Rabu, 05 April 2023

Apa Peran dan Persoalan Remaja pada Generasi Strawberry?

Oleh : Ratih Prihatina

Jum'at, 11 Maret 2022   |   63399 kali


 “Gua anak umur 21, gak nyangka ternyata kuliah itu seburuk itu untuk mental health, semester 1 kemarin gua udah dihujanin materi sama tugas yang bener2 banyak, akibatnya waktu gua untuk healing sama self reward jadi kurang banget. Yang tadinya gua masih bisa nonton netflix sama chat-chat-an dengan bestie sekarang jadi susah banget. Gua kayaknya belum siap kuliah deh. Gua udah ngomong ke ortu kalau gua mau cuti dulu semester ini. Gua mau fokus healing selama 6 bulan dulu. Tapi ortu gua malah ga setuju, bahkan gua dibilang manja. Gua bingung mau gimana takutnya kalau paksain ipk ku malah tambah anjlok. Gua juga susah komunikasikan ini ke ortu karena mereka ga aware sama mentalhealth kaya gua. Gua mesti gimana....??? (dan diakhiri dengan emot menangis)”.


Paragraf di atas merupakan cuitan twitter salah satu mahasiswa semester 2 (dua) yang sempat viral beredar akhir-akhir ini di beberapa platform media sosial seperti facebook dan instagram, yang akhirnya menimbulkan pembahasan bagi khalayak mengenai istilah yang dianggap baru tentang generasi muda sekarang ini (generasi di bawah millenial) yakni strawberry generation / generasi strawberry.


Istilah strawberry generation pada mulanya muncul dari negara Taiwan, istilah ini ditujukan pada sebagian generasi baru yang lunak seperti buah strawberry. Pemilihan buah strawberry untuk penyebutan generasi baru ini juga karena buah strawberry itu tampak indah dan eksotis, tetapi begitu dipijak atau ditekan ia akan mudah sekali hancur.


Menurut Prof. Rhenald Kasali dalam bukunya dan dalam salah satu kesempatan kuliah online melalui streaming youtube beliau, strawberry generation adalah generasi yang penuh dengan gagasan kreatif tetapi mudah menyerah dan gampang sakit hati. Definisi ini dapat kita lihat melalui laman-laman sosial media. Begitu banyak gagasan- gagasan kreatif yang dilahirkan oleh anak-anak muda, sekaligus pula juga tidak kalah banyak cuitan resah penggambaran suasana hati yang dirasakan oleh mereka.


Sebagai seorang pendidik, Prof. Renald Kasali mencoba mempelajari fenomena ini agar jangan sampai menjadi seperti fenomena flexing yakni crazy rich bohong-bohongan dan lain sebagainya. Analisis mengapa dapat muncul fenomena seperti ini dijabarkan Prof. renald kasali setidaknya karena 4 (empat) hal yakni :


Self diagnosis terlalu dini tanpa melibatkan pihak yang ahli.

Banyak sekarang yang menjadi orang pintar. Anak muda sekarang amat luar biasa, banyak informasi beredar di sosial media dan sebagaianya dan mereka menyerapnya seperti spons yang menyerap air. Kita terpapar informasi-informasi yang kadang belum tentu tepat. Kemudian mencoba mencocok-cocokkan apa yang terjadi kepada dirinya dengan apa yang dikatakan dalam sosial media. Karena cocok kemudian mereka merasa bahwa mereka tertekan, stress dan bahkan depresi kemudian mengatakan : “Ah saya butuh healing”. Padahal alih-alih healing, kata yang lebih tepat digunakan bagi sebagian besar orang sebetulnya adalah “refresing”.


Padahal healing itu tidak sesederhana yang diucapkan, healing merujuk merupakan sebuah proses yang diperlukan untuk mengatasi sebuah luka psikologis di masa lalu yang biasa kita sebut sebagai luka batin. Healing merupakan proses kompleks untuk penyembuhan atau pengobatan. Ada sebuah kejadian di masa lalu yang membekas dan tentu saja ada proses yang harus dilakukan untuk kesembuhannya sehingga kita dapat menjadi lebih baik lagi di masa depan.


Tetapi karena sekarang ini media sosial memberikan informasi yang sangat kaya maka kita merasa bisa memecahkan masalah kita sendiri. Ini adalah self diagnosis yang tidak hanya terjadi pada orang muda tetapi sangat mungkin terjadi pada generasi yang lebih tua. Contoh mudah adalah ketika kita merasakan keluhan pada tubuh kemudian kita tidak mencoba memeriksanya tetapi cuma mencari-cari informasi melalui internet dengan membabi buta, ini malah akan menjadikan kita overthingking dan overdiagnosis.


Jenis overthinking yang dialami oleh kaum muda dengan usia sekitar 25 tahun disebut sebagai quarter life krisis. Quarter life krisis tidak dialami oleh para generasi tua jaman dahulu karena hidupnya memang pada umumnya sedang berjuang dan susah. Tetapi anak muda jaman sekarang mudah cemas ketika melihat temannya pada usia 25 tahun sudah menikah, punya anak, punya karir yang terlihat baik sudah punya mobil dan lain-lain. Kemudian sosial media sekarang ini menjadikan pencapaian-pencapaian itu mudah sekali dipublikasikan dan menjadikan kecemasan berlebih pada sebagian kaum muda lainnya yang belum dapat mencapainya.


Overthingking tersebut membuat anak muda sekali lagi dengan mudah mengatakan bahwa mereka butuh healing karena kepenatan-kepenatan akibat banjirnya informasi pada media sosial, yang tidak dapat mereka saring dengan baik.


Cara orang tua mendidik terkait kondisi keluarga dimana anak dibesarkan dalam situasi yang lebih sejahtera dibandingkan generasi sebelumnya.

Tentu saja banyak yang kehidupannya masih susah, tetapi tidak dapat dipungkiri kehidupan sekarang pada umumnya lebih sejahtera daripada beberapa dekade yang lalu. Dibesarkan dalam keluarga yang sejahtera mesti disyukuri tetapi berakibat juga pada beberapa hal. Pada keluarga yang sejahtera orangtua mempunyai kecenderungan memberikan apa yang diminta oleh anak-anaknya. Kemudian orangtua biasanya memberikan kompensasi waktu yang lebih sedikit dengan uang atau benda-benda material lainnya. Padahal waktu seharusnya tidak dapat dikompensasi, dan orangtua harus tetap menyempatkan perhatian untuk anak-anaknya. Yang berikutnya adalah orangtua sudah tidak terbiasa menghukum anak atau kalau dalam istilah lain memberikan konsekuensi atas kesalahan-kesalahan anaknya.


Kekeliruan orangtua berikutnya adalah setting unrealistic expectation. Orangtua sering menyebut anaknya princess, prince, anak paling hebat dan lain sebagainya. Padahal dalam kenyataannya nanti dalam kehidupan, anak-anak ini akan menghadapi situasi lebih besar dan lebih sulit daripada lingkungan amannya di rumah dimana akan ada orang-orang yang lebih hebat dan pandai dari diri mereka. Akibatnya anak-anak ini kemudian akan lebih mudah kecewa dan lebih mudah tersinggung karena perbedaan kondisi di dalam dan di luar rumah.


Narasi-narasi orangtua yang kurang berpengetahuan.

