“Hikmah adalah barang hilang orang mukmin. Maka ambilah hikmah walaupun dari orang munafik.”
Tujuan diadakannya rapat RT untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul di tengah warga.
Karangturi 23 February 2023, Sudah hampir 6 bulan lebih kegiatan latihan silat PSHT diadakan di Rayon Karangturi, tepatnya di Dusun Majapahit RT.15 RW.07.
Tujuan diadakannya Latihan silat PSHT: Mendidik dan membentuk manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Perayaan satu abad Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) secara masif di Indonesia. Sebanyak 700 personel disiagakan untuk mengamankan puncak perayaan 1 Abad Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Madiun, Jawa Timur.
Posted in: KEGIATAN
Posted in: KERJASAMA
Undangan bisnis online terbuka untuk Umum dengan kualifikasi tersebut di Brosur.
Hari/Tgl : Minggu, 28 Mei 2023
Waktu : Jam 10.00 s.d selesai
Tempat : Rumah Pak Edi Pranoto Majapahit
Agenda : Pengenalan dan Tahap Awal Pembelajaran Bisnis Online
Trainer : Tim Ruang Dapoer Pusat Purworejo Klampok
Ambil kesempatan ini sebaik-baiknya, karena salah satu pintu kesuksesan diawali ketika cerdas dalam mengambil kesempatan
SALAM SUKSES
Akhir Zaman sering dikaitkan dengan perbuatan aneh, antik, tidak masuk akal, dosa dan meninggalkan ketaatan serta mengerjakan maksiat kepada Allah Swt dan Rasulallah Saw.
Akhir Zaman juga dikaitkan dengan akan munculnya Dajal yang akan mempengaruhi ketaatan dan perbuatan seorang mukmin. Salah satu fenomena yang muncul dewasa ini adalah memakan hak manusia yang lain tanpa merasa berdosa.
Tentunya banyak sekali faktor orang untuk melakukan perbuatan tersebut, diantaranya adalah sbb:
Faktor pertama adalah kebiasaan. Kata pepatah orang bisa karena biasa. Sebagian orang memakan haknya orang lain karena sudah menjadi kebiasaan dia, karena sudah merasa nyaman dan tidak terkena sanksi secara langsung, baik sanksi dari Allah Swt secara langsung ( padahal Allah Maha Melihat segala sesuatunya dan pasti akan ada balasannya), dan atau sanksi hukum pidana, bahkan hukum sosial yang akan menghukumnya.
Faktor kedua yang menyebabkan orang memakan hak orang lain adalah sifat yang menurun. Jika seorang pernah memakan hak orang lain dan memberi makan anak-anaknya dengan harta haram tersebut. maka bisa dipastikan anaknya akan mengikuti atau berdampak untuk melakukan perbuatan haram yang sama dengan orangtuanya atau bahkan lebih parah lagi.
Seorang Syimir pembunuh Imam Husain As, dapat membunuh dengan keji cucu Rasulallah Swt tersebut, karena banyaknya makanan haram yang masuk dalam perutnya semenjak dia kecil dan sudah mendarah daging.
Faktor ketiga orang yang memakan hak orang lain adalah faktor terpaksa. Banyak orang dalam kesusahan ekonomi dalam beberapa dekade ini, karena ada dorongan ekonomi yang kuat,entah itu dikarenakan memenuhi gaya hidupnya, atau keluarganya.
Kadang orang malu untuk hidup sederhana, atau dilihat orang tidak mampu dia terpaksa berhutang sana-sini, renternir/ pinjol, pinjam bank yang akhirnya dia merasa terpuruk dan tertekan karena ketidak mampuannya untuk membayar cicilan bulanan sehingga dia berfikir untuk melakukan apa saja dan menghalalkan segala cara untuk menutupi cicilannya itu, sebagian orang bahkan ada yang bunuh diri karena tidak kuat menerima teror debcolector yang tiap saat dan tiap hari menagih hutang.
Faktor keempat adalah faktor teman. Peri bahasa mengatakan: orang yang berteman dengan penjual minyak wangi akan berbau wangi dan orang yang berteman dengan penjual bawang akan bau tidak sedap. Teman dan komunitas juga mempengaruhi sifat dan jiwa sesorang. Orangtua kita dan guru-guru selalu memperingatkan kita untuk memilih teman yang baik dalam pergaulan dan kehidupan sosial kita.
Itulah yang dinamakan kejadian-kejadian bejad, yang menunjukkan tanda-tanda akhir zaman.
Posted in: RENUNGAN
Seorang ulama Mendatangi Allamah Sayed Qodzi.
Ulama berkata kepada Sayed Qodzi: “ apakah yang akan engkau kata, jika saya katakana bahwa sifulan bisa terbang ?
Beliau ,menjawab :”hal itu tidaklah penting karena lalat dan nyamukpun bisa terbang.
Ulama berkata lagi:”, apa yang akan engkau katakana jika sifulan bisa berjalan diatas air?”
Beliau menjawab :” hal itu juga tidaklah begitu penting , karena kayu juga bisa melakukan gerakan yang sama.
Ulama tersebut terheran-heran dan berkata, jadi menurut anda apa arti mu’jizat/ karamah/ keajaiban yang sebenarnya ?
