Tampilkan postingan dengan label KE-SH AN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KE-SH AN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 April 2023

Molimo Sunan Ampel menjadi Prinsip Warga PSHT

 

Sunan Ampel adalah salah satu Wali yang menyebar kan agama Islam di Pulau Jawa. beliau mengajar kan Agama Islam dan pengajaran nya Banyak berpusat pada daerah Ampel Denta, di Surabaya sekarang, nama asli nya adalah Sayyid Ali Rahmatullah atau lebih di kenal dengan nama Raden Rahmat alias Sunan Ampel. 

Nama Sunan Ampel di berikan karena beliau tinggal di daerah Ampel Denta. Sunan Apel mempunyai ajaran yang terkenal, yaitu “Molimo”. Molimo merupakan gabungan dari kata “Mo” yang berarti tidak mau, dan “limo” yang berarti lima perkara. Maka, “Molimo” adalah tidak mau melakukan lima perkara yang dilarang.

Lima perkara tersebut adalah “Emoh Main” (tidak mau berjudi), “Emoh Ngumbi” (tidak mau minum yang memabukkan), “Emoh Madat” (tidak mau mengisap candu atau ganja), “Emoh Maling” (tidak mau mencuri atau kolusi), dan “Emoh Madon” (tidak mau berzina).

Ajaran atau pepacuh, MOLIMO adalah sebuah budaya yang ada di dalam Persaudaraan Setia Hati Terate, setiap warga harus mentaati peraturan tersebut. Budaya di sini memiliki pengaruh besar terhadap organisasi terebut yang mana budaya tersebut dapat merubah kebiasaan orang yang tidak baik menjadi lebih baik karena adanya budaya tersebut.

Salah satu contoh ketika seseorang melakukan larangan Molimo tersebut seperti halnya meling ketika seseorang yang ikut latihan aktif maka dengan tidak langsung seseorang tersebut akan meningalkan kebiasaan maling tersebut karena didalam dirinya sudah tertanam nilai-nilai atau budaya yang baik. Sebab Molimo tersebut sangat berpotensi terhadap tindak tanduknya setiap angotanya, baik buruknya suatu anggota tergantung aturan-aturan serta budaya yang ada di dalam organisasi tersebut.

Molimo atau lima larangan itu penjelasannya adalah sebagai berikut:

1.Emoh Main atau tidak mau berjudi

Pada hakikatnya perjudian merupakan perbuatan yang bertentangan dengan norma dan hukum. Judi dapat menimbulkan dampak negatif dan merugikan moral dan mental masyarakat.Oleh sebab itu, tidak berlebihan pula jika judi disebut sebagai salah satu penyakit masyarakat.

Selain melanggar norma hukum, judi juga dilarang dalam ajaran Islam. Judi bahkan disebutkan sebagai salah satu kegiatan yang menyebabkan dosa besar.

Orang yang melakukan judi berharap akan mendapatkan keuntungan dengan cara instan. Meskipun pada praktiknya, judi juga bisa menyebabkan kerugian. Orang-orang yang melakukan judi cenderung termasuk orang yang malas karena ingin mendapatkan hasil tanpa bekerja keras.

Jaadi jangan sampai kita berjudi apalagi kita sebagai warga PSHT.

2.Emoh Mendem atau tidak mau minum arak atau mabuk-mabukan

Efek mengonsumsi minuman alkohol berlebihan dapat menyebabkan seseorang hilang kesadaran dan kendali atau mabuk. Saat kondisi ini terjadi pada seseorang, tak sedikit juga mereka mengalami perubahan emosi dan lebih gampang marah.

Ketika seseorang mabuk maka hilanglah kesadaran dirinya sehingga sulit mengendalikan pikiran, perasaan dan tindakan, dan biasanya disertai perilaku agresif, destruktif, apatis, rasa takut, dan tidak bertanggung jawab, serta emosi yang tidak stabil, dan intelektual yang semakin hari-semakin berkurang.

Minum alkohol juga akan menganggu kesehatan organ-organ tubuhnya sehingga menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti merusak hati dan memicu penyakit jantung, merusak  pembuluh darah serta meningkatkan resiko kanker dan gangguan otak. 

Didalam ajaran agama, minuman keras juga di haramkan, karenanya sebagai warga PSHT tentu mengindari minuman keras menjadi kewajiban seorang yang beragama.

