Jumat, 28 April 2023

Kau Hanyalah Hamba Bukan Raja Wahai Harun..






MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Siapa yang tidak kenal dengan istilah “bahlul”? Istilah yang sangat populer dan seringkali diselipkan saat bercanda, mengejek atau menertawakan orang lain. “Ente bahlul, bahlul parah ente!”, yang artinya ente bodoh.


Namun, siapa sangka, ternyata istilah populer ini sebenarnya diambil dari kisah nyata seorang tokoh yang amat fenomenal. Dia adalah Bahlul, seorang ulama sufi yang dianggap gila oleh masyarakat pada zamannya. Ia hidup pada zaman khilafah Abbasiyah. Tepatnya saat Khalifah Harun Ar-Rasyid berkuasa.


Dikutip dari Kitab Uqala al-Majanin (kebijaksanaan orang-orang gila) diceritakan bahwa suatu ketika di tengah perjalanan, Khalifah Harun Ar-Rasyid bertemu dengan Bahlul. Bahlul yang dianggap gila itu kebetulan sedang duduk merenung di atas kuburan.


Sang Khalifah pun mendekat dan mengawali pembicaraan dengan nada sedikit mengejek. “Hai Bahlul, hai orang gila. Kapan kau sembuh dan bisa berfikir dengan benar?”


Seketika itu Bahlul langsung lari dan naik ke atas pohon. Lalu ia berteriak dengan suara lantang. “Hai Harun, hai orang gila. Kapan kau sembuh dan bisa berfikir dengan benar?”.


Kemudian Khalifah Harun pun mendekatinya ke bawah pohon sembari masih menaiki kudanya. Lalu Ia berkata pada Bahlul, “He, aku yang gila atau kamu yang duduk di atas kuburan itu (yang gila)?” 


“Kamu yang gila,” ujar Bahlul dengan sedikit membentak. “Bagaimana bisa?” jawab Sang Khalifah.


“Karena aku tahu, bahwa itu (sambil menunjuk ke arah istana Khalifah Harun) akan sirna. Dan ini (sambil menunjuk ke arah kuburan) akan abadi. Dan aku pun membangun ini sebelum (masuk) ini. Sedangkan kamu hanya fokus membangun istana dan merobohkan (melupakan) kuburanmu. Kau lebih memilih istanamu daripada kuburanmu, padahal mau nggak mau kuburan adalah tempat kau berpulang!”


“Sekarang katakan padaku, siapa sebenarnya yang gila, aku atau kamu?” lanjut si Bahlul. Jawaban cerdas Bahlul itu pun membuat hati Sang Khalifah tergoncang. Ia mulai menyadari kesalahan berfikirnya. Ia pun menangis tersedu sampai jenggotnya basah dipenuhi air mata.


“Demi Allah, kau benar wahai Bahlul,” ujar sang Khalifah dengan nada lembut. “Tambahkan lagi nasihatmu padaku wahai Bahlul!”


“Cukup dengan Kitab Allah, peganglah erat-erat!” kata Bahlul.


“Apa kau punya keperluan atau keinginan, aku akan memenuhinya,” ujar Sang Khalifah.


Bahlul pun menjawab iya. “Aku punya tiga keinginan, jika kau memenuhinya aku akan sangat berterima kasih padamu”.


“Katakan apa itu,” tanya Kahlifah. 


“Tambahkan umurku!” kata Bahlul. “Aku tak bisa”. jawab Sang Khalifah.


“Lindungi aku dari malaikat pencabut nyawa!” “Aku tak bisa”.


“Masukkan aku ke dalam surga, dan jauhkan aku dari api neraka!” “Aku tak bisa,” jawab sang khalifah.


Lagi-lagi Sang Khalifah tak mampu memenuhi keinginan Bahlul. Lalu Bahlul, berkata: “Ketahuilah, Kau ini seorang hamba, bukan raja! Maaf, aku tak punya keinginan darimu”.


Begitulah kisah menakjubkan dari seorang Bahlul. Kisah ini mengandung hikmah dan pelajaran bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara.[] Sumber: SINDOnews.com 

Dunia Dimata Pecintanya : Setetes Airmata Tak Dapat Dibandingkan dengan Pemberian Seluruh Dunia Berikut Isinya

 



Wajah Rasul yang sebelumnya gembira tiba-tiba berubah sedih. Rasul menangis. Jenggotnya basah oleh cucuran air mata. Asma keheranan: “Ya Rasulullah, mengapa engkau menangis? Bukankah ini hari kelahiran, hari semua orang bergembira?”.