Pada generasi jaman sebelumnya, relatif tidak ada orangtua yang mengatakan anaknya itu moody (relatif mudah berubah-ubah mood). Akhir-akhir ini jumlah orangtua yang mengatakan anaknya moody makin meningkat. Ada akibat penyebutan moody dari orangtua untuk anaknya yakni setelah anak-anak itu besar nanti mereka akan mudah menyebut dirinya sendiri gampang berubah-ubah mood (percaya pada label tersebut).


Banyak generasi masa kini yang lebih mudah untuk lari dari kesulitan.

Padahal kemenangan dari seseorang itu adalah jika ia bisa memanage semua kesulitan-kesulitan atau obstacle tersebut. Contoh cuitan twitter mahasiswa semester 2 tersebut bisa diartikan bahwa yang bersangkutan kurang dapat melewati kesulitan-kesulitan yang dihadapinya dalam kehidupan perkualiahan.


Kemudian Prof. Renald Kasali memberikan beberapa alternatif solusi atas fenomena tersebut di atas yakni :

  1. Anak2 muda perlu selalu memperbaharui literasinya. Di jaman informasi sangat cepat beredar saat ini, kita amat perlu memvalidasi kebenaran dari setiap informasi dengan berbagai cara, misalnya membaca-baca buku yang sesuai.
  2. Hati-hati dalam melakukan self diagnosis, hadapilah sebuah situasi dengan sekuat tenaga karena ujian merupakan hal yang biasa terjadi. Hati-hati terhadap perangkap sosial media. Hati-hati karena sosial media juga bisa membuat orang menjadi caper dan menceritakan masalah yang dihadapinya, kadang dengan melebih-lebihkan sesuatu.
  3. Peranan orangtua : orangtua harus berperan agar anaknya menjadi generasi yang lebih baik dari dirinya. Jangan terlalu memanjakan anak dengan berlebihan. Berikan konsekuensi jika anak melakukan kesalahan. Mari kita memberi pemahaman akan banyak hal kepada anak-anak, berdampingan dengan teori pengetahuan. Keberhasilan anak-anak ke depan bukan sekedar dari pengetahuan, tetapi generasi berikutnya perlu menjadi orang yang eksploratif.
  4. Peranan pendidik : sebagai pendidik harus dapat mengembangkan situasi yang menyenangkan dalam pelajaran. Keberhasilan pada kehidupan tidak sekedar berdasar dari nilai yang bisa dicapai di kelas, mereka yang juara di kelas belum tentu akan menjadi juara dalam kehidupan.

Peranan generasi muda dalam menjawab tantangan zaman.

Salah satu perbedaan karakteristik yang signifikan pada generasi Z (generasi di bawah millenial) dan beberapa generasi sebelumnyaadalah pada penguasaan teknologi. Setiap generasi punya cara tersendiri untuk berekspresi baik dalam hal berkarya dan memilih karir hidup kedepannya. Generasi hari ini tumbuh dengan kemudahan instan yang ditawarkan oleh teknologi. Hal itu juga menjadikan generasi hari ini punyai cara berbeda dalam memilih dan menunjukkan bakatnya untuk melahirkan hal-hal bermanfaat untuk sekitarnya. Beberapa tampilan sosial media dapat kita hidupkan kembali dengan konten yang bermanfaat.


Generasi hari ini dipandang sebagai generasi rebahan, namun dengan kemajuan teknologi mereka dapat berkontribusi dan bahkan memantik perubahan. Teman-teman muda yang hobinya bermain Tiktok dapat menyalurkan bakatnya dalam hal marketing produk. Gagasan kreatif anak muda hari ini dapat bisa menggeser promotional trends yang sebelumnya menggunakan poster dan media cetak lainnya. Teman teman yang passion-nya berorganisasi dapat bisa membuat kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, terlebih dalam masa pandemi saat ini.


Menumbuhkan mental strawberry menjadi mental tangguh.


Dalam salah satu jurnal yang mendeskripsikan tentang buah strawberry, dijelaskan bahwa buah satu ini adalah buah semu yang berarti bukan buah yang sebenarnya. Begitu juga pada generasi hari ini, mental strawberry adalah mental semu yang bukan sebenarnya dimiliki oleh generasi kita (generasi Z/generasi muda). Generasi yang tangguh merupakan generasi yang berjalan pada poros optimisme masa depan yang lebih baik.


Kita percaya bahwa saat ini prestasi akademik tidak sepenuhnya menjamin masa depan. Disiplin ilmu yang kita pelajari melalui ruang kelas belum tentu dibutuhkan lagi dimasa depan, termasuk apa yang kita pahami hari ini belum tentu dapat bisa relevan dengan permasalahan dimasa depan.


Anies Baswedan dalam satu sambutannya pernah mengatakan, anak muda hari ini tidak perlu lagi diberi pertanyaan akan menjadi apa dimasa depan, tetapi anak muda hari harusnya diberi pertanyaan akan membuat apa dimasa depan. Anak muda hari ini sebenarnya sudah memiliki segalanya yaitu kreatifitas, inovasi dan sikap adaptif. Sikap adaptif, mampu beradaptasi dalam segala bentuk perubahan. Dimana kemajuan zaman tidak dapat kita bendung. Dengan sikap adaptif kita akan mencoba belajar kembali hal – hal baru diluar apa yang sebelumnya kita sudah pahami.


Inovatif dan kreatif, mampu memanfaatkan keterbatasan menjadi peluang yang menciptakan kebermanfaatan. Anak muda tidak perlu diragukan lagi akan hal ini. Kemajuan teknologi dan informasi membuat anak muda lebih punya banyak referensi untuk berkarya. Beragam inovasi yang dilahirkan dengan memanfaatkan media sosial sudah lebih awal di banjiri oleh tangan-tangan pemuda. Namun memang hal ini perlu di optimalkan kembali dengan kemampuan literasi digital yang baik, agar berbagai informasi yang dibuat dapat lebih bisa menjaring permasalahan dan mampu memberikan kebermanfaatan.


Kolaborasi generasi Z (generasi muda) dengan generasi yang lebih tua di lingkungan kerja.


Kita paham bahwa tantangan kedepan akan makin kompleks dan juga berat, namun rasa optimisme akan mampu membawa kita untuk terus berjalan kedepan. Insyaallah anak muda pasti bisa.


Salah satu pemicu terbesar masalah generation gap adalah perbedaan cara komunikasi antara pekerja muda dengan pekerja dari generasi terdahulu. Gaya komunikasi gen X dan baby boomer cenderung lebih kaku dan formal. Sebaliknya, pekerja millennial dan Gen Z terbiasa dengan cara komunikasi yang casual, informal, dan santai. Di sini kita harus mulai bisa mengatasi generation gap yang akan terjadi.


Bagi pekerja muda, tidak ada salahnya jika lebih aktif pula membuka komunikasi yang baik dengan atasan maupun rekan sekerja. Walau atasan Anda kemungkinan besar adalah generasi lebih senior dengan karakter berbeda, bukan berarti mereka tidak bisa diajak bicara dengan gaya kekinian. Ini adalah salah satu cara mengatasi generation gap sehingga bisa tercipta kerjasama yang baik antar generasi di tempat kerja.


Generasi lebih tua yang terkenal lebih tangguh secara mental dapat memberikan konseling dan pendampingan kepada generasi muda, lebih jauh lagi memberi teladan/contoh yang nyata mengenai kekuatan menghadapi tekanan. Sebaliknya, generasi muda yang lebih luwes dalam masalah perkembangan jaman terutama teknologi dan ide kreatif dapat memberikan sumbangsih kemampuannya untuk kemajuan tujuan bersama sebuah instansi.

