopers tidak akan rela bila idolanya dikata-katai dan akan membalas balik orang yang menjelekkan idolanya.


2. Orang yang loyal membeli barang kesukaan

Hampir semua Kpopers mengimpikan untuk bisa memiliki barang yang diproduksi oleh idola nya. Entah itu album lagu, foto card, aksesoris, produk sponsor idola dan lainnya. Para Kpopers terkenal sangat loyal dalam membeli barang-barang idola yang disukai.



3. Tergabung dalam Fanbase yang besar

Seorang Kpopers biasanya tergabung dalam suatu komunitas sama-sama menyukai idola tersebut. Misalnya saja penyuka boyband BTS yang punya fanbase bernama Army. Kegiatan dari fanbase ini beragam mulai dari bekerjasama untuk mendukung karya idolanya sampai dengan mengadakan kegiatan positif diluar K-pop.


4. Aktif di sosial media

Kpopers adalah mereka yang aktif memantau perkembangan sosial media idolanya dan juga fans nya. Berbagai tagar mampu mereka push untuk mendukung idolanya. Kuota bagi Kpopers bukanlah masalah.


5. Hal wajib di ponsel kpopers

Ada kebiasaan unik yang seolah menjadi kewajiban ada di hp kpopers yaitu mulai dari case hp yang berupa karakter atau foto idola begitu juga dengan lockscreen dan wallpaper  hp. Lalu sejumlah sosial media wajib yang dimiliki, kemudian ada notif  khusus untuk memantau sosmed idola, galeri hp yang penuh dengan foto idola dari berbagai angel, serta playlist musik yang didengar adalah lagu-lagu Kpop atau lagu idola.


Contoh Kpopers

Contoh dari Kpopers menamai dirinya sesuai dengan nama fans dari idolanya misalnya Boyband BTS dengan nama fans Army, NU’EST – L.O.Λ.E, Stray Kids dengan nama fans Stay dan masih banyak lagi fans atau disebut nama fandom dari Kpopers.

Apa itu Wibu dan Otaku ?

 

Budaya Jepang telah mendunia sejak beberapa dekade yang lalu sejak anime atau serial animasi Jepang menjadi banyak favorit anak anak di seluruh dunia. Hampir seluruh anak-anak pasti mengenal Doraemon, Sailor Moon hingga Naruto dan One Piece. Bagi sebagian generasi yang lebih tua Anda pasti mengenal serial animasi Dragon Ball, Chibi Maruko, hingga Captain Tsubasa. Lewat serial animasi ini banyak dari Anda mengenal budaya Jepang dan bahkan mengenal negara Jepang itu sendiri. Budaya modern Jepang saat ini banyak mengadaptasi dari anime dan komik jepang yang disebut dengan manga.

Akhir-akhir banyak sekali di sosial media yang menyebutkan kata wibu dan otaku. Bagi sebagian besar Anda, mungkin tidak memahami apa yang dimaksud dengan Wibu, Otaku dan istilah lainnya. Istilah ini tentunya tidak lepas dari budaya Jepang, seperti anime dan manga. Bisa jadi Anda sebenarnya adalah seorang Otaku atau bahkan Wibu. Lalu apakah yang maksud dengan Wibu dan Otaku dan apa perbedaan dari keduanya? Tetaplah membaca tulisan ini agar Anda mengetahui perbedaannya, dan tahu apakah Anda sebenarnya adalah Wibu dan Otaku.

Arti Wibu ?
Istilah ini sangat populer dikalangan anak muda. Anda mungkin banyak menemuinya di sosial media, baik di postingan seseorang dan kolom komentar. Terutama postingan mengenai anime, manga dan lain sebagainya. Meskipun istilah ini terdengar familiar dan cukup populer masih banyak orang yang belum terlalu mengetahui apa arti dari kata wibu. Bahkan banyak dari kita terkadang salah konsep mengenai wibu.

Tidak ada salahnya bagi Anda untuk mengenal istilah ini, meskipun Anda merasa bahwa Anda cukup berumur untuk mengetahui istilah ini. Hal ini supaya Anda tidak merasa bingung saat menjelajah di media sosial dan menemui kata wibu. Sehingga Anda juga tidak akan salah saat menggunakan istilah tersebut. Jadi apa sebenarnya arti wibu. Mari kita bahasa dalam tulisan ini.

Wibu berasal dari bahasa Jepang Weaaboo atau Weeaboo. Pada awalnya kata ini muncul pada komik strip di surat kabar yang berjudul The Perry Bible Fellowship karya Nicholas Gurewitch. Pada komik strip ini kata wibu tida memiliki makna khusus yang ditujukan kepada orang atau kelompok tertentu. Kata weeabo digunakan sebagai kata ganti dari kata wapanese . Wapanese berasa dari kata Wannabe Japanese atau White Japanese dimana kata ini ditujukan untuk seseorang yang bukan asli orang Jepang yang sangat tahu mengenai budaya jepang.

Pada perkembangannya arti Wibu sendiri akhirnya merujuk kepada seseorang yang sangat menyukai atau fanatic terhadap budaya Jepang. Tidak hanya mengenai anime saja, namun seorang wibu adalah orang orang yang menyukai Jepang secara keseluruhan mulai dari anime, lagu, dorama, bahkan budaya tradisional Jepang.

Wibu ini tentunya ditujukan untuk orang-orang yang bukan asli Jepang. Orang Jepang sendiri tidak menyebut diri mereka wibu meskipun sangat menyukai budaya sendiri. Seorang wibu bahkan hampir bisa dikatakan terobsesi dengan budaya Jepang dan sangat mengetahui tentang budaya Jepang bahkan jika dibandingan dengan orang Jepang asli.