Dalam isak tangisnya Rasul menjawab: “Jibril baru saja memberitahuku bahwa putraku ini akan dibunuh oleh kelompok dhalim. Wahai Asma, jangan beritahu Fathimah tentang ini karena ia baru saja melahirkan” (Ibnu Asakir, Tarikh Dimasyq, Hadis ke 13 dan 14 tentang biografi Husain).

Tentang Rasul menangis untuk Husain, Aisyah juga meriwayatkan: ”Suatu ketika Husain kecil datang merangkak menuju Rasul yang sedang berbaring, tapi aku menghalanginya. Tidak berapa lama kemudian aku melihat Rasul bangun dan terisak-isak. Aku bertanya:

“Mengapa engkau menangis?”.

Rasul SAW menjawab: “Jibril baru saja datang memperlihatkan kepadaku tanah dimana Husain terbunuh. Allah murka kepada orang yang membunuhnya” (Daruqutni, alI’lal, juz 5 hal. 83; asSyafi’i, “al’Alam anNubuwwah, bab 12, hal. 23; Musnad Ahmad bin Hambal, jil.I hal.85).



Pilot Syahid Abbas Babaei : Muslim Sejati





Pedoman Tangerang - Nama Syahid Babaei mungkin bukan nama yang akrab ditelinga kita, sebab terlalu banyak nama-nama tokoh besar yang mempengaruhi sejarah dunia namun tak sebetik pun namanya melintas di pikiran kita.


Nama lengkapnya adalah Abbas Babaei, seorang perwira Angkatan Udara Iran (IRAF) terbaik dalam sejarah. Ia adalah tokoh kunci dalam perang teluk Iran-Irak pada dekade 80an.


Abbas Babaei lahir dalam keluarga religius kelas menengah di Qazvin, Iran pada tahun 1950.


 Ia belajar di sekolah dasar Dehkhoda dan lulus dari sekolah menengah Nezam Vafa di kota kelahirannya Qazvin, dan memasuki sekolah pilot untuk masuk ke angkatan udara pada tahun 1969.


Sebagai seorang Muslim, kehidupan Babaei terasa lebih berwarna ketika ia melanjutkan studinya ke Amerika Serikat.


Abbas Babaei begitu merasakan betapa berbedanya kondisi sosial dan budaya ketika ia menginjakkan kaki di negeri Paman Sam tersebut.


Di negara yang menjadikan 'dolar' sebagai patokan segalanya, ia dengan tabah dan ikhlas belajar. Tujuannya hanya satu: untuk mengasah kemampuan militernya sebagai pengendali jet tempur untuk masa depan negerinya.


Budaya Amerika jelas berbeda dengan budaya Iran. Di sana alkohol secara bebas di konsumsi, kenakalan remaja sebagai hal yang lumrah, dan gadis-gadis cantik begitu agresif memikat lelaki tampan.


Babaei merasakan lingkungan seperti itu, lingkungan yang menguji keimanannya sebagai seorang Muslim.


Prinsip dasar seorang Muslim, adalah menahan hawa nafsu. Hawa nafsu adalah pintu bagi kejahatan dan adab yang buruk.


Hal itulah yang membuat Babaei menjaga pergaulannya. Hal ini membuat teman sekamarnya tidak suka.


Teman sekamarnya menulis laporan mengenai pribadi Babaei yang 'aneh' bagi masyarakat Amerika.


“Babaei adalah orang yang pendiam, terisolasi dan acuh tak acuh terhadap adat dan norma sosial Amerika. Perilakunya justru menunjukkan sikap negatifnya terhadap budaya barat,"


Pada suatu ketika, teman sekamar Babaei menempelkan poster tak senonoh di setiap sudut kamar.


Poster yang membuat jiwa muda Babaei begitu bergejolak. Namun, ia tetap berusaha menahan dorongan itu semampunya.


Sikap Babaei dinilai aneh oleh teman sekamarnya, dan yang lebih aneh lagi, Babae terlihat sering berbicara sendiri dan berlari mengitari asrama di malam hari.


Ketika sahabatnya bertanya tentang aktivitasnya, Babaei mengatakan "Aku dikejar oleh setan, makanya aku berlari".


Jawaban ini membuat teman Babaei terheran-heran. Hingga waktu kelulusan tiba.