 


Penyusun : Ratih Prihatina / Pelaksana Seksi Hukum dan Informasi KPKNL Pekalongan

Sumber :

(1)     Kasali, Renald. 2018. Strawberry Generation, Mengubah Generasi Rapuh menjadi Generasi Tangguh.

(2)     https://lpmpendapa.com/opini/strawberry-generation-generasi-pembawa-perubahan.

(3)     https://avrist.com/lifeguide/2020/01/30/6-cara-mengatasi-generation-gap-di-tempat-kerja.

Mengenal ODD pada Anak dan Remaja

Oleh Denia Rahmayanthi | Senin, 18 April 2022 10:18 WIB | 770 Views

Anak-anak dan remaja pada perkembangannya mungkin sering kali menunjukkan perilaku menentang dan sulit mengikuti aturan. Pada level tertentu, perilaku ini merupakan bagian dari tahapan perkembangan yang normal pada masa kanak-kanak dan remaja. Akan tetapi, jika perilaku ini terjadi secara terus menerus dan sering ditampilkan oleh anak dan remaja maka ini bisa menjadi tanda salah satu gangguan psikologis yaitu Oppositional Defiant Disorder (ODD).


Apa itu ODD?

Oppositional Defiant Disorder (ODD) merupakan gangguan perilaku yang ditandai dengan suasana hati mudah marah atau mudah tersinggung, perilaku argumentatif atau menantang, dan perilaku mendendam yang terjadi setidaknya selama enam bulan. Anak atau remaja dengan ODD mengalami kesulitan untuk mengendalikan emosi mereka, sering kali tidak patuh dan menentang terhadap orang lain. Mengacu pada The Diagnostic and Statistic Manual of Mental Disorder (DSM-V), kriteria diagnostik yang digunakan untuk menentukan seseorang mengalami ODD meliputi tiga kelompok perilaku berikut:

Mood Marah / Irritable

  • Sering kehilangan kesabaran
  • Sensitif atau mudah terganggu oleh orang lain
  • Sering marah dan kesal

Perilaku Argumentatif/Menentang

  • Sering berdebat dengan figur otoritas, atau untuk anak dan remaja dengan orang dewasa
  • Sering kali secara aktif menentang atau menolak untuk memenuhi permintaan figur otoritas atau mematuhi aturan
  • Sering kali dengan sengaja mengganggu orang lain
  • Sering menyalahkan orang lain atas kesalahannya atau perilaku buruknya

Perilaku mendendam

  • Menunjukkan perilaku dengki atau pendendam setidaknya dua kali dalam enam bulan terakhir

 

Tidak semua anak yang menampilkan satu atau dua ciri perilaku ODD di atas dapat langsung mendapatkan diagnosa ODD. Anak-anak dan remaja diharuskan memiliki empat atau lebih gejala diatas selama setidaknya enam bulan. Selain itu, perilaku tersebut juga ditampilkan diluar batas normal untuk usia perkembangan anak. Sehingga untuk mendapatkan diagnosa tersebut perlu adanya penilaian ahli seperti Psikolog, Psikiater, Dokter Anak atau ahli kesehatan mental lainnya.


Bagaimana cara mencegah dan menangani anak atau remaja dengan ODD?

Penyebab ODD tidak didefinisikan dengan jelas,sebagian besar ahli berpendapat bahwa ODD merupakan hasil dari berbagai faktor risiko yang muncul seperti masalah biologis, psikologis dan sosial. Untuk melakukan tindakan pencegahan dapat dimulai dengan mengajarkan anak mengenai keterampilan sosial, penyelesaian konflik dan anger management pada usia prasekolah hingga remaja sehingga dapat mengurangi risiko anak mengalami ODD. Pada anak-anak atau remaja yang telah di diagnosa ODD penanganan biasanya berfokus pada terapi perilaku bagi anak dan anggota keluarga untuk memperbaiki gejala ODD yang muncul. Untuk anak, biasanya diberikan keterampilan pemecahan masalah dan untuk orang tua diberikan pelatihan bagaimana berespon dengan tepat pada perilaku anak.


Nah, apakah parents merasa si kecil atau remaja di rumah menunjukkan perilaku seperti di atas? Jika ya, segera konsultasikan masalah ini kepada ahli terdekat. Salah satunya parents dapat mendownload aplikasi d’Fun Station dan melakukan konsultasi online atau datang langsung ke d' Fun Station untuk berkonsultasi dengan ahli yang ada di sana.


Referensi

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). Washington, DC: Author.

Riley, M., Ahmed, S., & Locke, A. B. (2016, April 1). Common questions about oppositional defiant disorder. American Family Physician. From https://www.aafp.org/afp/2016/0401/p586.html

Holland, K. (2019, September 30). Odd in children: Oppositional defiant disorder causes & symptoms. Healthline. from https://www.healthline.com/health/childrens-health/odd-in-children

Berstein , J. (n.d.). How to tell if your child has oppositional defiant disorder. Psychology Today. from https://www.psychologytoday.com/us/blog/liking-the-child-you-love/201603/how-tell-if-your-child-has-oppositional-defiant-disorder

Gejala dan Faktor Depresi Pada Remaja

Oleh Denia Rahmayanthi, S.Psi., M.Psi., Psikolog | Rabu, 31 Agustus 2022 13:11 WIB | 390 Views

Disunting Oleh : Brenda Carqua

Saat ini, kesehatan mental mungkin sudah menjadi topik yang sangat familiar untuk kita dengar di berbagai platform online maupun ketika berbincang langsung dengan orang-orang di sekitar kita. Perkembangan teknologi membuat akses pengetahuan menjadi lebih terbuka termasuk mengenai kesehatan mental yang mana hal ini bisa berdampak positif karena dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan mental dirinya. Namun di sisi lain, hal ini juga sering kali membuat kita semakin mudah untuk melakukan self-diagnose. Padahal, permasalahan kesehatan mental itu sangatlah kompleks dan baru dapat ditegakkan diagnosanya oleh ahli (psikolog atau psikiater).

 

Tidak bisa dipungkiri, salah satu topik kesehatan mental yang paling sering kita dengar akhir-akhir ini adalah depresi. Lalu apa itu depresi? Depresi merupakan perasaan sedih mendalam yang sering muncul dari waktu ke waktu serta ditandai dengan perasaan subjektif yang dialami seseorang seperti kecewa, putus asa, tidak bahagia, dan kehilangan minat pada berbagai kegiatan. Depresi tidak hanya dialami oleh orang dewasa, namun juga bisa dialami oleh remaja. Dari data WHO (World Health Organization) pada tahun 2020 menunjukkan bahwa depresi setidaknya dialami oleh 1,1% remaja berusia 10-14 tahun dan 2,8% remaja berusia 15-19 tahun.  


Remaja yang mengalami depresi sering kali mengalami perubahan yang signifikan pada pemikiran dan perilaku mereka. Gejala yang paling umum dialami yaitu kesedihan mendalam tanpa adanya alasan yang jelas hampir sepanjang waktu serta tidak memiliki motivasi dalam melakukan berbagai aktivitas termasuk dalam aktivitas akademik. Selain itu, mereka juga cenderung menjadi menarik diri dari lingkungan misalnya dengan lebih banyak menghabiskan banyak waktu di kamar tanpa melakukan interaksi dengan orang lain. 