Beliau berkata :”Berjalanan diantara orang-orang dan dia tidak meninggalkan nilai moral sebagai manusia, tidak berbohong atau mencuri, tidak menipu atau memfitnah, tidak mengkhianati kepercayaan dan ketergantungan mereka kepada anda, serta tidak menghancurkan hati mereka, atau dengan kata lain menjadi manusia dalam arti sepenuhnya, itulah keajaiban (mukjizat) yang sebenarnya.
Bila Gejala Krisis Eksistensial Muncul
Manusia muslim akhir-akhir ini dihadapkan dengan berbagai problem-problem kehidupan, mulai dari problem materi: kemiskinan, kelaparan, pengangguran, penyakit dsb; problemapendidikan: buta huruf, putus sekolah, diskriminasi gender dalam hal pendidikan; problem politik: perang antara sesama muslim (arab), menciptakan proxy war, gontok-gontokan antara partai Islam; problem ekonomi: korupsi, konsumtifisme yang menggila sampai pada problem eksistensial dimana mereka kehilangan makna hidup menjadi orang muslim.
Semua problem di atas sangat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan mereka dan butuh waktu yang lama untuk lepas darinya. Dari semua problem-problem itu problem yang sangat berbahaya sesungguhnya, disadari atau tidak disadari, adalah problem krisis eksistensial.
Apa itu krisis eksistensial? Krisis eksistensial adalah sebuah kegundahan, kegelisahan dan keragu-raguan yang menerpa jiwa seorang manusia tentang makna hidupnya, tujuan hidupnya, akidah dan nilai yang dipegangnya; tentang ajaran-ajaran agama yang dianutnya; tentang standar baik dan buruk yang diyakininya. Intinya, krisis eksistensial ini adalah keraguan yang timbul akan iman, agama dan keyakinan yang dipegangnya selama ini.
Krisis eksistensial ini menerpa banyak kalangan terutama anak-anak muda mulim. Bisa saja faktornya karena derita yang berkepanjangan, bergelimang dalam materi yang tidak berseri atau menyaksikan fakta yang berbeda dengan idealisme dan persepsi / gambaran dia tentang keyakinannya selama ini.
Tidak bisa kita inkari bahwa akhir-akhir ini banyak orang muslim Indonesia yang sangat “kecewa” dengan agamanya, tokoh-tokoh agamanya dan ajaran-ajaran agamanya. Misalnya selama ini mereka dibesarkan dengan sebuah doktrin bahwa Islam itu damai dan arab itu identik dengan Islam. Buktinya Ka’bah di Mekah (arab), al-Quran berbahasa arab dan semua ritual Islam berbahasa arab.
Namun dalam kenyataannya mereka menyaksikan bahwa Islam itu tidak damai, perang dan isinya hanya ribut. Demikian juga dengan orang-orang arab di timur tengah. Saudi menginvasi Yaman dan hampir setiap hari membombardir negara arab yang miskin ini tanpa ampun dan tanpa jelas tujuannya apa. Syria perang saudara dan menjadi medan perang proxi antar sesama arab. Mereka saling membunuh sesama mereka, menghancurkan sesama mereka sambil mereka meneriakkan suara takbir sama-sama. Bahkan secara lahiriah mereka konon “nyunnah” dengan berparas meniru Nabi, berjanggut lebat tanpa kumis, berambut panjang sampai sebahu, membawa bendera dengan kalimat tauhid dsb.
Kekecewaan itu bertambah setelah menyaksikan pemandangan ISIS di Syria, Iraq, Yaman, Libia, Mesir, Afghanistan, Philifina bahkan Indonesia dan tempat-tempat lainnya yang memperlihatkan kebrutalan, kesadisan dan kebiadaban yang tak ada tandingannya dalam sejarah manusia. Belum lagi apa yang dilakukan oleh ISIS dan “sepupu-sepupunya” yang lain di Indonesia yang intoleran, mulut busuk, fitnah yang tak henti, provokasi yang tak ada ujungnya dan teriakan-teriakan kafir yang membahana.
Kegundahan, kebingungan dan stress menyaksikan fenomena “gila” seperti ini bukan hanya dialami oleh sebagian orang muslim saja. Bahkan Kanselor Jerman, Angela Merkel mengungkapkan dengan kata-katanya, “orang India dan China punya 800 tuhan tapi mereka bisa hidup damai dan penuh toleransi. Tapi orang muslim punya satu Tuhan, satu Nabi dan satu Kitab, tetapi darah tumpah di negeri mereka tanpa henti.”
Fakta-fakta ini “wajar” saja melahirkan stress lalu kemudian kegundahan dan goncangan secara mental bahkan spiritual lalu melahirkan krisis keyakinan sampai akhirnya mempertanyakan semua rukun-rukun agama, janji-janji Tuhan dan keabsahan agama Islam.
Bila gejala itu muncul dalam diri kita, atau dalam diri orang-orang dekat kita, apa yang harus kita lakukan?
Posted in: RENUNGAN“Hikmah adalah barang hilang orang mukmin. Maka ambilah hikmah walaupun dari orang munafik.”