Babaei dianggap sebagai mahasiswa terbaik di perguruan tersebut. Namun ia dianggap tidak layak untuk menerbangkan pesawat karena diduga memiliki kelainan jiwa.


Saat ditanya oleh perwira senior AS mengenai tindakannya, Abbas mengatakan bahwa ia adalah seorang Muslim.


Dalam laporan teman-temannya, Abbas Babaei dilaporkan suka bergerak dan berbicara sendiri, yang dimaksudkan adalah ibadah shalat.


Ia sering melakukan ritual shalat dikamarnya. Para sahabat Babaei yang notabene non muslim, merasa heran dengan aktivitas Babaei tersebut.


Alasan kedua kenapa ia berlari-lari keliling asrama di malam hari, itu disebabkan karena ia ingin membuat dirinya letih lalu cepat tertidur.


Dikamarnya terdapat gambar-gambar gadis erotis yang menganggu hasratnya, namun sebagai Muslim yang baik, ia berusaha untuk mengontrol hasrat tersebut.



Jawaban ini membuat Perwira Senior AS puas. Ia menjuluki Babaei sebagai manusia sejati dan memberikannya sertifikat penghargaan.


Setelah kembali ke Iran mengikuti pelatihan penerbangan, ia menjadi pilot Northrop F-5 . Setelah kembali ke Iran ia menikah dengan sepupunya Maliheh dan pindah ke Dezful di Provinsi Khuzestan di mana ia tinggal di kediaman Angkatan Udara Iran. Dia memiliki tiga anak, seorang putri, Salma, dan dua putra, Hossein dan Mohammad.


Ketika Revolusi Islam berkobar di Iran, Babaei menjadi salah satu kunci pengawal revolusi. 


Ia sangat setia pada Ayatullah Khomeini dan menjaga pertahanan udara Iran dari para agresor.


Babaei adalah kunci kekuatan Angkatan Udara Iran. Keberhasilannya menahan laju tentara Irak yang disokong oleh negara-negara sekuler membuatnya dicintai oleh rakyat Iran.


Namun sayang, jejak langkahnya yang begitu gemilang harus terhenti. 


Abbas Babaei wafat pada 6 Agustus 1987 ketika mengendarai pesawat F-5B. Karena kesalahan komunikasi, pesawatnya terhatam oleh rudal pengaman Azerbaijan.


Rekannya di pesawat berhasil mendaratkan pesawat secara mulus, namun Babaei justru menghembuskan nafas terakhir 10 menit setelah kejadian mengenaskan tersebut.


Kini masyarakat Iran mengenang Babaei sebagai pahlawan dan Muslim sejati. Ia dimakamkan di Qazvin dan mendapat julukan "Syahid".***

Tangisan Yang Menghidupkan



Habib Ali Assegaf 

Kami tidak merindukan sesuatu  khurafat ..dan juga tidak hidup dalam khayalan.

Ketika -peristiwa- Ya'qub yang mencium aroma yusuf dan kembali lagi penglihatanya.

Maka ketika kami mencium aroma Al-Husein  kami hidup kembali .

****************

Ketika Dunia bergerak searah dengan jarum jam, kecenderungan manusia pada dunia - telah melahirkan orang-orang miskin yang mendekat orang kaya mengharapkan kelebihan harta.

Karbala telah mengubah orang kaya harta mendekati orang-orang lemah dan miskin pecinta alhusein as.

Ketika DUNIA arah jarum jam membuat masyarakat semua merapat pada kekuasaan dan penguasa.

Karbala menunjukan bagaimana penguasa terlihat lemah, bukan hanya tak mampu membuat perhelatan sejenis karbala' - tetapi justru jadi penampilan bahwa KARBALA tak lagi ada batas-batas nasionalis, kebangsaan, mazhab, warna kulit dan tempat asal kelahiran.

KARBALA memberi gambaran tentang IRAK adalah ibukota imam mahdi ajf, yang merepresentasikan masyarakat tanpa kelas.

******************

soal pribadi imam husein as ini membalik semua layaknya yang kita pahami akal manusia terhadap dunia.

Jika manusia itu bergerak searah jarum jam terhadap dunia, ini perhelatan yang bukan sebagian melawan arahnya. Ini juga pelajaran bukan sekedar saat di peringati percontohan lawan arahnya.

Tetapi soal alhusein as ini semuanya berlogika melawan semua arah manusia pada dunianya, atau arah jamnya. 