Ada berbagai faktor yang membuat remaja rentan mengalami depresi, diantaranya adalah: 

Adanya perubahan fisik dan hormon 

Pada masa remaja, seseorang mengalami banyak perubahan baik secara fisik maupun secara hormonal. Perubahan fisik yang baru dan perubahan hormonal yang cukup signifikan membuat remaja membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan tersebut. Remaja juga sering kali mulai mengidentifikasi bagaimana bentuk tubuh yang ideal yang sering kali memunculkan perasaan kurang puas akan diri mereka sendiri dan memicu stress. 

Perubahan Emosi 

Remaja sering kali tidak stabil secara emosi dan lebih sering mengalami perasaan-perasaan negatif seperti marah, bersalah, malu, dan cemas. Sebagai hasil dari berbagai macam emosi negatif yang dirasakan, remaja menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami depresi ketika mereka tidak dapat mengelola emosinya dengan baik. 

Perubahan Sosial 

Banyak tuntutan yang mulai muncul ketika seseorang mulai memasuki masa remaja misalnya tuntutan dalam adaptasi dengan teman sebaya, perubahan peran di lingkungan keluarga dan masyarakat, serta tekanan dalam mengatasi permasalahan secara mandiri. Perubahan tuntutan tersebut membuat remaja rentan mengalami stres dan bila terjadi secara berkepanjangan dapat memicu munculnya depresi. 

Lingkungan yang Stressful 

Remaja yang tumbuh di lingkungan yang kurang dapat memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, dan psikologis rentan mengembangkan perasaan kurang berharga. Mereka cenderung merasa tidak memiliki dukungan ketika mereka berada dalam masa sulit serta menumbuhkan self-esteem yang rendah. Perasaan-perasaan negatif tersebut dapat berkembang menjadi faktor pemicu depresi. 

Adanya Faktor Risiko Lain 

Faktor risiko lain yang dapat membuat remaja rentan terhadap depresi adalah adanya permasalahan dalam pertemanan, bullying, permasalahan akademik, mendapatkan pengalaman kekerasan (baik secara verbal, fisik, maupun seksual), mengalami sakit fisik yang berkepanjangan seperti diabetes atau kanker, memiliki permasalahan mental lain seperti gangguan kecemasan dll, serta menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang. 


Terkadang sulit untuk mengidentifikasi perbedaan perubahan suasana hati remaja apakah disebabkan oleh bagian dari perkembangan remaja atau karena adanya permasalahan kesehatan mental seperti depresi. Oleh sebab itu, orang tua dapat mulai dengan mendekatkan diri pada remaja dan berusaha untuk menjadi tempat ternyaman bagi remaja untuk mengungkapkan perasaannya. 


Jika dirasa gejala depresi seperti yang dijelaskan sebelumnya sudah muncul dan terjadi secara berkepanjangan atau ada perubahan signifikan pada aktivitas remaja di rumah, penting untuk melakukan pemeriksaan kepada ahli sehingga dapat menentukan permasalahan yang dialami oleh remaja masih dalam kategori normal atau membutuhkan penanganan lebih lanjut. Untuk Anda yang berdomisili di area Bandung, Anda bisa datang langsung ke d’Fun Station dan berkonsultasi dengan psikolog profesional di sana.


Daftar Rujukan 

Bruce, D. F. (2022, April 24). Teen depression: Causes, symptoms, heredity, and treatments. WebMD. from https://www.webmd.com/depression/guide/teen-depression 

Mayo Clinic. (2022, August 12). Teen depression. Mayo Clinic. from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/teen-depression/symptoms-causes/syc-20350985 

WHO. (2021, November 17). Adolescent mental health. World Health Organization. from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health 

Sarana dan Prasarana Dalam Pencak Silat

Logo IPSI

Warna kuning pada logo IPSI berarti bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteran lahir dan batin sebagai jalan menuju kejayaan nusa dan bangsa. Dalam logo IPSI, bentuk perisai segi lima melambangkan IPSI berlandaskan ideologi pancasila yang bertujuan membentuk manusia Pancasila Sejati. Sedangkan ayap garuda berwarna kuning berototkan merah mengartikan kekuatan bangsa Indonesia yang bersendikan kemurnian, keluruhan dan dinamika. Tanggal berdirinya IPSI yaitu 18 Mei 1948 yang berarti 18 lebar, bulu 5 lembar tambah 4 lembar tambah 8 lembar. Adanya ikatan pita berwarna merah putih melambangkan bahwa IPSI merupakan satu ikatan pemersatu dari berbagai aliran pencak silat, yang berlandaskan rasa berbangsa, berbahasa dan bertanah air Indonesia.


Logo Persilat

Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Persilat) didirikan pada tanggal 11 Maret 1980 di Jakarta. Persilat itu sendiri telah mendapatkan status sebagai organisasi internasional Pencak Silat di dunia.


Matras

Gelanggang ditempatkan dilantai dengan dilapisi matras setebal maksimal 5 (lima) cm. Matras ini memiliki permukaan yang rata dan tidak memantul, dapat ditutup dengan alas yang tidak licin, dan ukurannya 10 m x 10 m. Warna dari matras memiliki warna dasar hijau terang dengan garis berwarna putih sesuai dengan keperluaanya.


Hand Box

Hand box merupakan prasarana digunakan sebagai alat penunjang untuk berlatih terutama digunakan untuk melatih pukulan dan tendangan.


Samsak

Samsak merupakan prasarana yang biasanya digantung dan digunakan sebagai alat penunjang untuk berlatih. Samsak ini digunakan untuk melatih pukulan, tendangan dan dasar bantingan.


Body Protector

Body Protector merupakan alat pelindung badan saat melakukan pertadingan. Body protector yang digunakan dalam pertandingan dilengkapi dengan sabuk sudut berwarna merah atau biru.


Golok

Golok merupakan alat kelengkapan untuk kategori seni tunggal.


Toya

Toya merupakan alat kelengkapan untuk kategori seni tunggal.


Senjata

Selain bertarung dengan tangan kosong, pencak silat juga mengenal berbagai macam senjata. antara lain:

  • Keris: sebuah senjata tikam berbentuk pisau kecil, sering dengan bilah bergelombang yang dibuat dengan melipat berbagai jenis logam bersama-sama dan kemudian cuci dalam asam.
  • Kujang: pisau khas Sunda
  • Samping/Linso: selendang kain sutera dipakai sekitar pinggang atau bahu, yang digunakan dalam penguncian teknik dan untuk pertahanan terhadap pisau.
  • Galah: tongkat yang terbuat dari kayu, baja atau bambu .
  • Cindai: kain, biasanya dipakai sebagai sarung atau dibungkus sebagai kepala gigi. Tradisional perempuan menutupi kepala mereka dengan kain yang dapat diubah menjadi cindai.
  • Tongkat/Toya: tongkat berjalan yang dibawa oleh orang tua, pengelana dan musafir.
  • Kipas: kipas lipat tradisional yang kerangkanya dapat terbuat dari kayu atau besi.
  • Kerambit/Kuku Harimau: sebuah pisau berbentuk seperti cakar harimau yang berasal dari minangkabau.
  • Sabit/Clurit: sebuah sabit, biasa digunakan dalam pertanian, budidaya dan panen tanaman.
  • Sundang: sebuah ujung pedang ganda Bugis, sering berombak-berbilah
  • Rencong: belati Aceh yang sedikit melengkung
  • Tumbuk Lada: belati kecil yang juga sedikit melengkung mirip rencong, secara harfiah berarti "penghancur lada".
  • Gada: senjata tumpul yang terbuat dari baja.
  • Tombak: lembing yang terbuat dari bambu, baja atau kayu yang kadang-kadang memiliki bulu yang menempel di dekat pisau.
  • Parang/Golok: pedang pendek yang biasa digunakan dalam tugas sehari-hari seperti memotong saat menyisir hutan.
  • Trisula: tiga sula atau senjata bercabang tiga
  • Chabang/Cabang: trisula bergagang pendek, secara harfiah berarti "cabang".