Meskipun banyak anak muda menggunakan kata wibu ini, baik di sosial media maupun dalam kehidupan sehari-hari, namun kata wibu di Indonesia memiliki konotasi negatif. Kata wibu banyak ditujukan kepada orang yang sangat menyukai dan terobsesi anime, idol, lagu dan orang tersebut tidak memiliki kehidupan normal. Anda mungkin juga pernah membaca istilah wibu bau bawang, dimana kalimat ini ditujukan untuk mengejek bahwa orang-orang yang menyukai budaya Jepang tidak pernah mandi. Ada juga anggapan bahwa orang yang menyukai anime, dan idol Jepang anak orang-orang yang tidak memiliki kehidupan normal. Karena inilah kata wibu banyak digunakan untuk mengolok-olok orang lain, bahkan kepada orang yang tidak terobsesi budaya Jepang.

Kata wibu sendiri sebenarnya memiliki istilah yang artinya lebih luas. Japanofilia adalah istilah bagi orang-orang barat yang tertarik dan menyukai budaya Jepang. Istilah ini bahkan telah digunakan sejak abad ke- 18. Japanofilia ini tidak hanya tertarik kepada budaya populer Jepang saja, namun juga kepada budaya Jepang yang lebih luas.

Otaku
Otaku juga banyak dihubungkan dengan budaya populer Jepang anime, idol, lagu, manga dan lain sebagainya. Jika anime mengacu kepada seseorang yang menyukai budaya populer Jepang, maka otaku adalah istilah yang lebih spesifik.

Menurut bahasa Jepang, Otaku adalah istilah untuk seseorang yang menekuni satu hobi tertentu. Orang tersebut biasanya berdedikasi terhadap hobi atau kegemarannya. Dalam versi barat istilah otaku hampir mirip dengan istilah “Geek” dalam bahasa Inggris. Namun menurut perkembangannya, otaku akhirnyab digunakan sebagai istilah untuk orang orang yang sangat menyukai Anime Jepang.

Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 90-an ketika anime Jepang menjadi populer di seluruh dunia. Saat itulah istilah otaku mulai menyebar ke luar Jepang dan mulai digunakan untuk orang orang yang sangat menyukai Anime dan juga berdedikasi serta rela mengeluarkan uang untuk hobi atau kegemaran tersebut.

Meskipun istilah wibu dan otaku hanpir mirip namun perbedaan besarnya ada pada ruang lingkung hal hal yang mereka sukai. Wibu lebih merujuk kepada orang yang menyukai budaya populer Jepang seperti menyukai anime, lagu, idol, manga dan cosplayer. Sedangkan istilah otaku lebih kepada orang orang yang menyukai anime saja.

Namun, dalam perkembangannya, seperti yang sudah Anda baca diatas bahwa istilah wibu lebih berkonotasi negatif. Otaku sendiri bahkan jarang digunakan. Banyak yang lebih memahami istilah wibu daripada otaku. Generasi yang lebih tua yang mungkin sekarang sudah berusia awal 30-an tidak banyak yang mengenal istilah wibu dan otaku, mereka lebih banyak menggunakan istilah anime lover untuk menyebut orang-orang yang menyukai anime.

Selasa, 06 Juni 2023

Alasan dan Mudahnya Memulai Usaha Bisnis Online


 

Peluang usaha yang menjanjikan dan bisnis yang sangat menguntungkan bahkan berpeluang akan menjadi trending tampaknya tidak akan bisa jauh dari jenis bisnis yang berbasiskan teknologi internet dan hal ini digadang akan terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahunnya.

Seperti yang kita ketahui sekarang ini bahwa perkembangan teknologi internet telah menjadi media penyebaran informasi yang lebih cepat bahkan cenderung mendominasi diantara media lainnya baik elektronik maupun cetak.

Lantas apa saja dari jenis peluang bisnis dan usaha yang memiliki potensi menghasilkan di tahun 2019 hingga kedepannya?

Kembali pada cara kita memahami apa yang saat ini tengah menjadi trending dan telah banyak di konsumsi oleh lapisan masyarakat luas. Teknologi internet sudah menjadi kebutuhan penting yang kemungkinan besar akan sangat sulit untuk ditinggalkan lagi.


Beragam aktifitas sudah menggunakan internet dan ketergantungan ini menjadikannya sebagai kebutuhan pokok yang mau tidak mau setiap orang harus pelan pelan memasuki era internet yang tiada batas.

Mungkin inilah yang beberapa dekade lalu di ramalkan sebagai bentuk perdagangan bebas dunia. Memang tepat, dan kita saat ini telah memasukinya yang mana kita bebas untuk melakukan semua transaksi keseluruh penjuru dunia tanpa perlu otoritas yang rumit.


Berikut ini adalah 3 jenis bisnis dengan media internet yang akan menjadi inspirasi peluang usaha bisnis paling potensial dengan modal yang tidak terlalu besar.


#1 Membangun toko online (OLSHOP) yang akan menjangkau seluruh dunia

Beberapa tahun yang lalu masyarakat masih banyak yang ragu untuk berbelanja pada sebuah toko online, karena mereka belum terbiasa dan terlalu kawatir akan tertipu mengingat transaksi jual belinya tidak terjadi secara nyata atau bertatap muka.

Selain itu bisnis online shop masih didominasi oleh situs situs besar seperti e-bay, amazon yang proses pembayarannya memerlukan kartu kredit dan sebagaimana yang kita tahu bahwa tidak semua orang bisa dengan mudah membuat kartu kredit khususnya masyarakat Indonesia.

Nah, saat ini toko online yang dibangun oleh anak negeri kita sudah hampir setara kepopulerannya dengan olshopp sekelas e-bay, lazada dan masih banyak lagi.