Semua orang lemah mendekat kekuasaan atau orang kuat untuk dapat perlindungan.

Ketika disentuh karbala, kita menyaksikan orang2 berkuasa dan kuat membutuhkan yang lemah untuk melayaninya.

Umumnya orang miskin mendekati yang kaya, agar dapat menutupi kekurangan ekonominya, ketika tersentuh karbala, kita menyaksikan bagaimana orang2 kaya menjadi pelayan sempurna bagi orang2 miskin ini...

Saya belum pernah menyaksikan perubahan pengikut dari yang diikutinya seperti imam husein as ini.

Itu sebabnya rasul bersabda 

حسين مني وانا من حسين ، احب الله من احب حسينا 

Husein dariku dan aku dari alhusein

Allah mencintai orang2 yang mencintai alhusein

Ketika dunia ini, penuh kerakusan dan kerusakannya oleh manusia dunia yang akan berhenti dan untuk berbelok arah hanya dari manusia2 huseini ini



Dua Kutub Suni-Syiah Ekstrem London

 


Ekstremis ada di setiap pengikut agama seluruh dunia. Tidak terkecuali di kalangan umat Islam. Jauh di London sana, ekstremis pengikut ahlusunah dan Syiah nampaknya diwakili oleh Anjem Choudary dan Yasser Al-Habib. Choudary, dikenal berani turun ke jalan bersama darah muda salafi untuk mendukung Al Qaeda dan ISIS sambil mengutuk Iran dan Syiah. Sementara Yasser, lebih nyaman menggunakan kanal televisi dan YouTube untuk menyerang keyakinan suni dan pengikut Syiah lainnya.


Lahir di London pada tahun 1967, Anjem Choudary adalah putra seorang pedagang asal Pakistan. Mengenyam pendidikan di Universitas Southampton, Andy—begitu dulu dia disapa—dikenal sebagai pemuda yang gila pesta dan jauh dari agama. Jelang usia 30 tahun, Andy bertemu dengan Omar Bakri Muhammad, pentolan Hizbut Tahrir Inggris, yang mengubah jalan hidup dan pandangannya tentang Islam.[1]


Sedikit berbeda, Yasser Al-Habib lahir di Kuwait tahun 1979 dari keluarga berlatar belakang religius. Selain belajar politik, dirinya juga belajar agama dari seorang ulama. Umur 24 tahun, dirinya sudah didakwa 35 tahun penjara karena menghina sahabat nabi. Baru satu tahun, amir Kuwait membebaskannya. Yasser kabur menuju Irak dan Iran selama beberapa bulan, sebelum akhirnya mendapat suaka dari pemerintah Inggris.


Ideologi ekstremis sepertinya telah menyatu di antara para pengikut Choudary dan Yasser. Memancing orang lain ke dalam perpecahan, kemarahan, dan kebencian. Dakwah mereka menciptakan sektarianisme di antara berbagai kelompok dan mazhab dalam Islam. Dengan membesarkan api permusuhan dan kebencian, langsung maupun tidak, aksi mereka telah memicu aksi pembunuhan atas nama agama dan kelompok.


Orang-orang seperti Choudary telah mengindoktrinasi pemuda suni untuk melawan pengikut Syiah dan akhirnya memicu orang-orang seperti Yasser. Orang-orang seperti Yasser Al-Habib juga menyuntik pemuda Syiah untuk membenci ahlusunah dan akhirnya memicu orang-orang seperti Choudary. Kedua kutub ini memang hanya memiliki sedikit pengikut, tapi secara misterius memiliki jangkauan media yang luas dan sumber pendanaan yang kuat.[2]


Keduanya menjalankan apa yang mereka yakini sebagai “dakwah” dari ibu kota Inggris, London. Polisi, intelijen, dan pemerintah Inggris pasti sangat mengetahui segala yang mereka lakukan. Choudary pernah ditahan beberapa kali oleh polisi terkait dengan terorisme dan ujaran kebencian. Sementara Yasser mendapatkan suaka setelah ditangkap dan diasingkan oleh Kuwait karena menyebarkan kebencian sektarian. Meski begitu, Kuwait masih diyakini sebagai donatur terbesar yayasan yang dikelolanya.


Melalui retorika ekstremisme, orang-orang seperti Choudary dan Yasser—sengaja atau tidak—sedang  menjalankan agenda pembenci Islam. Tujuannya adalah melihat umat muslim terpecah dan saling menghancurkan (dari dalam).