Istilah dalam Pencak Silat

1. Pembukaan

Pembukaan dalam pencak silat adalah rangkaian gerak dari sebuah perguruan silat sebagai tanda dimulainya latihan maupun pertandingan. Setiap perguruan memiliki gerak pembukaan yang berbeda-beda.

Namun, umumnya pada setiap pembukaan terselip doa agar kegiatan pencak silat dapat berjalan lancar dan mendapat perlindungan.


2. Kuda-kuda: 

Adalah posisi menapak kaki untuk memperkukuh posisi tubuh. Kuda-kuda yang kuat dan kukuh penting untuk mempertahankan posisi tubuh agar tidak mudah dijatuhkan. Kuda-kuda juga penting untuk menahan dorongan atau menjadi dasar titik tolak serangan (tendangan atau pukulan).


3. Sikap dan Gerak

Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.


4. Langkah 

Ciri khas dari Silat adalah penggunaan langkah. Langkah ini penting di dalam permainan silat yang baik dan benar. Ada beberapa pola langkah yang dikenali, contohnya langkah tiga dan langkah empat.


5.Kembangan

Adalah gerakan tangan dan sikap tubuh yang dilakukan sambil memperhatikan, mewaspadai gerak-gerik musuh, sekaligus mengintai celah pertahanan musuh. Kembangan utama biasanya dilakukan pada awal laga dan dapat bersifat mengantisipasi serangan atau mengelabui musuh. Seringkali gerakan kembangan silat menyerupai tarian atau dalam maenpo Sunda menyerupai ngibing (berjoget). Kembangan adalah salah satu bagian penilaian utama dalam seni pencak silat yang mengutamakan keindahan gerakan.


6.Buah

Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Secara tradisional istilah teknik ini dapat disamakan dengan buah. Pesilat biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.


7. Jurus

Pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan teknik-teknik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.


8. Sapuan dan Guntingan

Adalah salah satu jenis buah (teknik) menjatuhkan musuh dengan menyerang kuda-kuda musuh, yakni menendang dengan menyapu atau menjepit (menggunting) kaki musuh, sehingga musuh kehilangan keseimbangan dan jatuh.


9. Kuncian

Adalah teknik untuk melumpuhkan lawan agar tidak berdaya, tidak dapat bergerak, atau untuk melucuti senjata musuh. Kuncian melibatkan gerakan menghindar, tipuan, dan gerakan cepat yang biasanya mengincar pergelangan tangan, lengan, leher, dagu, atau bahu musuh.


10. Sikap Pasang

Sikap pasang ialah sebuah kombinasi gerak tangan dan kaki berpola sebagai sikap siaga.


11. Colokan

Colongan merupakan teknik yang dilakukan dengan cara menggunakan ujung jari yang rapat dengan arah sasaran ke mata lawan.


12. Sikutan

Teknik sikutan dilakukan dengan cara memanfaatkan area ujung siku yang keras untuk menyerang atau menangkis serangan lawan.


13.Tebasan

Teknik tebasan merupakan kelanjutan dari teknik karatan, yaitu menyerang menggunakan sisi luar telapak tangan tapi dengan jangkauan yang lebih jauh. Tebasan memiliki gerak yang hampir sama dengan gerak tangan orang yang sedang menebas menggunakan golok.


14. Serangan

Serangan dalam pencak silat yaitu segala upaya yang dilakukan untuk memberikan perlawanan fisik terhadap lawan menggunakan berbagai bagian tubuh. Namun, serangan tersebut harus dengan teknik dan tidak boleh asal-asalan.


15.Pukulan

Pukulan merupakan bentuk serangan yang memanfaatkan kepalan tangan dengan jari yang terlipat rapat.


16.Tendangan

Tendangan merupakan bentuk serangan yang menggunakan setiap sisi pada kaki seperti ujung kaki, pisau kaki, punggung kaki, dan tumit.


17. Serkel

Serkel berasal dari kata circle (lingkaran). Serkel adalah serangan kaki secara melingkar dengan lintasan gerak dari belakang ke samping lalu ke depan. Perkenaan tendangan serkel berada pada bagian tumit.


18. Dobrakan atau Dorongan

Sesuai namanya, dobrakan atau dorongan berfungsi untuk mendorong mundur lawan menggunakan kedua telapak tangan yang terbuka. Selain untuk mencederai lawan, dobrakan berguna untuk membuka jarak ruang terhadap lawan.


19. Belaan

Arti dari belaan, yaitu segala upaya untuk mempertahankan diri dari serangan lawan. Belaan dalam pencak silat sendiri terdiri dari hindaran, elakan, dan tangkisan.


20. Hindaran

Hindaran merupakan cara menghindar dari serangan lawan melalui gerak spontan dengan cara mengubah posisi badan dan kaki.


21. Elakan

Elakan berfungsi agar serangan lawan tidak mengenai tubuh dengan cara merotasikan badan ke berbagai arah dengan cepat.


22. Tangkisan

Tangkisan yaitu usaha pembelaan diri dengan cara meredam serangan lawan menggunakan tangan, siku maupun kaki.


23. Lepasan

Lepasan merupakan cara untuk melepaskan diri dari kuncian lawan menggunakan bagian tubuh yang masih mungkin untuk bergerak.


24. Cekikan

Cekikan dalam pencak silat berarti upaya tangan dalam menekan bagian leher lawan.


25. Jambakan

Jambakan dalam pencak silat yaitu menarik rambut lawan menggunakan tangan, baik itu dari area depan samping maupun belakang.


26. Jatuhan

Jatuhan adalah cara menjatuhkan badan dengan perkenaan punggung, bahu atau tolakan telapak tangan. Teknik ini bertujuan untuk menghindari cedera ketika badan terjatuh secara sengaja maupun tidak disengaja.


27. Tusukan 

Istilah tusukan pada cabang bela diri pencak silat adalah serangan pada pencak silat menggunakan jari tangan dengan posisi jari merapat.


28. Taktik 

Istilah taktik baik bertahan atau serangan adalah rencana maupun rangkaian tindakan secara bersistem untuk mencapai tujuan dalam cabang bela diri pencak silat.


29. Tebangan 

Serangan menggunakan satu atau dua telapak tangan terbuka dengan perkenaan sisi telapak tangan dalam disebut tebangan.


30. Pernapasan

Pernapasan dalam pencak silat adalah metode untuk mengolah napas baik itu untuk keperluan kesehatan maupun spiritual.


31. Gelanggang Pertandingan

Gelanggang pertandingan merupakan sebutan dari lapangan yang digunakan dalam pertandingan pencak silat.

Arena berbentuk segi empat bujur sangkar dengan ukuran panjang 10 meter dan lebar 10 meter, berlapis matras setebal 3-5 cm, memiliki permukaan rata dan tidak memantul, berwarna dasar hijau terang.


32. Tanding

Sesuai namanya, tanding adalah sebutan dari pertandingan antara dua pesilat untuk mengaplikasikan berbagai teknik silat yang telah mereka pelajari. Tujuan dari tanding lebih ke arah kompetisi untuk meraih prestasi di ajang beladiri pencak silat.


33. Bidang Tanding 

Bidang tanding adalah lingkaran berdiameter 2 meter pada gelanggang pertandingan dengan jarak antara garis tepi lingkaran dan garis batas gelanggang mencapai 5 cm.