Ambil contoh saja situs marketplace seperti bukalapak.com dan tokopedia.com yang omsetnya sudah mencapai miliar rupiah perbulan, hal ini merupakan prestasi yang luar biasa dan patut untuk kita contoh.

Kemudian mudahnya lagi sekarang ini tidak harus pusing wajib melakukan pembayaran belanja online dengan kartu kredit melainkan cukup banyak tersedia pilihan metode pembayaran seperti transfer rekening melalui ATM, rekening bersama, maupun e-money.

Cara membuat toko online paling mudah untuk pemula

Sangat banyak jenis toko online yang bisa dibangun dengan mudah bahkan bisa dilakukan oleh pemula tanpa harus membuat situs web online shop diantaranya ialah:

  • Bisnis dropship – Tidak jauh berbeda dengan toko online lainnya, disini juga akan terjadi transaksi jual beli. Pemilik olshop bisa menawarkan dagangan yang diperoleh dari suplier melalui akun sosial media facebook, Instagram, LINE dan masih banyak lagi.
  • Trade situs forum – Kaskus adalah contoh situs forum yang paling terkenal dan banyak media-media terkemuka yang menyediakan forum dengan kategori jual-beli, seperti Kompas, Detik, dan sebagainya.
  • Marketplace – Bukalapak merupakan salah satu pasar online (online marketplace) terkemuka di Indonesia (biasa dikenal juga dengan jaringan toko online). Siapa saja bisa daftar dan membuka akun disana untuk menawarkan dagangan secara online.

Beberapa contoh di atas adalah cara yang mudah dilakukan untuk memulai bisnis toko online meskipun tidak memiliki situs web sendiri dan tentunya akan lebih tepat bagi anda yang masih pemula.

Baca juga ulasan terkait mengenai sistem kerja bisnis dropship yang menguntungkan serta artikel menarik lainnya tentang bisnis online praktis menggunakan sosial media.


Alasan mengapa toko online menjadi peluang bisnis menjanjikan?

Melihat tingkat kesibukan masyarakat sekarang ini mereka ingin memperoleh sesuatu yang cepat dan praktis.

Belanja secara online bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa menghabiskan banyak waktu apalagi padatnya jalan raya seringkali yang menjadi penghambat dan terbuangnya energi dengan sia sia.


#2  Blogger dan Youtubers yang akan menguasai dunia informasi dan hiburan di jaman internet

Tentunya anda sudah tidak asing lagi dengan kabar berita bahwa ada seseorang yang bisa menghasilkan uang dari internet hingga ratusan juta rupiah.

Ini memang bukan berita bohong karena di zaman teknologi internet seperti sekarang ini siapapun bisa mengekspresikan dirinya dengan beragam kreatifitas yang dimiliki sehingga dapat menjadikan sumber penghasilan.

Kita seharusnya menyadari bahwa saat ini media hiburan dan informasi sudah tidak lagi tergantung dengan radio, televisi, majalah maupun koran.

Dengan gadget hp, tablet, laptop yang hampir semua orang sudah memilikinya mereka bisa memperoleh informasi dan hiburan dimana saja dan kapan saja selagi bisa terhubung dengan jaringan internet.

Kalaupun anda tahu, dari sekian banyak informasi yang tersebar di internet merupakan hasil aktifitas seorang blogger dan beragam video hiburan yang disediakan oleh situs youtube ialah karya para youtubers.

  • Blogger (web blog developer) – Mereka adalah seseorang yang membangun situs web atau blog dengan terus menyediakan beragam info yang sekiranya banyak dibutuhkan oleh masyarakat.
  • Youtubers – Seseorang yang melakukan upload video pada situs youtube dan menuangkan kreatifitasnya berupa media visual audio video.


Darimana penghasilan blogger dan youtubers?

Mereka akan terus berusaha menyediakan konten yang dapat menarik perhatian banyak pengunjung dan pemirsa.

Apabila informasi dan hiburan tersebut memiliki kunjungan melimpah maka selayaknya media konvensional yang memperoleh penghasilan dari iklan, maka demikian juga bagi blogger dan youtubers.

Pada sebuah situs web maupun video youtube yang anda temui di internet tidak jarang terdapat iklan yang tampil disana. Dari situlah mereka memperoleh penghasilan uang.

Semakin banyak pengunjung atau pemirsa yang didapat, maka peluang meraup penghasilan hingga jutaan perbulan tidak akan sulit untuk didapatkan. Selengkapnya simak artikel terkait mengenai strategi mendapatkan uang dari video youtube.

Apa alasan menjadi seorang blogger dan youtuber adalah peluang bisnis prospektif yang bakal berkembang dan usaha paling menjanjikan?

Sekali lagi anda perhatikan, mulai anak SD hingga mereka yang sudah dewasa saat ini menggunakan gadget untuk mendukung aktifitasnya.

Apapun info atau hiburan yang ingin mereka dapatkan cukup dengan mencarinya menggunakan internet.

Masyarakat sekarang sudah mulai meninggalkan media konvensional seperti TV, Radio dan media cetak lainnya. Mereka mau yang lebih praktis dan efisien tanpa harus banyak menyita waktu karena semua penjuru dunia sudah ada di genggaman.


#3 Online Service (Bisnis jasa dan layanan secara online)

Pilihan peluang usaha terbaru yang akan booming berikutnya adalah bisnis jasa dan layanan yang dikemas dalam media online dan menggunakan jaringan internet.