Embed from Getty Images


Sebelum Choudary dan Yasser, sudah ada pendakwah kebencian yang terbukti menjalankan agenda intelijen (MI5). Abu Hamzah, telah lama menyebarkan kebencian di Inggris tanpa ditangkap, karena bekerja sama dengan otoritas keamanan untuk “menyeimbangkan keamanan jalanan London”. Abu Hamza diizinkan untuk berceramah sesukanya, “selama tidak ada pertumpahan darah”.[3]


Umat Islam harus meningkatkan upaya untuk melawan segala bentuk ekstrimisme yang—secara  langsung atau tidak—juga bertanggung jawab atas tumpahnya darah sesama muslim, sesama manusia. Aksi kekerasan atas nama kelompok atau agama bisa dengan mudah menyebar jika kita tidak waspada dan tegas membela ideologi yang benar.


Referensi:


[1] ^ Anthony, Andrew (7 September 2014). “Anjem Choudary: the British extremist who backs the caliphate.” The Guardian.


[2] ^ Rizvi, Haseeb (16 Maret 2016). “The Extremist Spectrum: Anjem Choudhry to Yasser Habib”. The Muslim Vibe.


[3] ^ Sherwel, Philip (7 Mei 2014). “Abu Hamza ‘secretly worked for MI5’ to ‘keep streets of London safe'”. The Telegraph.

Bimbingan Manusia Langit Menyadarkan Tujuan Penciptaan Manusia

 

Habib Ali Assegaf

Semua utusan langit datang untuk menjelaskan dan membimbing manusia agar tidak hanyut oleh arus Dunia yang menipu.

Dunia sifat aslinya berujung pada kepunahan, kehancuran, keputus asaan. 

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللّٰهِ بَاقٍۗ

Semua yang disisi kalian akan lenyap dan apa yang disisi Allah akan kekal.

Qs. An-Nahl 96

Artinya manusia Dunia adalah manusia yang berujung pada darah, perselisihan, kehancuran, kerusakan dan perbudakan.

Sebaliknya manusia ilahi, manusia yang tersinari dan terbimbing tuhannya - manusia yang berujung pada kedamaian, persatuan, pembangunan, kehormatan, kemuliaan dan kemerdekaan.


Meremehkan Dosa Penyebab Jadi pembunuh Imam Husen Ibnu Ali



Habib Ali Assegaf

Banyak orang gagal menilai dunia dan akherat, terkadang kegagalan itu dengan membuat hubungan dunia - akherat itu seperti laporan keuangan - dimana dunia diberi porsi dalam prosentase dan sisanya akherat.

Yang sering kita dengar porsi itu diperuntukan dg waktu, seakan waktu 50% untuk dunia dan 50% untuk akherat. Atau extreem lagi, kegagalan itu menggambarkan dosa 50% harus dibayar dengan 50% pahala. 

Logika fatal dan ngawur ini, selain pelakunya dibayangi keraguan, biasanya minta legitimasi moralis, agamawan agar mendapat pembenaran yang berujung pada irasionalitasnya.

Realitas dunia tak pernah diciptakan serial seperti itu, pandangan begini juga terjadi pada kepala pembunuh imam husein as yaitu umar bin saad.

Penyebab Umar bin saad bin abi waqas ini sedia mengambil posisi melawan dan membunuh imam husin as, karena mengharapkan janji jabatan Gubernur Ray ( teheran saat ini ) - ketika ditanya besarnya akibat memerangi cucu rasulullah, jawaban umar bin saad - nanti akan ditutupi dosanya dengan amal jariah saat sudah berkuasa.

Mari kita merenung, bagaimana ditengah kehidupan saat ini, berapa banyak mereka yang telah terlibat dosa, kemunafikan, perampasan, perampokan - untuk tujuan2 dunia ini.

Betul kejahatannya tak sebesar hingga membunuh cucu rasulullah saww, tetapi logika dosanya sama dengan menilai, bahwa dosa yang diyakini langkahnya akan ditutupi dengan prasangka pada Allah yang menutup mata, dengan meremehkan dosa.

Ini jenis dosa yang diremehkan pelakunya, mereka tak menyadari dihadapan siapa dia melakukannya

Tangisan yang Menghukum Penindas


Habib Ali Assegaf

Kisah yusuf as dan ayahnya ya'kub (israel) sangat melegenda dikalangan yahudi, kristen dan islam - karena kisahnya tercatat dalam kitab suci dua agama ini. 