3.Emoh Maling atau tidak mau mencuri

Setiap orang yang berakal pasti akan sepakat bahwa mencuri adalah perbuatan yang zalim dan merupakan kejahatan. Oleh karena itu Islam juga menetapkan larangan mencuri harta orang lain. Bahkan ia termasuk dosa besar dan kezaliman yang nyata.

Mencuri itu perbuatan yang amat tercela. jangan sampai kita mencuri karena barang yang kita curi adalah hak orang lain dan bukan hak kita. makanan yang kita makan yang di beli dari hasil mencuri tidak akan berkah. daging yang tumbuh di tubuh dari makanan hasil curian adalah daging yang tidak halal.

4.Emoh Madat atau tidak mau mengisap candu, ganja dan lain- lain

Selain kesehatan fisik menurun, narkoba berdampak langsung pada kesehatan mental jangka panjang pada penggunanya. Penyalahgunaan obat-obatan berdampak pada perubahan fungsi dan struktur otak yang mempengaruhi kognitif (Sulit berkonsentrasi, tidak bergairah, tidak termotivasi) dan perilaku pecandu.

Narkoba adalah zat yang dapat menimbulkan efek adiktif atau kecanduan. saat sudah kecanduan badan kita rasanya akan sangat menderita dan selalu merasa menginginkan untuk mengkonsumsi zat itu lagi. sehingga segala macam cara akan dilakukan untuk mendapat barang itu termasuk mencuri, merampok, dan lain- lain

5.Emoh Madon atau tidak mau berzina atau main perempuan

Dampak dari perbuatan zina dikelompokkan menjadi dua yaitu di dunia dan akhirat. Yaitu:

Dampak yang Ditanggung Dunia

1) Menghilangkan Kewibawaan

Pelaku dari perbuatan zina akan kehilangan kehormatan, martabat, dan harga dirinya di masyarakat. Bahkan pelaku zina dapat dianggap menjijikan dan menjadi sampah bagi masyarakat.

2) Menyebabkan Kefakiran

Pelaku zina dapat membawa pelakunya pada kemiskinan. Sebab, seseorang yang melakukan perbuatan zina akan mengejar kepuasan nafsunya dan mengeluarkan sejumlah materi untuk memenuhi hasratnya.

3) Memperpendek Umur

Perilaku zina dapat menyebabkan umur seseorang berkurang karena dapat terjangkit HIV/AIDS, penyakit kelamin, dan beberapa resiko yang menyebabkan pada kematian.

Dampak yang Ditanggung Akhirat

1) Mendapatkan Murka Allah SWT

Dalam firman Allah SWT telah dijelaskan bahwa zina ialah perbuatan yang dilarang dalam Islam. Maka dari itu, pelaku zina akan mendapatkan murka dari Allah SWT kelak di akhirat nanti.

2) Mendapatkan Hisab yang Buruk

Pada saat yaumul hisab, para pelaku zina akan menyesali perbuatannya yang dimana perbuatan tersebut akan diperlihatkan betapa besarnya dosa dari zina yang telah dilakukannya.

3) Mendapatkan Siksa yang Pedih

Pelaku dari perbuatan zina akan mendapat siksa yang berat dan pedih di akhirat.



Senin, 03 April 2023

Falsafah yang Jadi Pegangan Warga PSHT

 PSHT atau Persaudaraan Setia Hati Terate merupakan organisasi pencak silat asal Madiun yang eksis di berbagai wilayah Nusantara. Selain belajar pencak silat, para anggotanya turut dibekali dengan falsafah PSHT yang menjadi tuntunan mereka.

Mengutip skripsi Kosmologi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) (Telaah terhadap Konsep Memayu Hayuning Bawana) karangan Munir Abdul Bashor, PSHT tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan olah fisik, tetapi juga mendidik anggotanya agar menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Dari situlah muncul berbagai falsafah PSHT yang harus dijadikan pegangan untuk para anggotanya. Apa saja falsafah tersebut? 

Mengutip buku Setia Hati The Way of My Life oleh Bambang Sri Hartono dan Dr. Taufiqur Rohman, salah satu falsafah PSHT yang selalu ditanamkan pada diri anggotanya adalah “Memayu hayuning bawana, ambrasta dur hangkara”.

Ini merupakan falsafah Jawa yang artinya manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan serta memberantas sifat angkara murka, serakah, dan tamak.