Beberapa contoh bisnis layanan yang saat ini sudah mulai mengembangkan sayapnya dengan memanfaatkan fitur teknologi jaringan internet diantaranya ialah:


Transportasi dan booking secara online

Sudah tidak bisa dihindari bahwa bisnis digital yang satu ini dinilai menjadi solusi dalam membantu masyarakat untuk menembus kemacetan kota-kota besar Indonesia seperti sekarang ini.

Membandingkan dengan transportasi konvensional, transportasi online lebih disukai konsumen karena kemudahannya.

Sistem transportasi online cukup mudah dipesan hanya dengan satu sentuhan pada aplikasi smartphone, selain konsumen yang merasa lebih nyaman dalam perjalanan karena informasi rute dan data pengemudi dapat diperoleh dengan jelas.

Hal yang tidak kalah menariknya, penghasilan pengemudi UBER di kota kota besar yang sudah padat dengan tingkat kesibukan yang tinggi bisa mencapai Rp 500 ribu perhari, sangat fantastis bukan? Selengkapnya simak cara daftar driver UBER dan beragam potensinya.

Demikian pula dengan bisnis reservasi atau booking hotel, tiket, maupun delivery barang lainnya yang sudah cukup mudah di akses tanpa beranjak dari tempat anda berada.

Kunci kesuksesan dari bisnis digital transportasi online terletak pada kemudahan konsumen dan pelayanan yang memuaskan.

Simak juga ulasan terkait mengenai prospek taksi online dengan modal mobil kredit serta artikel menarik lainnya tentang tempat mengajukan pinjaman uang secara online.


Digital Agency sebagai partner para pelaku bisnis online

Dalam hal ini berperan untuk menjangkau target market secara online diperlukan strategi khusus bagi suatu merek atau brand dan tentunya dibutuhkan waktu yang panjang untuk dapat melakukannya.

Disinilah digital agency bisa menjadi solusi tepat dalam pemasaran.

Ada beragam solusi  yang dapat dikejakan oleh digital agency sebagai strategi pemasaran produk agar konsumen dapat terus menjangkaunya salah satunya dengan mengoptimalkan fitur sosial media.

Bisnis ini memiliki peluang cukup baik bahkan bisa jadi akan berkembang lebih dahsyat dari tahun tahun yang lalu.

Sebenarnya masih sangat luas lagi peluang usaha jangka panjang yang menjanjikan serta cukup potensial dan bisa menjadi solusi bisnis digital apabila anda terus mengikuti perkembangan teknologi internet dengan cermat. Semoga bermanfaat.

Rabu, 05 April 2023

Apa Peran dan Persoalan Remaja pada Generasi Strawberry?

Oleh : Ratih Prihatina

Jum'at, 11 Maret 2022   |   63399 kali


 “Gua anak umur 21, gak nyangka ternyata kuliah itu seburuk itu untuk mental health, semester 1 kemarin gua udah dihujanin materi sama tugas yang bener2 banyak, akibatnya waktu gua untuk healing sama self reward jadi kurang banget. Yang tadinya gua masih bisa nonton netflix sama chat-chat-an dengan bestie sekarang jadi susah banget. Gua kayaknya belum siap kuliah deh. Gua udah ngomong ke ortu kalau gua mau cuti dulu semester ini. Gua mau fokus healing selama 6 bulan dulu. Tapi ortu gua malah ga setuju, bahkan gua dibilang manja. Gua bingung mau gimana takutnya kalau paksain ipk ku malah tambah anjlok. Gua juga susah komunikasikan ini ke ortu karena mereka ga aware sama mentalhealth kaya gua. Gua mesti gimana....??? (dan diakhiri dengan emot menangis)”.


Paragraf di atas merupakan cuitan twitter salah satu mahasiswa semester 2 (dua) yang sempat viral beredar akhir-akhir ini di beberapa platform media sosial seperti facebook dan instagram, yang akhirnya menimbulkan pembahasan bagi khalayak mengenai istilah yang dianggap baru tentang generasi muda sekarang ini (generasi di bawah millenial) yakni strawberry generation / generasi strawberry.


Istilah strawberry generation pada mulanya muncul dari negara Taiwan, istilah ini ditujukan pada sebagian generasi baru yang lunak seperti buah strawberry. Pemilihan buah strawberry untuk penyebutan generasi baru ini juga karena buah strawberry itu tampak indah dan eksotis, tetapi begitu dipijak atau ditekan ia akan mudah sekali hancur.


Menurut Prof. Rhenald Kasali dalam bukunya dan dalam salah satu kesempatan kuliah online melalui streaming youtube beliau, strawberry generation adalah generasi yang penuh dengan gagasan kreatif tetapi mudah menyerah dan gampang sakit hati. Definisi ini dapat kita lihat melalui laman-laman sosial media. Begitu banyak gagasan- gagasan kreatif yang dilahirkan oleh anak-anak muda, sekaligus pula juga tidak kalah banyak cuitan resah penggambaran suasana hati yang dirasakan oleh mereka.


Sebagai seorang pendidik, Prof. Renald Kasali mencoba mempelajari fenomena ini agar jangan sampai menjadi seperti fenomena flexing yakni crazy rich bohong-bohongan dan lain sebagainya. Analisis mengapa dapat muncul fenomena seperti ini dijabarkan Prof. renald kasali setidaknya karena 4 (empat) hal yakni :


Self diagnosis terlalu dini tanpa melibatkan pihak yang ahli.

Banyak sekarang yang menjadi orang pintar. Anak muda sekarang amat luar biasa, banyak informasi beredar di sosial media dan sebagaianya dan mereka menyerapnya seperti spons yang menyerap air. Kita terpapar informasi-informasi yang kadang belum tentu tepat. Kemudian mencoba mencocok-cocokkan apa yang terjadi kepada dirinya dengan apa yang dikatakan dalam sosial media. Karena cocok kemudian mereka merasa bahwa mereka tertekan, stress dan bahkan depresi kemudian mengatakan : “Ah saya butuh healing”. Padahal alih-alih healing, kata yang lebih tepat digunakan bagi sebagian besar orang sebetulnya adalah “refresing”.