Ya'kub yang menangisi Yusuf dihadapan saudara-saudaranya yang melakukan percobaan pembunuhan, hingga membuat rumah tangisan ( atau rumah derita ).

Saudara yusuf menduga bahwa ya'kub akan segera melupakannya setelah melakukan percobaan pembunuhan yang kemudian menjauhkannya dg menjual sebagai budak yang membawanya ke mesir.

Setiap jeritan tangis, menyebut nama yusuf dihadapan saudara-saudaranya, setiap kali itu juga bathin ter-iris-iris selain menyadarkan lingkungan, akibat ketebalan dosa menumpuk beban saudara yang membuat kebohongan diatas kebohongan - dengan mengatakan qamis yusuf robek oleh srigala yang berlumur darah.

Maka - ya'qub hari ini bukanlah seorang tetapi ratusan juta, bahkan milyaran - yang menangis dan menjerit - membuka rumah2 tangisan, menghidupkan kembali nama yusuf hari ini adalah alhusein as.

Allah mengkaruniakan ummat nabi muhammad saww ini, bagian dari keluarganya - yang bangkit menangis bersama rasulullah bersama - atas cucunya ini. Maka irama tangisan ini, melahirkan pesan 

1. Airmata yang menjadi pisau tajam bagi sumber kedzaliman dunia 

2. Rasa kasih sayang yang terhimpun dalam wadah rahmat yang bernama alhusein as.

Sehingga kita dapat memahami kecuali melalui alhusein as - setiap pengikut setianya adalah penyebar kasih sayang, rahmat dan sekaligus pisau tajam atas ancaman yang merusak tatanan dimasyarakat.

Semua pejuang memahami sebab dunia ini, kedzaliman itu begitu besar dan sulit dilawan. Namun dengan tangisan pada cucu nabi ini, kita bisa memahami tangan satu persatu digandengkan dan istana kedzaliman satu persatu digoncang - harapan mulai tampak dengan teriakan yang sama menerima panggilan al-husein as.

20 juta peziarah ini adalah ya'kub yang menangis.

****************

Revolusi Agung Karbala'

Orang yang paling penyayang adalah yang memaafkan ketika dapat membalas dendam

Kematian yang bermartabat lebih baik dari tak bisa membalas dendam

---

Sebetulnya kata tepat bukan balas dendam, tetapi menuntut balas - seorang yang keluarganya dibunuh, tidak layak diam dan tidak menuntut balas pembunuhan tersebut. 

Maka siapa saja yang menghubungkan keislamannya, kemanusiaannya dan rasionalitas dirinya dengan MUHAMMAD SAWW - niscaya dia akan cari tahu siapa pembunuh cucunya dan bangkit menuntut balas, karena itu bukti kelak padanya dihubungkan sebagai keluarga rasulullah.

Sedang mereka yang tak bangkit untuk itu, maka telah terputus hubungan dirinya dengan rasulullah, putus dengan rasulullah telah memutus keislamannya, kemanusiaannya dan rasionalitas kehidupannya.

Saat yang sama, KARBALA menjelaskan kebangkitan yang tak kenal ruku' dan tunduk pada semua kedzaliman dan sumber kedzaliman. 

Karbala berarti bangkit atas nama kecintaan pada Rasulullah atas cucunya ini. 

Karbala bukan ledakan, tetapi jalan marah yang menancapkan batang tanaman bara'ah ( putus atas kedzaliman ) - dan tangisan yang dikeluarkan untuk jalan bangkit dan membangkitkan.

Karbala' - bukan bunuh diri, atau keputus asaan, tetapi karbala adalah bashirah - mata merah yang tajam pada siapa2 yazid zaman ini.

Karbala' - bukan ambisi kekuasaan yang hanya melahirkan kaum pengecut yang takut mati karena kecintaan pada dunia.

Karbala' - Jalan kemerdekaan kemanusiaan - yang dikaruniakan Islam pada ummat muhammad saww.

Karbala' - juga kebranian memaafkan karena menuntut balas bukan ingin menjadi dzalim dengan pembalasan diluar batas karena kebencian.

Karbala' - makna penjagaan sosial, kehormataan sosial, dan menjadikan MAAF pada saat mampu membalas tuntutan.. 

Berarti KARBALA merevolusi manusia menjadi manusia merdeka yang tak akan pernah tunduk oleh kehinaan dan ketercelaan

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More