34. Sambung

Sama seperti tanding, sambung lebih bertujuan untuk mempererat hubungan antara dua orang pesilat melalui pertarungan pencak silat.


35. Wasit

Wasit dalam pencak silat berarti seseorang yang memandu, mengatur, dan mengawasi jalannya pertandingan pencak silat.


36. Juri

Seperti dalam berbagai perlombaan lainnya, juri dalam pencak silat memiliki tugas untuk memberikan nilai dari masing-masing pesilat yang sedang bertanding. Nilai tersebut nantinya dijadikan acuan untuk menentukan pemenang dari pertandingan silat.

Aspek dan Bentuk Pencak Silat


 Terdapat empat aspek utama dalam pencak silat, yaitu:


1. Aspek Mental Spiritual

 Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. Para pendekar dan maha guru pencak silat zaman dahulu sering kali harus melewati tahapan semadi, tapa, atau aspek kebatinan lain untuk mencapai tingkat tertinggi keilmuannya.

2. Aspek Seni Budaya 

Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional.

3. Aspek Bela Diri

Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. Istilah silat, cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat.

4. Aspek Olah Raga

Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olahraga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu.


Bentuk pencak silat dan padepokannya (tempat berlatihnya) berbeda satu sama lain, sesuai dengan aspek-aspek yang ditekankan. Banyak aliran yang menemukan asalnya dari pengamatan atas perkelahian binatang liar. Silat-silat harimau dan monyet ialah contoh dari aliran-aliran tersebut. Adapula yang berpendapat bahwa aspek bela diri dan olahraga, baik fisik maupun pernapasan, adalah awal dari pengembangan silat. Aspek olah raga dan aspek bela diri inilah yang telah membuat pencak silat menjadi terkenal di Eropa.


Bagaimanapun, banyak yang berpendapat bahwa pokok-pokok dari pencak silat terhilangkan, atau dipermudah, saat pencak silat bergabung pada dunia olahraga. Oleh karena itu, sebagian praktisi silat tetap memfokuskan pada bentuk tradisional atau spiritual dari pencak silat, dan tidak mengikuti keanggotaan dan peraturan yang ditempuh oleh Persilat, sebagai organisasi pengatur pencak silat sedunia.

Selasa, 04 April 2023

Teknik Dasar Pencak Silat

1. Teknik Kuda-kuda


Biasanya, teknik dasar yang pertama kali dalam olahraga pencak silat adalah teknik kuda-kuda. Teknik ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh untuk menyerang maupun bertahan. Caranya adalah menapakkan kaki ke tanah. Dinamakan kuda-kuda karena posisi kaki seorang dalam melakukan teknik ini bagaikan posisi kaki orang yang naik di atas kuda.

Setidaknya, ada enam jenis kuda-kuda dalam olahraga ini, yaitu:

  • Kuda-kuda tengah
  • Kuda-kuda depan
  • Kuda-kuda samping
  • Kuda-kuda belakang
  • Kuda-kuda depan belakang
  • Kuda-kuda silang

2. Teknik Pasang

Setelah dapat memasang posisi kuda-kuda dengan benar dan baik, Anda akan diajari cara teknik pasang. Teknik ini merupakan kombinasi antara teknik kuda-kuda, posisi kaki, dan posisi tangan. Teknik ini memungkinkan posisi tubuh Anda lebih fleksibel untuk menyerang maupun bertahan.


3. Teknik Pola Langkah

Teknik pola langkah berguna agar pergerakan kita tidak mudah untuk ditebak oleh lawan. Teknik ini dilakukan dengan cara merubah injakan kaki dari satu tempat ke tempat lainnya dengan pola yang kita susun sendiri. 

Teknik pola langkah membutuhkan koordinasi antara sikap badan, sikap tangan, pola lantai, dan pola kaki dalam melangkah.


4. Teknik Arah atau Delapan Penjuru Mata Angin

Seorang pesilat tentu memerlukan arah  agar dapat menyerang dengan baik. Begitu pula untuk mempertahankan diri dari serangan lawan. Teknik ini berfungsi agar Anda bisa menentukan arah dengan baik.

Titik tumpu Anda ada di tengah ya. Kemudian Anda bisa melangkah ke beberapa arah sebagaimana delapan arah mata angin, yakni timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, barat laut, utara, timur laut. Atau untuk mudahnya, belakang, serong kiri belakang, samping kiri, serong kiri depan, depan, serong kanan depan, samping kanan, serong kanan belakang.


5. Teknik Pukulan


Teknik pukulan merupakan suatu upaya untuk menyerang lawan dengan menggunakan tangan. Namun Anda harus memahami nih, bagaimana sih melakukan teknik pukulan yang benar? Jangan sampai niat hati mau menyerang lawan, tapi Anda malah cedera karena salah melakukan tekniknya.

Ada beberapa macam teknik pukulan, yaitu:

a. Teknik Pukulan Depan

Teknik ini merupakan pukulan yang lintasannya lurus ke depan. Pukulan ini dapat dilakukan dengan dua macam sikap yang berbeda. Pertama posisi kaki di depan, namun tangan sejajar. Kedua, posisi kaki di depan, namun tangan tidak sejajar.

Beberapa kesalahan yang kerap kali dilakukan oleh seorang pesilat adalah badan kaku, kekuatan kaki kurang, tangan kurang mengepal, pukulan kurang kuat, dan badan tidak seimbang.

b. Pukulan Bandul

Pukulan ini seperti gerakan bandul, yakni pukulan yang gerakan tangannya dari bawah ke atas. Siku ditekuk 90o dengan kaki yang sejajar dengan maupun tidak sejajar. Bebas.

Cara melakukan pukulan bandul adalah dengan memasang kuda-kuda yang tengah. Kemudian silangkan kedua tangan di depan dada. Telungkupkan kepala dan ayunkan salah satu tangan ke depan untuk memukul. 

Pertahankan tangan lainnya di posisi awal untuk melindungi tubuh dari serangan lawan. Begitu pukulan pertama selesai, susul pukulan berikutnya dengan menggunakan tangan yang lain. Jangan lupa ya, tangan yang awalnya digunakan untuk memukul digunakan untuk bertahan.

c. Pukulan Tegak

Sasaran dari pukulan tegak adalah bahu atau sendi bahu. Pertama, pasang kuda-kuda tengah. Kemudian letakkan kedua tangan di depan dada (bukan menyilang). Kepalkan jari-jari tangan yang digunakan untuk memukul.

Pukulkan salah satu tangan dengan tegak. Satu tangan lain tetap di posisi awal untuk melindungi tubuh. Lakukan bergantian antara tangan kanan dan kiri.

d. Pukulan Melingkar

Sasaran pukulan melingkar biasanya pinggang lawan. Sebagaimana namanya, pukulan ini dilakukan dengan menggerakkan tangan secara melingkar. Pergerakan bahu dan pinggang yang searah dengan pukulan dapat mempengaruhi kualitas pukulan.

e. Pukulan Samping

Pukulan ini mengarah ke samping tubuh dengan menggunakan punggung tangan. Arah pukulan dapat dilakukan ke samping atau depan namun dimulai dari arah samping.


6. Teknik Tendangan


Teknik tendangan merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk menyerang lawan dengan menggunakan kaki. Namun demikian, tidak jarang tendangan digunakan untuk bertahan dari serangan musuh.