Padahal healing itu tidak sesederhana yang diucapkan, healing merujuk merupakan sebuah proses yang diperlukan untuk mengatasi sebuah luka psikologis di masa lalu yang biasa kita sebut sebagai luka batin. Healing merupakan proses kompleks untuk penyembuhan atau pengobatan. Ada sebuah kejadian di masa lalu yang membekas dan tentu saja ada proses yang harus dilakukan untuk kesembuhannya sehingga kita dapat menjadi lebih baik lagi di masa depan.


Tetapi karena sekarang ini media sosial memberikan informasi yang sangat kaya maka kita merasa bisa memecahkan masalah kita sendiri. Ini adalah self diagnosis yang tidak hanya terjadi pada orang muda tetapi sangat mungkin terjadi pada generasi yang lebih tua. Contoh mudah adalah ketika kita merasakan keluhan pada tubuh kemudian kita tidak mencoba memeriksanya tetapi cuma mencari-cari informasi melalui internet dengan membabi buta, ini malah akan menjadikan kita overthingking dan overdiagnosis.


Jenis overthinking yang dialami oleh kaum muda dengan usia sekitar 25 tahun disebut sebagai quarter life krisis. Quarter life krisis tidak dialami oleh para generasi tua jaman dahulu karena hidupnya memang pada umumnya sedang berjuang dan susah. Tetapi anak muda jaman sekarang mudah cemas ketika melihat temannya pada usia 25 tahun sudah menikah, punya anak, punya karir yang terlihat baik sudah punya mobil dan lain-lain. Kemudian sosial media sekarang ini menjadikan pencapaian-pencapaian itu mudah sekali dipublikasikan dan menjadikan kecemasan berlebih pada sebagian kaum muda lainnya yang belum dapat mencapainya.


Overthingking tersebut membuat anak muda sekali lagi dengan mudah mengatakan bahwa mereka butuh healing karena kepenatan-kepenatan akibat banjirnya informasi pada media sosial, yang tidak dapat mereka saring dengan baik.


Cara orang tua mendidik terkait kondisi keluarga dimana anak dibesarkan dalam situasi yang lebih sejahtera dibandingkan generasi sebelumnya.

Tentu saja banyak yang kehidupannya masih susah, tetapi tidak dapat dipungkiri kehidupan sekarang pada umumnya lebih sejahtera daripada beberapa dekade yang lalu. Dibesarkan dalam keluarga yang sejahtera mesti disyukuri tetapi berakibat juga pada beberapa hal. Pada keluarga yang sejahtera orangtua mempunyai kecenderungan memberikan apa yang diminta oleh anak-anaknya. Kemudian orangtua biasanya memberikan kompensasi waktu yang lebih sedikit dengan uang atau benda-benda material lainnya. Padahal waktu seharusnya tidak dapat dikompensasi, dan orangtua harus tetap menyempatkan perhatian untuk anak-anaknya. Yang berikutnya adalah orangtua sudah tidak terbiasa menghukum anak atau kalau dalam istilah lain memberikan konsekuensi atas kesalahan-kesalahan anaknya.


Kekeliruan orangtua berikutnya adalah setting unrealistic expectation. Orangtua sering menyebut anaknya princess, prince, anak paling hebat dan lain sebagainya. Padahal dalam kenyataannya nanti dalam kehidupan, anak-anak ini akan menghadapi situasi lebih besar dan lebih sulit daripada lingkungan amannya di rumah dimana akan ada orang-orang yang lebih hebat dan pandai dari diri mereka. Akibatnya anak-anak ini kemudian akan lebih mudah kecewa dan lebih mudah tersinggung karena perbedaan kondisi di dalam dan di luar rumah.


Narasi-narasi orangtua yang kurang berpengetahuan.

Pada generasi jaman sebelumnya, relatif tidak ada orangtua yang mengatakan anaknya itu moody (relatif mudah berubah-ubah mood). Akhir-akhir ini jumlah orangtua yang mengatakan anaknya moody makin meningkat. Ada akibat penyebutan moody dari orangtua untuk anaknya yakni setelah anak-anak itu besar nanti mereka akan mudah menyebut dirinya sendiri gampang berubah-ubah mood (percaya pada label tersebut).


Banyak generasi masa kini yang lebih mudah untuk lari dari kesulitan.

Padahal kemenangan dari seseorang itu adalah jika ia bisa memanage semua kesulitan-kesulitan atau obstacle tersebut. Contoh cuitan twitter mahasiswa semester 2 tersebut bisa diartikan bahwa yang bersangkutan kurang dapat melewati kesulitan-kesulitan yang dihadapinya dalam kehidupan perkualiahan.