Falsafah tersebut diwariskan oleh Kang Mas atau warga senior di PSHT kepada generasi-generasi berikutnya agar adik-adik mereka bisa saling menghargai satu sama lain dan menghormati sesama makhluk hidup.

Selain “Memayu hayuning bawana, ambrasta dur hangkara”, ada berbagai falsafah PSHT lainnya yang sarat akan makna. Berikut beberapa di antaranya yang dikutip dari laman PSHT Cabang Kendal:

“Sephiro Gedhening Sengsoro Yen Tinompo Amung Dadi Coba”, artinya sebesar apapun penderitaan apabila diterima dengan hati yang ikhlas maka hanya akan menjadi cobaan semata.

“Olo Tanpo Rupo Yen Tumandhang Amung Sedelok”, artinya setiap kesusahan, keburukan, dan masalah-masalah apabila dijalani dengan senang hati maka akan hanya terasa sebentar saja.

“Tega Larane, Ora Tego Patine”, artinya orang SH Terate itu berani untuk menyakiti seseorang namun hanya kalau dengan niat untuk memperbaiki bukan merusak.

“Sak Apik-apike Wong Yen Aweh Pitulung Kanthi Cara Dedhemitan”, artinya adalah sebaik-baik manusia adalah orang yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi.

“Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dening Pangastuti”, artinya segala kesempurnaan hidup (kesaktian, kepandaian, kejayaan, dan kekayaan) dapat diluluhkan dengan budi pekerti yang luhur.

“Satria Ingkang Pilih Tanding”, artinya kestria yang hanya mau melawan orang yang mampu menghadapinya, bukan orang yang lebih lemah daripadanya.

“Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake”, artinya berani tanpa harus ada kawan dan dapat menang tanpa harus merendahkan lawan.

“Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan”, artinya jangan sakit hati bila musibah menimpa dirinya dan jangan bersusah apabila kehilangan sesuatu.

“Ojo Seneng Gawe Susahe Liyan, Opo Alane Gawe Seneng Liyan” artinya jangan suka membuat orang lain bersusah dan tiada buruknya membuat bahagia orang lain.

“Ojo Waton Ngomong Ning Yen Ngomong Sing Gawe Waton”, artinya jangan hanya sekedar bicara, namun apabila bicara harus bisa dibuktikan.

“Ojo Rumongso Biso Ning Sing Biso Rumungso”, artinya janganlah merasa paling bisa namun sadar diri atas apa yang dapat dilakukan orang-orang disekitar kita.

“Ngunduh Wohing Pakarthi”, artinya siapa yang berbuat pasti akan menerima hasil perbuatannya.

“Jer Basuki Mawa Beya”, artinya sebuah kesuksesan dibutuhkan suatu pengorbanan.

“Budhi Dayane Manugso Tan Keno Ngluwihi Kodrate Sing Maha Kuwoso”, artinya sebaik-baiknya, sekuat-kuatnya manusia itu, tidak akan mampu melebihi takdir Tuhan Yang Maha Esa.

“Sekti Tanpo Aji Digdoyo Tanpo Guru”, artinya sudah sakti tanpa ‘pegangan’, maksudnya tanpa jimat, aji-aji, ilmu kebatinan – dan sudah hebat tanpa berguru

“Kridhaning Ati Ora Bisa Mbedhah Kuthaning Pesthi”, artinya gejolak jiwa tidak bisa mengubah kepatian.

“Amemangun Karyenak Tyasing Sesama”, artinya membuat enak perasaan orang lain.

“Sukeng Tyas Yen Den Hita", artinya suka/bersedia menerima nasihat, kritik, teguran.

“Aja Adigang, Adigung, Adiguna", artinya jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.

“Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo”, artinya jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.

“Sing Resik Uripe Bakal Mulya”, artinya siapa yang bersih hidupnya akan mulia.

“Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas”, artinya jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; jangan suka berbuat curang agar tidak celaka; dan Barang siapa yang ragu-ragu akan binasa atau merugi.

“Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman”, artinya janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.

“Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman”, artinya jangan mudah terheran-heran; jangan mudah menyesal; jangan mudah terkejut-kejut; jangan mudah kolokan atau manja.

“Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli”, artinya bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih; cepat tanpa harus mendahului; tinggi tanpa harus melebihi.

“Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan”, artinya jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.

“Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha”, artinya berjuang tanpa perlu membawa massa; menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; kaya tanpa didasari kebendaan.

“Urip Iku Urup”, artinya hidup itu hyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More