Seperti apa saja sih jenis-jenis tendangan dalam pencak silat ini? Yuk kita bahas.

a. Tendangan Lurus

Teknik tendangan ini dilakukan ke arah depan menuju sasaran yang menggunakan ujung kaki. Oh ya, pastikan tungkai kaki Anda lurus dan badan juga tegak ya. Badan menghadap ke lawan dan kaki yang digunakan mengenai lawan adalah bagian pangkal jari kaki.

c. Tendangan Melingkar

Dengan melakukan tendangan menggunakan hentakan punggung kaki, Anda sudah dikatakan melakukan tendangan melingkar. Misalkan saja Anda melakukan tendangan menggunakan kaki kanan, kaki kiri digunakan untuk kuda-kuda kiri.

Kemudian kaki kanan ditendangkan ke arah samping. Bagian tubuh lawan yang ditendang bersentuhan dengan punggung kaki Anda. Agar tubuh Anda seimbang, posisikan kedua tangan di depan dada. Jangan lupa untuk memastikan adanya hentakan kaki ya.

d. Tendangan Jejag

Tendangan ini juga dinamakan sebagai tendangan jejeg (di Jawa) atau tendangan gejos. Tendangan ini menjadikan perut lawan sebagai sasaran. Tendangan jejag dilakukan dengan cara mengangkat lutut setinggi-tingginya dan mendorong tungkai ke perut lawan.

e. Tendangan Sabit

Tendangan sabit dilakukan dengan cara menendang perut lawan dengan lintasan melengkung seperti bentuk sabit.

f. Tendangan T 

Posisikan tubuh menyamping dan lakukan tendangan yang lintasannya lurus mengarah ke samping. Lawan akan terkena bagian tajam telapak kaki dan tumit. Ada tiga macam tendangan T, yaitu T jepret, T lompat, dan T gantung.

g. Tendangan Belakang

Lakukan tendangan ini dengan membelakangi lawan. Putar tubuh sambil melakukan tendangan yang mengenai perut atau kepala lawan dengan telapak kaki atau tumit Anda. 


7. Teknik Tangkisan


Dalam pencak silat, sehebat apapun kemampuan menyerang akan percuma kalau Anda tidak memiliki kemampuan bertahan yang baik. Keduanya harus seimbang.

Teknik tangkisan merupakan salah satu bentuk teknik pertahanan dalam pencak silat.

a. Tangkisan Satu Lengan

  • Tangkisan dalam, menangkis serangan dari luar ke dalam.
  • Tangkisan luar, menangkis serangan dari dalam ke luar.
  • Tangkisan atas, ditujukan untuk melindungi kepala. Arah tangkisan dari bawah ke atas.
  • Tangkisan bawah, ditujukan untuk melindungi kaki dan paha. Arah tangkisan dari atas ke bawah.

b. Tangkisan Dua Lengan

  • Tangkisan dua lengan dengan telapak tangan.
  • Tangkisan dua lengan dengan lengan bawah.


8. Teknik Kuncian

Selain bertahan dan menyerang, pesilat perlu menguasai bagaimana lawan mati kutu. Teknik kuncian bisa membuat lawan tidak berkutik karena tubuhnya bagaikan dikunci. Pernah menonton pertarungan WWE Smackdown? Dalam pertarungan tersebut banyak sekali dipertontonkan teknik mengunci.

Umumnya, untuk melumpuhkan pergerakan lawan, kuncian dilakukan dengan membidik bagian tubuh lawan yang vital, seperti dagu, pergelangan tangan, dan leher.


9. Teknik Guntingan

Gerakan yang diawali dengan menendang kemudian disusul dengan jepitan. Bisa dibayangkan ndak nih kalau teknik tersebut mirip menggunting tubuh lawan? Begitu tergunting, lawan akan mudah untuk dijatuhkan dan dilumpuhkan.


10. Teknik Bantingan

Teknik bantingan merupakan salah satu teknik serangan jarak dekat dengan cara menangkap salah satu komponen tubuh lawan lalu mendorong atau menarik komponen tubuh lawan tersebut, kemudian dihempaskan sekaligus dengan cepat.


11. Teknik Sapuan
Sapuan depan yaitu gerakan yang digunakan untuk melumpuhkan lawan. dengan cara menyapukan salah satu kaki yang dianggap kuat ke kaki lawan. Sapuan belakang adalah yang dilakukan pada saat bertahan, artinya lawan menyerang kita langsung melakukan sapuan belakang.


12. Teknik Dengkulan

Dengkulan merupakan salah satu teknik serangan dalam olahraga pencak silat.

Sasaran dari teknik dengkulan yaitu bagian kemaluan, dada, dan pinggang belakang.

Dalam olahraga pencak silat, dengkulan terdiri dari atas tiga jenis yaitu dengkulan depan, dengkulan samping dalam, dan dengkulan samping luar. 

Berikut penjelasannya. 

1. Dengkulan depan 

Dengkulan depan adalah serangan yang lintasannya dari atas ke bawah dengan sasaran bagian dada dan kemaluan. 

2. Dengkulan samping dalam 

Dengkulan samping dalam adalah serangan seperti busur dari luar ke dalam. Sasaran menggunakan teknik dengkulan samping dalam adalah bagian dada. 

3. Dengkulan samping luar

Berbeda dengan dengkulan samping dalam, teknik dengkulan samping luar adalah serangan dari dalam ke luar.


13. Teknik Sabetan

Sabetan merupakan serangan menjatuhkan lawan dengan kenaan tulang kering. Sasarannya adalah betis dengan lintasan dari luar ke dalam.

14. Teknik Besetan

Besetan adalah teknik atau serangan untuk menjatuhkan lawan, caranya dengan menyasar betis. Lintasannya dari luar ke dalam dan arah sasaran betis bagian belakang. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan kaki yang dikaitkan ke kaki lawan.


15. Sikap Berbaring

Sikap Berbaring. Sikap ini digunakan dalam Pencak Silat dengan tujuan untuk menjadi dasar menjatuhkan diri serta bentuk pembelaan pada saat dijatuhkan oleh lawan. Sikap ini terdiri atas tiga macam yakni berbaring telungkup, berbaring miring, dan berbaring terlentang.


16. Teknik Jatuhan

Teknik jatuhan adalah usaha yang dilakukan oleh pesilat untuk menjatuhkan lawan baik dengan menggunakan serangan langsung maupun melalui tangkapan, sapuan, dan guntingan


Riwayat Pencak Silat di Indonesia Beserta Tujuannya


 Riwayat Pencak Silat – Pencak silat adalah sebuah seni bela diri asli nusantara. Seni bela diri tradisional yang satu ini ini memiliki pamor yang begitu luas, baik secara nasional hingga kancah internasional. Pencak silat diketahui menjadi salah satu bela diri yang cukup populer di beberapa negara, misalnya seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran suku bangsa Nusantara di masa lalu.


Pencak silat sendiri awalnya terinspirasi dari sebuah keterampilan suku asli tanah air pada saat berburu dan berperang. Para suku asli tanah air dahulu menciptakan banyak gerakan yang secara langsung terinspirasi dari gerakan para binatang untuk dapat bertahan hidup di hutan. Namun, perkembangan pencak silat melahirkan banyak variasi gerakan, mulai seperti pukulan, tendangan, bahkan juga kuncian.


Induk organisasi dari pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia atau disingkat IPSI yang didirikan pada tanggal 18 Mei 1948. IPSI bisa dikatakan juga sebagai salah satu organisasi silat tertua di dunia.