Kemudian Prof. Renald Kasali memberikan beberapa alternatif solusi atas fenomena tersebut di atas yakni :

  1. Anak2 muda perlu selalu memperbaharui literasinya. Di jaman informasi sangat cepat beredar saat ini, kita amat perlu memvalidasi kebenaran dari setiap informasi dengan berbagai cara, misalnya membaca-baca buku yang sesuai.
  2. Hati-hati dalam melakukan self diagnosis, hadapilah sebuah situasi dengan sekuat tenaga karena ujian merupakan hal yang biasa terjadi. Hati-hati terhadap perangkap sosial media. Hati-hati karena sosial media juga bisa membuat orang menjadi caper dan menceritakan masalah yang dihadapinya, kadang dengan melebih-lebihkan sesuatu.
  3. Peranan orangtua : orangtua harus berperan agar anaknya menjadi generasi yang lebih baik dari dirinya. Jangan terlalu memanjakan anak dengan berlebihan. Berikan konsekuensi jika anak melakukan kesalahan. Mari kita memberi pemahaman akan banyak hal kepada anak-anak, berdampingan dengan teori pengetahuan. Keberhasilan anak-anak ke depan bukan sekedar dari pengetahuan, tetapi generasi berikutnya perlu menjadi orang yang eksploratif.
  4. Peranan pendidik : sebagai pendidik harus dapat mengembangkan situasi yang menyenangkan dalam pelajaran. Keberhasilan pada kehidupan tidak sekedar berdasar dari nilai yang bisa dicapai di kelas, mereka yang juara di kelas belum tentu akan menjadi juara dalam kehidupan.

Peranan generasi muda dalam menjawab tantangan zaman.

Salah satu perbedaan karakteristik yang signifikan pada generasi Z (generasi di bawah millenial) dan beberapa generasi sebelumnyaadalah pada penguasaan teknologi. Setiap generasi punya cara tersendiri untuk berekspresi baik dalam hal berkarya dan memilih karir hidup kedepannya. Generasi hari ini tumbuh dengan kemudahan instan yang ditawarkan oleh teknologi. Hal itu juga menjadikan generasi hari ini punyai cara berbeda dalam memilih dan menunjukkan bakatnya untuk melahirkan hal-hal bermanfaat untuk sekitarnya. Beberapa tampilan sosial media dapat kita hidupkan kembali dengan konten yang bermanfaat.


Generasi hari ini dipandang sebagai generasi rebahan, namun dengan kemajuan teknologi mereka dapat berkontribusi dan bahkan memantik perubahan. Teman-teman muda yang hobinya bermain Tiktok dapat menyalurkan bakatnya dalam hal marketing produk. Gagasan kreatif anak muda hari ini dapat bisa menggeser promotional trends yang sebelumnya menggunakan poster dan media cetak lainnya. Teman teman yang passion-nya berorganisasi dapat bisa membuat kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, terlebih dalam masa pandemi saat ini.


Menumbuhkan mental strawberry menjadi mental tangguh.


Dalam salah satu jurnal yang mendeskripsikan tentang buah strawberry, dijelaskan bahwa buah satu ini adalah buah semu yang berarti bukan buah yang sebenarnya. Begitu juga pada generasi hari ini, mental strawberry adalah mental semu yang bukan sebenarnya dimiliki oleh generasi kita (generasi Z/generasi muda). Generasi yang tangguh merupakan generasi yang berjalan pada poros optimisme masa depan yang lebih baik.


Kita percaya bahwa saat ini prestasi akademik tidak sepenuhnya menjamin masa depan. Disiplin ilmu yang kita pelajari melalui ruang kelas belum tentu dibutuhkan lagi dimasa depan, termasuk apa yang kita pahami hari ini belum tentu dapat bisa relevan dengan permasalahan dimasa depan.


Anies Baswedan dalam satu sambutannya pernah mengatakan, anak muda hari ini tidak perlu lagi diberi pertanyaan akan menjadi apa dimasa depan, tetapi anak muda hari harusnya diberi pertanyaan akan membuat apa dimasa depan. Anak muda hari ini sebenarnya sudah memiliki segalanya yaitu kreatifitas, inovasi dan sikap adaptif. Sikap adaptif, mampu beradaptasi dalam segala bentuk perubahan. Dimana kemajuan zaman tidak dapat kita bendung. Dengan sikap adaptif kita akan mencoba belajar kembali hal – hal baru diluar apa yang sebelumnya kita sudah pahami.


Inovatif dan kreatif, mampu memanfaatkan keterbatasan menjadi peluang yang menciptakan kebermanfaatan. Anak muda tidak perlu diragukan lagi akan hal ini. Kemajuan teknologi dan informasi membuat anak muda lebih punya banyak referensi untuk berkarya. Beragam inovasi yang dilahirkan dengan memanfaatkan media sosial sudah lebih awal di banjiri oleh tangan-tangan pemuda. Namun memang hal ini perlu di optimalkan kembali dengan kemampuan literasi digital yang baik, agar berbagai informasi yang dibuat dapat lebih bisa menjaring permasalahan dan mampu memberikan kebermanfaatan.


Kolaborasi generasi Z (generasi muda) dengan generasi yang lebih tua di lingkungan kerja.


Kita paham bahwa tantangan kedepan akan makin kompleks dan juga berat, namun rasa optimisme akan mampu membawa kita untuk terus berjalan kedepan. Insyaallah anak muda pasti bisa.


Salah satu pemicu terbesar masalah generation gap adalah perbedaan cara komunikasi antara pekerja muda dengan pekerja dari generasi terdahulu. Gaya komunikasi gen X dan baby boomer cenderung lebih kaku dan formal. Sebaliknya, pekerja millennial dan Gen Z terbiasa dengan cara komunikasi yang casual, informal, dan santai. Di sini kita harus mulai bisa mengatasi generation gap yang akan terjadi.


Bagi pekerja muda, tidak ada salahnya jika lebih aktif pula membuka komunikasi yang baik dengan atasan maupun rekan sekerja. Walau atasan Anda kemungkinan besar adalah generasi lebih senior dengan karakter berbeda, bukan berarti mereka tidak bisa diajak bicara dengan gaya kekinian. Ini adalah salah satu cara mengatasi generation gap sehingga bisa tercipta kerjasama yang baik antar generasi di tempat kerja.


Generasi lebih tua yang terkenal lebih tangguh secara mental dapat memberikan konseling dan pendampingan kepada generasi muda, lebih jauh lagi memberi teladan/contoh yang nyata mengenai kekuatan menghadapi tekanan. Sebaliknya, generasi muda yang lebih luwes dalam masalah perkembangan jaman terutama teknologi dan ide kreatif dapat memberikan sumbangsih kemampuannya untuk kemajuan tujuan bersama sebuah instansi.

 


Penyusun : Ratih Prihatina / Pelaksana Seksi Hukum dan Informasi KPKNL Pekalongan

Sumber :

(1)     Kasali, Renald. 2018. Strawberry Generation, Mengubah Generasi Rapuh menjadi Generasi Tangguh.

(2)     https://lpmpendapa.com/opini/strawberry-generation-generasi-pembawa-perubahan.

(3)     https://avrist.com/lifeguide/2020/01/30/6-cara-mengatasi-generation-gap-di-tempat-kerja.

Mengenal ODD pada Anak dan Remaja

Oleh Denia Rahmayanthi | Senin, 18 April 2022 10:18 WIB | 770 Views

Anak-anak dan remaja pada perkembangannya mungkin sering kali menunjukkan perilaku menentang dan sulit mengikuti aturan. Pada level tertentu, perilaku ini merupakan bagian dari tahapan perkembangan yang normal pada masa kanak-kanak dan remaja. Akan tetapi, jika perilaku ini terjadi secara terus menerus dan sering ditampilkan oleh anak dan remaja maka ini bisa menjadi tanda salah satu gangguan psikologis yaitu Oppositional Defiant Disorder (ODD).


Apa itu ODD?

Oppositional Defiant Disorder (ODD) merupakan gangguan perilaku yang ditandai dengan suasana hati mudah marah atau mudah tersinggung, perilaku argumentatif atau menantang, dan perilaku mendendam yang terjadi setidaknya selama enam bulan. Anak atau remaja dengan ODD mengalami kesulitan untuk mengendalikan emosi mereka, sering kali tidak patuh dan menentang terhadap orang lain. Mengacu pada The Diagnostic and Statistic Manual of Mental Disorder (DSM-V), kriteria diagnostik yang digunakan untuk menentukan seseorang mengalami ODD meliputi tiga kelompok perilaku berikut:

Mood Marah / Irritable

  • Sering kehilangan kesabaran
  • Sensitif atau mudah terganggu oleh orang lain
  • Sering marah dan kesal

Perilaku Argumentatif/Menentang

  • Sering berdebat dengan figur otoritas, atau untuk anak dan remaja dengan orang dewasa
  • Sering kali secara aktif menentang atau menolak untuk memenuhi permintaan figur otoritas atau mematuhi aturan
  • Sering kali dengan sengaja mengganggu orang lain
  • Sering menyalahkan orang lain atas kesalahannya atau perilaku buruknya

Perilaku mendendam

  • Menunjukkan perilaku dengki atau pendendam setidaknya dua kali dalam enam bulan terakhir

 

Tidak semua anak yang menampilkan satu atau dua ciri perilaku ODD di atas dapat langsung mendapatkan diagnosa ODD. Anak-anak dan remaja diharuskan memiliki empat atau lebih gejala diatas selama setidaknya enam bulan. Selain itu, perilaku tersebut juga ditampilkan diluar batas normal untuk usia perkembangan anak. Sehingga untuk mendapatkan diagnosa tersebut perlu adanya penilaian ahli seperti Psikolog, Psikiater, Dokter Anak atau ahli kesehatan mental lainnya.


Bagaimana cara mencegah dan menangani anak atau remaja dengan ODD?

Penyebab ODD tidak didefinisikan dengan jelas,sebagian besar ahli berpendapat bahwa ODD merupakan hasil dari berbagai faktor risiko yang muncul seperti masalah biologis, psikologis dan sosial. Untuk melakukan tindakan pencegahan dapat dimulai dengan mengajarkan anak mengenai keterampilan sosial, penyelesaian konflik dan anger management pada usia prasekolah hingga remaja sehingga dapat mengurangi risiko anak mengalami ODD. Pada anak-anak atau remaja yang telah di diagnosa ODD penanganan biasanya berfokus pada terapi perilaku bagi anak dan anggota keluarga untuk memperbaiki gejala ODD yang muncul. Untuk anak, biasanya diberikan keterampilan pemecahan masalah dan untuk orang tua diberikan pelatihan bagaimana berespon dengan tepat pada perilaku anak.


Nah, apakah parents merasa si kecil atau remaja di rumah menunjukkan perilaku seperti di atas? Jika ya, segera konsultasikan masalah ini kepada ahli terdekat. Salah satunya parents dapat mendownload aplikasi d’Fun Station dan melakukan konsultasi online atau datang langsung ke d' Fun Station untuk berkonsultasi dengan ahli yang ada di sana.


Referensi

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). Washington, DC: Author.

Riley, M., Ahmed, S., & Locke, A. B. (2016, April 1). Common questions about oppositional defiant disorder. American Family Physician. From https://www.aafp.org/afp/2016/0401/p586.html

Holland, K. (2019, September 30). Odd in children: Oppositional defiant disorder causes & symptoms. Healthline. from https://www.healthline.com/health/childrens-health/odd-in-children

Berstein , J. (n.d.). How to tell if your child has oppositional defiant disorder. Psychology Today. from https://www.psychologytoday.com/us/blog/liking-the-child-you-love/201603/how-tell-if-your-child-has-oppositional-defiant-disorder

Gejala dan Faktor Depresi Pada Remaja

Oleh Denia Rahmayanthi, S.Psi., M.Psi., Psikolog | Rabu, 31 Agustus 2022 13:11 WIB | 390 Views

Disunting Oleh : Brenda Carqua

Saat ini, kesehatan mental mungkin sudah menjadi topik yang sangat familiar untuk kita dengar di berbagai platform online maupun ketika berbincang langsung dengan orang-orang di sekitar kita. Perkembangan teknologi membuat akses pengetahuan menjadi lebih terbuka termasuk mengenai kesehatan mental yang mana hal ini bisa berdampak positif karena dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan mental dirinya. Namun di sisi lain, hal ini juga sering kali membuat kita semakin mudah untuk melakukan self-diagnose. Padahal, permasalahan kesehatan mental itu sangatlah kompleks dan baru dapat ditegakkan diagnosanya oleh ahli (psikolog atau psikiater).