Sementara itu, organisasi yang menjadi wadah dari berbagai federasi pencak silat di seluruh belahan dunia biasa disebut Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Pesilat), yang dibentuk pada tanggal 11 Maret 1980 oleh para negara pendiri, seperti Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.


Seni bela diri ini pada dasarnya hadir berkat pengaruh budaya Tionghoa, Hindu, Buddha, hingga Islam. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki aliran pencak silat yang khas. Misalnya seperti, daerah Jawa Barat yang memiliki pencak silat aliran Cimande dan Cikalong, Jawa Tengah dengan aliran Merpati Putihnya, hingga Jawa Timur yang terkenal dengan aliran PSHT dan Perisai Diri.


Pencak silat selalu menjadi cabang olahraga yang dilombakan dalam ajang empat tahunan nasional di Indonesia, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON). Tidak hanya itu, sejak tahun 1987, pencak silat juga hampir selalu dilombakan dalam ajang Pesta Olahraga Asia Tenggara yang biasa disebut SEA Games. Sementara itu, di luar Indonesia sendiri masih ada banyak penggemar pencak silat dari berbagai negara, seperti Australia, Belanda, Jerman, dan Amerika Serikat.


Berkat pamor yang dikenal baik hingga berbagai penjuru dunia, tepat pada tanggal 13 Desember 2019 lalu, The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan bahwa pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (Intangible Cultural World Heritage).


Setelah berhasil mendapatkan pengakuan dari dunia Internasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia, sekarang ini pencak silat memiliki peluang yang cukup besar untuk selalu dipertandingkan dalam ajang olahraga internasional, seperti Olimpiade.


Namun, bagaimana sebenarnya awal mula atau sejarah pencak silat itu sendiri? Berikut ini akan disajikan sejarah pencak silat sebagai salah satu bela diri kebanggaan masyarakat Indonesia. Yuk simak selengkapnya.


Para ahli sejarah pencak silat Indonesia memperkirakan bahwa bela diri ini sudah ada sejak abad ke-7 Masehi. Sejarah pencak silat pada awalnya berkembang dari kemampuan suku asli Indonesia dalam berburu dan perang yang biasa menggunakan alat perang seperti parang, perisai, dan tombak.


Penemuan tersebut pun sesuai dengan sebuah artefak senjata dari zaman Hindu Buddha yang dipenuhi dengan pahatan dan relief bergambar kuda-kuda, sebagai gerakan dasar pencak silat yang juga terdapat di Candi Borobudur dan Candi Prambanan.


Kemudian, pada sekitar abad ke 14, pencak silat mulai berkembang dengan sangat pesat hingga mencapai seluruh nusantara. Seni bela diri ini dibawa dijadikan sebagai bahan latihan di spiritual di berbagai pesantren oleh para penyebaran ajaran islam. Tidak hanya itu, pencak silat mendapat pengakuan sebagai bela diri yang telah menjadi para penduduk berani berperang melawan para penjajah.


Ada banyak tokoh yang ikut dalam proses pengembangan dan mewarnai pencak silat di era masa lalu. Beberapa tokoh tersebut, yaitu: Panembahan Senopati, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Teungku Chik di Tiro, Teuku Umar, Tuanku Imam Bonjol, hingga para pendekar dari kaum perempuan seperti, Sabai Nan Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia.



Tujuan Pencak Silat

Setelah mengetahui berbagai informasi tentang sejarah pencak silat sekaligus beberapa aliran yang dijelaskan di atas, dapat kita pahami bahwa seni bela diri ini merupakan salah satu warisan budaya leluhur yang patut untuk dilestarikan kepada generasi penerus.


Nah, berikut ini adalah lima tujuan yang perlu kita ketahui dari proses belajar dan melestarikan pencak silat di Indonesia. Beberapa tujuan tersebut, antara lain sebagai berikut:


1. Mengembangkan Pendidikan Mental dan Spiritual

Selain memiliki tujuan untuk melakukan pengembangan diri dalam hal seni, olahraga, dan bela diri, pencak silat juga turut menjadi bagian dalam pembelajaran sekaligus pengembangan mental dan spiritual para anggotanya. Hal ini sesuai dengan proses belajar yang mengajarkan tentang kepercayaan terhadap keberadaan Tuhan.


Pencak silat di Indonesia sendiri mendidik para anggotanya untuk percaya terhadap keberadaan Tuhan. Berdasarkan hal itu, tentu saja akan sangat membantu membentuk kepribadian yang positif, mulai dari meningkatnya ilmu agama hingga sikap positif dalam bersosialisasi. Misalnya saja seperti, sikap tenggang rasa, disiplin, ksatria, dan lain sebagainya.


2. Mengembangkan Aspek Bela Diri

Kemudian, tujuan berikutnya dari pencak silat adalah untuk melakukan pengembangan terhadap diri, terutama dari aspek bela diri. Pasalnya, pencak silat pada dasarnya termasuk ke dalam jenis seni untuk bela diri. Maka dari itu, jenis bela diri ini bisa digunakan ketika dibutuhkan untuk menolong diri sendiri dari tindak kriminal sekaligus menolong orang lain pada saat menjadi korban tindak kriminal atau kejahatan.


Kita tahu bahwa hampir semua gerakan yang terdapat dalam pencak silat memiliki tujuan untuk menguatkan badan. Seperti halnya pada saat melakukan teknik kuda-kuda, tentu saja hal ini sangat membantu dalam menguatkan kaki. Selain itu, pencak silat juga bisa digunakan untuk menyerang, seperti menerapkan teknik menendang.


3. Mengembangkan Aspek Seni

Selanjutnya, pencak silat bertujuan agar setiap anggotanya mampu mengembangkan seni tradisional khas bangsa Indonesia. Tak heran, pada setiap gerakan pencak silat akan ditemukan gerakan yang harmonis, luwes, dan juga elok untuk dipandang. Pada zaman sebelum merdeka, pencak silat sering kali menjadi salah satu bagian dari seni pertunjukan.


Berbagai gerakan pada dasarnya merupakan hasil kombinasi dari berbagai unsur yang memuat keindahan, misalnya saja seperti unsur wiraga, wirama, dan juga wirasa menjadi satu kesatuan yang utuh. Alhasil, gerakan pencak silat memiliki perbedaan yang cukup jelas antara aliran satu dengan aliran yang lain, akan tetapi tetap saling melengkapi.


4. Pengembangan Olahraga

Apabila dilihat dari aspek pengembangan keolahragaan, pencak silat memiliki tujuan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani. Selain itu, aliran seni bela diri ini juga menjadi seseorang untuk lebih mudah dalam mempelajarinya, misalnya saja untuk Memiliki pikiran jernih dan juga selalu positif dalam banyak hal.


5. Pengembangan Pendidikan

Sementara itu, tujuan pencak silat yang terakhir sebagai salah satu jalan untuk pengembangan pendidikan. Hal ini disebabkan pencak silat akan membantu menguasai suatu keterampilan sekaligus akan sangat membantu dalam upaya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.


Tidak hanya itu, gerakan pencak silat mengandung berbagai makna sehingga dapat memuat unsur terkait pendidikan. Beberapa unsur pendidikan ini antara lain, unsur agama, seni, olahraga, dan lain sebagainya.


Demikian pembahasan tentang sejarah pencak silat, aliran pencak silat, dan tujuan dari pencak silat. Sebagai salah satu warisan dari leluhur bangsa Indonesia, hampir setiap aliran pencak silat menyimpan berbagai tujuan yang bisa digunakan untuk bekal dalam kehidupan sehari-hari.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More