 

Tidak bisa dipungkiri, salah satu topik kesehatan mental yang paling sering kita dengar akhir-akhir ini adalah depresi. Lalu apa itu depresi? Depresi merupakan perasaan sedih mendalam yang sering muncul dari waktu ke waktu serta ditandai dengan perasaan subjektif yang dialami seseorang seperti kecewa, putus asa, tidak bahagia, dan kehilangan minat pada berbagai kegiatan. Depresi tidak hanya dialami oleh orang dewasa, namun juga bisa dialami oleh remaja. Dari data WHO (World Health Organization) pada tahun 2020 menunjukkan bahwa depresi setidaknya dialami oleh 1,1% remaja berusia 10-14 tahun dan 2,8% remaja berusia 15-19 tahun.  


Remaja yang mengalami depresi sering kali mengalami perubahan yang signifikan pada pemikiran dan perilaku mereka. Gejala yang paling umum dialami yaitu kesedihan mendalam tanpa adanya alasan yang jelas hampir sepanjang waktu serta tidak memiliki motivasi dalam melakukan berbagai aktivitas termasuk dalam aktivitas akademik. Selain itu, mereka juga cenderung menjadi menarik diri dari lingkungan misalnya dengan lebih banyak menghabiskan banyak waktu di kamar tanpa melakukan interaksi dengan orang lain. 


Ada berbagai faktor yang membuat remaja rentan mengalami depresi, diantaranya adalah: 

Adanya perubahan fisik dan hormon 

Pada masa remaja, seseorang mengalami banyak perubahan baik secara fisik maupun secara hormonal. Perubahan fisik yang baru dan perubahan hormonal yang cukup signifikan membuat remaja membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan tersebut. Remaja juga sering kali mulai mengidentifikasi bagaimana bentuk tubuh yang ideal yang sering kali memunculkan perasaan kurang puas akan diri mereka sendiri dan memicu stress. 

Perubahan Emosi 

Remaja sering kali tidak stabil secara emosi dan lebih sering mengalami perasaan-perasaan negatif seperti marah, bersalah, malu, dan cemas. Sebagai hasil dari berbagai macam emosi negatif yang dirasakan, remaja menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami depresi ketika mereka tidak dapat mengelola emosinya dengan baik. 

Perubahan Sosial 

Banyak tuntutan yang mulai muncul ketika seseorang mulai memasuki masa remaja misalnya tuntutan dalam adaptasi dengan teman sebaya, perubahan peran di lingkungan keluarga dan masyarakat, serta tekanan dalam mengatasi permasalahan secara mandiri. Perubahan tuntutan tersebut membuat remaja rentan mengalami stres dan bila terjadi secara berkepanjangan dapat memicu munculnya depresi. 

Lingkungan yang Stressful 

Remaja yang tumbuh di lingkungan yang kurang dapat memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, dan psikologis rentan mengembangkan perasaan kurang berharga. Mereka cenderung merasa tidak memiliki dukungan ketika mereka berada dalam masa sulit serta menumbuhkan self-esteem yang rendah. Perasaan-perasaan negatif tersebut dapat berkembang menjadi faktor pemicu depresi. 

Adanya Faktor Risiko Lain 

Faktor risiko lain yang dapat membuat remaja rentan terhadap depresi adalah adanya permasalahan dalam pertemanan, bullying, permasalahan akademik, mendapatkan pengalaman kekerasan (baik secara verbal, fisik, maupun seksual), mengalami sakit fisik yang berkepanjangan seperti diabetes atau kanker, memiliki permasalahan mental lain seperti gangguan kecemasan dll, serta menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang. 


Terkadang sulit untuk mengidentifikasi perbedaan perubahan suasana hati remaja apakah disebabkan oleh bagian dari perkembangan remaja atau karena adanya permasalahan kesehatan mental seperti depresi. Oleh sebab itu, orang tua dapat mulai dengan mendekatkan diri pada remaja dan berusaha untuk menjadi tempat ternyaman bagi remaja untuk mengungkapkan perasaannya. 


Jika dirasa gejala depresi seperti yang dijelaskan sebelumnya sudah muncul dan terjadi secara berkepanjangan atau ada perubahan signifikan pada aktivitas remaja di rumah, penting untuk melakukan pemeriksaan kepada ahli sehingga dapat menentukan permasalahan yang dialami oleh remaja masih dalam kategori normal atau membutuhkan penanganan lebih lanjut. Untuk Anda yang berdomisili di area Bandung, Anda bisa datang langsung ke d’Fun Station dan berkonsultasi dengan psikolog profesional di sana.


Daftar Rujukan 

Bruce, D. F. (2022, April 24). Teen depression: Causes, symptoms, heredity, and treatments. WebMD. from https://www.webmd.com/depression/guide/teen-depression 

Mayo Clinic. (2022, August 12). Teen depression. Mayo Clinic. from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/teen-depression/symptoms-causes/syc-20350985 

WHO. (2021, November 17). Adolescent mental health. World Health Organization. from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More